Mau Touring Ke Luar Negeri? Apa saja dokumen dan syaratnya?

irc-tire-adbanner

P1030961

Masbro mau turing ke luar negeri.. misalkan mau keliling ke negara-negara ASEAN seperti yang pernah dijalani Mario Iroth pada tahun 2013 yang lalu (artikel ini). Dari obrolan Motobikerz.com dengan peturing Bro Mario Iroth terungkap ada beberapa dokumen persyaratan yang harus diketahui dan dilengkapi.

The Carnet de Passages en Douane

Ini dokumen penting, The Carnet de Passages en Douane (sering disebut Carnet atau CPD). Ada banyak negara yang meminta kelengkapan dokumen Carnet ini dan wajib dikantongi oleh para peturing antar negara. Info lebih detail tentang negara-negara yang mensyaratkan peturing memiliki dokumen Carnet dapat dilihat pada halaman ini.

Carnet #2-L

Contoh Carnet / CPD

Sebagai rider Indonesia yang akan ke luar negeri, kita juga diperyaratkan untuk memilki CPD yang mana permohonannya dapat diajukan kepada IMI (Ikatan Motor Indonesia) via online http://imi.co.id/id/ pilih menu CPD IMI. Dari situs IMI tersebut akan diperoleh dokumen Form Permohonan CPD IMI dan juga Panduan CPD.

Untuk apa sih dokumen CPD ini? Menurut Mario Iroth kita sebagai peturing asal Indonesia yang akan membawa sepeda motor ke luar negeri wajib pula membawa kembali sepeda motor tersebut ke Tanah Air, walaupun motor kita dalam keadaan rusak atau sudah hancur sekalipun.

“Untuk itu harus ada uang jaminan yang di deposito kepada IMI, besarnya sekitar 25% dari harga faktur kendaraan tersebut. Uang ini bisa dikembalikan dengan syarat sepeda motor atau bangkai motor sudah tiba kembali di Indonesia asalkan bagian data dari nomor mesin dan nomor rangka bisa dibaca dan cocok dengan data pada dokumen CPD. Jika motor ataupun bangkai motor tidak kembali lagi tentu saja uang deposito ini tidak bisa dicairkan,” jelas Mario Iroth dalam obrolan dengan Motobikerz di Kemang.

“Jadi uang deposito tersebut harus disetorkan kepada IMI, dan disampaing itu kita juga harus melengkapi dokumen persyaratan yang lain antara lain SIM lokal, SIM International, Passport, dan Asuransi Perjalanan (Travel Insurance),” tambah Mario yang didampingi Lilis Handayani.

Untuk memperoleh SIM International kini sudah sangat mudah, hanya butuh waktu 5 – 10 menit asalkan kita sudah memiliki SIM lokal dan passport yang masih berlaku. Simak artikel ini untuk proses dan persyaratan pembuatan SIM International.

Bagaimana dengan VISA?

Kalau touring sebatas di kawasan ASEAN saja kita sebagai warga negara Indonesia sudah tidak perlu lagi mengurus Visa, kecuali jika sudah turing menuju ke negara Bangladesh, India, Pakistan, Iran, Turki, dan seterusnya hingga negara-negara Euro (European United) maka dokumen Visa ini wajib diperoleh dari kantor kedutaan yang ada di Indonesia.

Nah.. yang jadi masalah ketika hendak mengurus Visa untuk dilekatkan pada buku passport kita sebenarnya proses ini tidaklah begitu mudah, karena setiap negara (kantor kedutaan) di Indonesia yang akan kita kunjungi akan menanyakan soal jaminan keuangan selama kita berada disana. Maksudnya kalau kita sakit atau terjadi musibah kecelakaan, siapa yang akan menanggung?

Proses pengurusan Visa untuk setiap negara di kawasan Euro ini biasanya dengan syarat besarnya sejumlah angka yang kita miliki di buku rekening pribadi. Jadi siapkan dulu dana yang cukup besar di rekening bank, dan tunjukan buku tabungannya ketika sedang mengurus Visa.

“Ini buku rekering pribadi saya.. uang saya cukup buat wisata di negara anggota EU (Europan United), kalaupun saya sakit saya siap bayar sendiri dan saya disana hanya berwisata saja.. pokoknya saya ngga mengemis, ngga merepotkan, dan ngga nyari kerja di negara anda,” ini adalah kalimat yang sering terlontar saat wawancara pengurusan Visa.

Menyeberang ke Port Klang, Malaysia lewat Dumai (pp)

Oh ya.. info tambahan buat yang mau menyeberang ke Malaysia dari Sumatera. Bro Mario Iroth menyarankan lewat pelabuhan Dumai saja, walaupun kita bisa berangkat dari Tanjung Balai atau Belawan. Jadi, kenapa harus lewat Dumai?

“Pelabuhan di Belawan, Tanjung Balai dan Dumai ketiganya sudah terbiasa dengan kehadiran peturing dunia melintas antar negara Indonesia – Malaysia. Mereka sudah biasa mematok harga hingga 6 juta rupiah. Nah.. buat orang asing angka segitu mungkin tidak jadi masalah, tetapi buat saya bisa dapat 2 juta sekali menyebrang naik kapal laut dari Dumai ke Port Klang Malaysia. Harga 2 juta itu untuk mengangkut motor dan bayar tiket penumpang,” tutup Mario mengakhiri obrolan dengan Motobikerz pada Jumat, 10 April yang lalu.

One thought on “Mau Touring Ke Luar Negeri? Apa saja dokumen dan syaratnya?

  1. Info penting:

    Sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 228/PMK.04/2014 yang mulai berlaku 17 Februari 2015 lalu ada kemudahan soal pengiriman kendaraan bermotor ke LN. Pihak IMI dipercaya untuk pengurusan Carnet CPD Kendaraan Bermotor, dan biayanya 20 Euro buat buku CPD ditambah Rp. 1 juta buat administrasi.

Your comment: