Masuk terowongan Goa Belanda di Sibolga, siapa takut?

RE Camera

Ketika keluar dari kota Sibolga menuju arah Tarutung Sumatera Utara pada Kamis, 1 Oktober 2015 yang lalu, lebih kurang pada titik 5 km di Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah, tiba-tiba jalan lebih mengecil, tebing di kanan jalanpun menjadi lebih dekat ke jalan, dan ada sebuah sebuah terowongan/goa yang harus dilewati.

Oops.. MotoBikerz.com dengan rider Stephen Langitan (SL) yang sedang menjalani solo riding touring keliling pulau Sumatera sejauh 5.500 Km dalam waktu 15 hari, tidak melewatkan begitu saja lokasi goa ini. SL mengambil posisi parkir untuk melihat suasana sekitar terowongan, dan setelah diamati ada dua buah terowongan sempit yang harus dilewati.

Terowongan pertama bentuk jalannya menikung, dan terowongan kedua dengan jalan agak menanjak lurus. Uniknya tepat di punggung terowongan kedua ada curahan air terjun yang mengalir langsung turun ke dalam jurang, dan ini hanya bisa dari jarak jarak 50 meter sebelum SL masuk ke goa pertama.

Menurut SL, panjang masing-masing kedua terowongan ini sekitar 25 – 30 meter dan hanya bisa dilalui untuk satu kendaraan. Truk HINO bisa masuk tapi sangat ngepas, dan mungkin truk harus maju mundur saat masuk terowongan pertama. Bunyi klakson merupakan alat penanda jika mau masuk, dan kendaraan dari arah lawan harus menunggu.

Menurut catatan sejarah, jalan terowongan atau jalan goa ini adalah peninggalan sejarah Belanda yang dibuat pada tahun 1930, maka tak heran disana ada pelakat yang bertuliskan Goa Belanda. Konon, Goa Belanda ini katanya angker apalagi saat dilewati pada malam hari. Tapi bagi SL yang sudah melewatinya terasa biasa-biasa saja, aman dan sama sekali tidak menakutkan.

Nah.. selengkapnya silahkan simak video berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *