Pengalaman Naik Kapal Ferry antara Jawa – Bali – Lombok

20150516_120302_exposure

Ketika Motobikerz.com jalani turing seorang diri dengan judul “Solo Touring Jawa-Bali-Lombok” pada 9-19 Mei lalu kerap kali ditanyakan orang, “mana teman-temannya?”. Jawabannya singkat tidak ada. Alhasil percakapan bersambung dan lawan bicara pun menjadi teman baru Motobikerz pada saat itu juga.

Hal inipun terjadi ketika naik kapal ferry, khususnya pada jalur pulang dari Lombok – Bali – Ketapang (Jawa Timur). Pada rute ini, Motobikerz banyak mendapatkan teman baru selama di kapal ferry milik PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan).

Mendapatkan teman ngobrol, teman baru sangat menyenangkan setidaknya ini untuk menghilangkan kebosanan selama berada di kapal ferry, apalagi pada penyeberangan antara Pelabuhan Padang Bai (Bali) dengan Pelabuhan Lembar (Lombok, Nusa Tengara Barat) dimana perjalanan harus ditempuh selama 5 jam termasuk bongkar muatnya.

20150516_163912_exposure

Mendapat teman baru, sebagai teman ngobrol di kapal ferry antara Lembar (Lombok) – Padang Bai (Bali), Sabtu 16/5/15

Dengan teman baru kita bisa ngobrol banyak, serta mendapatkan hal-hal baru, seperti yang ditemui Motobikerz dengan seorang pria gondrong ala Indian di kapal ferry antara Lombok – Padang Bai (Sabtu, 16/5/15). Iapun sebenarnya juga sedang jalani turing sendiri ke Lombok dan bercerita banyak tentang perjalananannya. Ini menjadi bahan masukan buat Motobikerz untuk kedepannya.

Singkat kata Motobikerz saling berbagi cerita atau sharing informasi, dan pengalaman ini sangat menyenangkan, dimana semula Motobikerz tidak ada teman, namun kini ada teman baru. Namun Motobikerz juga punya waktu untuk beristirahat, selain bisa tidur-tiduran di kursi penumpang, Motobikerz juga sempat menyewa kasur seharga Rp. 40.000 untuk tidur berbaring. Lumayan dapat waktu tidur walaupun hanya beberapa menit.

Jadwal & Ongkos Kapal Ferry

Bicara soal perjalanan dan jadwal kapal ferry yang dialami Motobikerz bisa dikatakan tidak ada masalah. Pelayanan PT ASDP sebagai operator kapal ferry penyeberangan sudah memiliki pelayanan yang cukup bagus, jadwalnya teratur dimana Motobikerz datang ke pelabuhan langsung bayar tiket dan kemudian langsung masuk ke dek kapal (beruntung kapal ferry memang siap menunggu kedatangan Motobikerz).

Sedangkan ongkos/tarif kapal ferry bisa dibilang sangat wajar, tidak begitu mahal. Motobikerz dengan motor Inazuma 250cc hanya membayar ongkos, Rp. 32,000 sekali jalan rute Ketapang – Gilimanuk. Sementara itu, rute Padang Bai – Lembar ongkosya Rp. 167.000. Ongkos tersebut buat orang dewasa bersama motor kategori dibawah 500cc

bigtarifupdatewebsite2012revised_minimized

Setelah motor diparkir, dan lagi-lagi Inazuma 250 full box yang cukup berat ini mendapat tempat parkir khusus, artinya Motobikerz bisa memilih posisi yang paling enak dan aman tentunya. Saat standard tengah akan diangkat, petugas kapal ferry ikut membantu menarik motor dari belakang. Setelah itu truk barang, mobil penumpang, dan penumpang ikut masuk ke dalam dek kapal. Tak lama kemudian petugas menutup palka kapal dan setelah semuanya sudah parkir dengan aman. Terdengar suara mesin kapal dibunyikan yang menandakan kapal siap berlayar.

Informasi yang diterima Motobikerz, pelayanan kapal ferry seperti ini juga terdapat hingga ke Pulau Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). Jadi, kalau masbro ada rencana mau turing hingga ke Flores NTT  jangan kuatir soal penyeberangan dengan kapal ferry, namun yang perlu dikuatirkan hanya kondisi alam alias ombak besar yang kadang-kadang penyeberangan antar pulau ini harus ditunda menunggu laut sedikit lebih tenang.

Kalau masbro memang jadi mau turing ke Flores NTT, maka hitungan penyeberangan kapal ferry dari Jawa menjadi 4 kali (atau 8 kali termasuk pulang), dengan perincian Pelabuhan Ketapang (Jatim) -Gilimanuk (Bali), lalu Padangbai (Bali) – Lembar (Lombok/NTB), Kayangan (Lombok/NTB) -Pototano (Sumbawa/NTB), dan Sape (Sumbawa/NTB) – Labuan Bajo (Flores/NTT). Jalur penyeberangan terdekat adalah Ketapang-Gilimanuk, sekitar 45 menit, dan jalur terpanjang yakni Sape-Labuan Bajo dengan waktu 7 jam. Untuk ongkos total kapal ferry silahkan simak tabel diatas.

Pemeriksaan STNK & SIM

Pengalaman Motobikerz sesudah membeli tiket kapal ferry, selalu ada pemeriksaan STNK dan SIM oleh petugas kepolisian yang bertugas di pelabuhan. Hal ini ada baiknya untuk memastikan kendaraan yang kita bawa bukan hasil curian, dan SIM yang kita miliki juga masih berlaku. Jadi masbro, kalau sedang jalani turing jangan coba-coba tidak membawa surat-surat kendaraan bermotor.

.Solo Touring Jawa Bali Lombok 9-19 May 2015 supported by:

  • Lubricant by Pertamina Enduro Racing 4T
  • Tire by Michelin Pilot Road 4 (Michelin)
  • Gear & apparels riding by Respiro Ridingware

One thought on “Pengalaman Naik Kapal Ferry antara Jawa – Bali – Lombok

  1. Wah boleh juga tips’nya itu. Solo traveling ga harus sendiri. Positifnya pasti ada temen nanti yang akan dijumpai, so ngapain susah kalo mw jalan takut ga ada temennya. Buktinya jawa-bali – lombok teramini hingga artikel ini ada. Yang penting jokinya semangat dan tunggangannya nyaman 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *