Uji nyali, Inazuma tancap gas di malam hari

RidingMalamHari

Perjalanan Motobikerz.com seorang diri saat jalani agenda “Solo Touring Jawa Bali Lombok” antara 9-19 Mei 2015 bisa dibilang sebagai salah satu proses uji nyali dan latihan fisik. Dikatakan demikian karena faktanya Motobikerz sebagai ridernya telah melintasi jalur sepi, jalur pegunungan di kala malam hari hingga pukul 24.00 WIB.

Sebagai catatan, hari Minggu 10 Mei rute Semarang – Malang via Salatiga, Tawamangu, Madiun, Kertosono, Pare, Pujon, Batu (390 km) begitu nikmatnya lebih-lebih saat berkendara seorang diri dimalam hari mulai dari Kertosono – Pare – Pujon – Batu – Malang yang dikenal dengan trek berat pegunungan. Saat itu Motobikerz tiba di salah satu hotel Malang (check in) sekitar jam 22.30.

Kemudian esok harinya, Senin, 11 Mei mengambil jalur Malang – Denpasar via Tempeh, Jember, Genteng,  Bayuwangi, Ketapang – Gilimanuk (450 km). Berkendara malam hari ini sudah dirasakan sejak dari Bayuwangi, dan menariknya saat di Bali antara Gilimanuk – Denpasar yang berjarak 125 Km kondisinya adalah gelap gulita, tapi bersyukur perjalanan gelap ini bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Tiba di rumah family di Jl. Imam Bonjol Denpasar pukul 24.00 WIB (01.00 wita).

Masih ada lagi pengalaman riding di malam hari seorang diri yang penuh tantangan, yakni hari Minggu 17 Mei dengan rute Denpasar – Bromo via Probolinggo (360 km). Nah, disini mulai riding malam hari sejak dari Probolinggo (setelah makan malam) hingga Bromo dengan udara dingin dan kabut. Check in di salah satu kamar dekat Mount Bromo Hotel sekitar jam 22.00 WIB.

Juga tak kalah menarik riding malam hari pada keesokan harinya pada Senin 18 Mei dengan jalur Bromo – Jogjakarta via Tumpang, Kepanjen, Tulungagung, Pacitan, Wonosari (410 km). Mulai merasakan riding malam hari seorang diri sejak dari Panggul, kemudian di Pacitan makan malam, lanjut ke Wonosari dan Jogjakarta. Tiba disalah satu hotel di Jogjakarta pukul 22.00 WIB.

Siap menyambut riding di malam hari mulai dari Panggul - Pacitan - Wonosari da Jogjakarta

Tetap semangat menyambut riding di malam hari mulai dari Panggul – Pacitan – Wonosari dan Jogjakarta (Senin, 18/5)

Sebenarnya mengapa Motobikerz memutuskan mau berkendara hingga malam hari, dan inipun bisa dikatakan hampir setiap hari?

Jawabannya karena kenyamanan dari sepeda motor Suzuki Inazuma GW250 milik Motobikerz sendiri. Motor ini bukan milik siapa-siapa, tetapi milik sendiri dan pantas menjadi kebanggan karena memang milik sendiri. Cerita disini bukan untuk promosi motornya, tetapi buat teman-teman yang suka touring jarak jauh, jadi rasanya pantas mengetahui tentang kenyamanan yang dimiliki Suzuki Inazuma GW250.

Sekedar info, body motor Inazuma bermesin 250cc ini memang didesain untuk spek turing jarak jauh, jadi benar-benar memberi kenyamanan bagi rider (disini bobot Motobikerz sebagai rider adalah 80 kg dan tinggi badan 176 cm). Jadi rasanya sudah pas duduk diatas Inazuma dengan kondisi motor serba standard, yang hanya menambah box belakang (48 liter) dan sepasang box samping (masing-masing 22 liter).

Inazuma 250 ini menggunakan kerangka “Semi Double Cradle” dengan suspensi teleskopik di bagian depan dan suspensi monosock untuk bagian belakang dengan 7 setelan kenyamanan. Sejauh ini Motobikerz tidak pernah merubah stelan per belakang, karena rasanya sudah pas dengan stelan default pabrik.

Joknya berukuran 780 mm dipadukan dengan stang yang tinggi dan lebar sehingga handling motor ini sangat nyaman buat jalan jauh, sangat terasa gaya Motobikerz berkendara dalam posisi tegak (tidak membungkuk), sehingga tidak mudah lelah saat melakukan perjalanan jauh.

Kelemahan yang ada disini bukan karena performa mesin Inazuma yang sebenarnya masih kuat terus dipacu, tetapi fisiknya rider dalam hal ini fisik Motobikerz yang sudah berumur tidak bisa dibohongi lagi. Terus terang saja, jika berkendara sudah diatas pukul 22.00 maka kondisi ngantuk dan kelelahan mulai terasa. Masalahnya Motobikerz sudah ngaspal dan ngegas Inazuma sejak pagi hari, jadi demi kesemalatan dan kesehatan sebaiknya Motobikerz segera cari penginapan, untuk beristirahat sebelum pukul 24.00.

Oh ya.. lampu utama Inazuma 12V 60/55 (standard pabrik) sangat mumpuni, sinarnya sangat terang, beam light-nya memiliki sorotan yang jauh dan cahayanya bersih. Motobikerz tidak menemukan kendala soal kelistrikan dan cahaya lampu yang tetap menyala dari pagi, siang dan malam hari. Pokoknya tetap dengan lampu standar, dengan sistim auto highlight on (AHO), artinya begitu engine start Inazuma dinyalakan, maka lampu besar ikut menyala.

Rekaman video berikut ini saat berkendara Inazuma seorang diri di waktu pagi/subuh pukul 04.00 WITA (Rabu. 13/5) melintas Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dengan tujuan pelabuhan Padang Bai Bali untuk bergabung dengan rombongan 7 Srikandi Indonesia naik kapal ferry ke Lombok pukul 06.00 WITA.

VIDEO

Solo Touring Jawa Bali Lombok 9-19 May 2015 supported by:

  • Lubricant by Pertamina Enduro Racing 4T
  • Tire by Michelin Pilot Road 4 (Michelin)
  • Gear & apparels riding by Respiro Ridingware

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *