Jeffrey Polnaja “Ride for Peace Ke-2” segera tiba di Tanah Air

1003299_10151815650893974_974897744_n

Dari akun facebook Ride For Peace termonitor jika Jeffrey Polnaja, penjelajah dunia seorang diri dengan sepeda motor asal Indonesia, pada akhir pekan lalu, Sabtu, 25 Juli 2015, telah mencapai Timor-Leste, negara tujuan terakhir misi Ride for Peace (RFP).

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat berusia 53 tahun ini masuk ke negara tetangga tersebut setelah sukses menjalani petualangan penuh tantangan di sepanjang benua Australia dan Selandia Baru selama hampir empat bulan.

Jeffrey mengaku sangat bersyukur bisa menyelesaikan tahapan penjelajahan yang cukup berat di Australia. Dia menilai petualangan di negara Kanguru itu sebagai puncak penjelajahan RFP kedua. Berbagai lintasan panjang dengan medan ekstrim dan cuaca buruk telah dihadapi pria yang akrab disapa Kang JJ ini.

“Saya bersyukur masih diberikan kekuatan menjalani misi Ride for Peace. Benua Australia, walau pun dekat dengan Indonesia, telah memberikan nilai baru dalam hidup saya,” ujar Jeffrey.

“Nilai tantangan serta pengalaman di Australia tidak saya temukan di negara-negara lain yang telah saya singgahi sejak Ride for Peace pertama dan kedua ini. Banua ini memiliki tantangan alam dan budaya tersendiri,” ungkap pria yang masih ditemani Silver Line, sepeda motor BMW R 1150 GS bernomor polisi B 5010 JP.

Jeffrey menegaskan bahwa petualangan dengan kendaraan roda dua di Australia tak sekadar menuntut stamina prima. “Banyak teman menyarankan kepada saya untuk mengenali budaya-budaya setempat, khususnya dari suku-suku Aborigin, agar tidak mengalami masalah di luar pemikiran kita,” tambahnya.

“Karena itu, saya berusaha untuk selalu menghormati budaya mereka, dan tak segan-segan mengajukan izin kepada pemegang kuasa adat Aborigin di sebuah wilayah sebelum memasuki kawasannya,” lanjut Jeffrey.

Dalam misi RFP di Australia ini Jeffrey mengaku bekerja sama dengan  Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney Yayan Mulyana, Konjen KJRI Melbourne Dewi Savitri Wahab, Konsulat Republik Indonesia di Darwin Andre Omer Siregar, serta Duta Besar Republik Indonesia di Canberra Nadjib Riphat Kesoema untuk mempromosikan Indonesia secara langsung kepada publik Australia. Bersamanya, RFP menjelajahi berbagai pelosok terpencil di benua Kangguru dan memperkenalkan Indonesia sebagai negara penuh keragaman budaya yang bersahabat dengan seluruh bangsa di dunia.

Jeffrey sendiri masuk ke Benua Australia setelah dirinya mampu mencapai kota paling selatan di muka bumi, Ushuaia, Argentina, lalu kembali ke utara menuju Gurun Atacama Santiago, Chili pada awal tahun ini. Dari benua Amerika ini dia mengapalkan “Silver Line” menuju Sydney, Australia yang tiba pada Maret 2015.

“Saya sempat mengunjungi Selandia Baru dan menjelajah North Island sampai Auckland. Tidak lama, karena Selandia Baru tidak luas,” katanya. Dari negara yang tak jauh dari Kutub Selatan itu Jeffrey kembali ke daratan Australia untuk memulai misi RFP. Tak kurang dari 20 daerah dan kota yang terhubung dengan jarak sangat jauh serta medan berat disinggahinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *