Setahun bersama Suzuki Inazuma. Apa saja suka dukanya?

IF

Yup.. tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan MotoBikerz.com yang memiliki sekaligus memakai motor Suzuki Inazuma GW250 ternyata sudah setahun. Kalau melihat dari artikel sebelumnya, motor bermesin dua silinder ini tiba dimarkas MotoBikerz.com pada Senin, 17 November 2014 dan baru bisa dipakai keluar komplek pada awal Desember 2015 atau setelah STNK diterima.

Nah, MotoBikerz baru saja membayar pajak tahun kedua sebesar Rp. 654,000 (KTP Depok) dan hal ini mengingatkan MotoBikerz bahwa pemakaian sepeda motor dengan 2 muffler ini ternyata sudah mencapai 12 bulan lebih sejak dipakai dari tahun lalu.

Namun demikian, apa saja yang bisa diceritakan tentang pengalaman memiliki Inazuma selama setahun ini? Apa saja suka dukanya menggunakan motor berbobot 180 Kg lebih ini?

Kesimpulan MotoBikerz.com yaitu motor ini sangat-sangat nyaman dipakai berkendara buat jarak jauh, hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh MotoBikerz.com melalui rider Stephen Langitan (SL) yang sudah mentuntaskan beberapa program turing jarak jauh selama tahun 2015 ini dengan motor Suzuki Inazuma GW250, antara lain:

  1. Tour Banten 515 Km” Januari 2015 dengan rute Jakarta – Serang – Nol Km Anyer – Pandeglang – Pelabuhan Ratu – Jakarta
  2. ION Goes To Central Java 1,530 Km” Januari 2015 dengan rute Jakarta – Weleri – Wonosobo – Dieng – Borobudur – Jogjakarta – Pantai Indrayanti G. Kidul – Jogjakarta – Baturaden – Bandung – Jakarta.
  3. West Java Tour 570 Km” Februari 2015 dengan rute Jakarta – Cianjur – Cidaun – Pantai Ranca Buaya – Pengalengan – Bandung – Cianjur – Jakarta.
  4. Jakarta – Bali – Lombok Tour 3.250 Km” Mei 2015 dengan rute Jakarta – Semarang – Malang – Bayuwangi – Denpasar – Mataram – Denpasar – Bromo – Pacitan – Jogjakarta – Purwokerto – Jakarta.
  5. Keliling Sumatera plus Nol Km Sabang 5.500 Km” September-Oktober 2015 dengan rute Depok – Banten – Lampung – Sumsel – Jambi – Sumbar – Sumut – Lintas Barat Aceh – Nol Km Sabang – Lintas Timur Aceh – Sumut – Riau – Jambi – Sumsel – Palembang – Banten dan Depok
  6. Goes To HBD Pacitan & Jajal Trek Pantai Selatan Central Java 1.400 Km” November 2015 dengan rute Depok – Cirebon – Tegal – Pekalongan – Semarang – Salatiga – Solo – Wonogiri – Pacitan – Wonosari – Parangtritis – Jl. Raya Dandles – Pantai Tawang – Kebumen – Banjar – Tasikmalaya – Bandung – Cianjur – Bogor – Depok.

Total jarak touring yang sudah ditempuh motor Inazuma ini sudah mencapai jarak 12,750 Km sementara itu untuk pemakaian harian baru menempuh jarak sekitar 4,750 Km. Sebagai bukti dapat dilihat pada odometer motor milik MotoBikerz yang sudah mencapai angka 17,500 Km.

Artinya, MotoBikerz lebih sering memakai motor ini untuk kegiatan touring, karena jujur kata memang motor ini mampu membuat betah berkendara dalam jarak jauh. Hal ini karena riding poistion-nya yang nyaman (tidak lelah) disertai dengan tenaga maupun torsi Suzuki Inazuma yang sulit didapatkan pada motor merek lain.

Selama setahun ini, MotoBikerz tidak banyak melakukan modfikasi atau perubahan. Karena pada awalnya dibeli, memang sudah niat ingin dipakai untuk kegiatan touring jarak jauh, maka salah satu bagian terpenting untuk touring adalah penambahan top box Shad 48 yang dipasang sejak bulan Januari 2015, dan belakangan pasang side box GIVI E22 yang dipakai sejak menjalani touring Jawa-Bali-Lombok dibulan Mei 2015.

Sementara itu, ban standard bawaan pabrik merek IRC pernah dipakai ketika menjalani Touring Banten 515 Km dan ION Goes To Central Java Tour 1,530 Km, kemudian MotoBikerz mencoba ban merek Shinko dalam ajang touring West Java Tour 570 Km. Baru belakangan menggunakan ban Michelin Pilot Road untuk menjajal rute Jawa-Bali-Lombok 3.250 Km sekaligus keliling Sumatera 5.500 Km.

Bicara soal keluhan spare parts dan servis? Sebenarnya sih motor ini aman-aman saja dan tidak ada keluhan. Bahkan selama dipakai menjalani touring dengan jarak total 12,750 Km plus pemakaian harian 4.750 Km hingga artikel ini ditulis sama sekali tidak ada keluhan maupun masalah apapun tentang mesin, spare-parts maupun service motor. Mogok atau mengalami accident, ataupun jatuh saat berkendara sama sekali tidak pernah terjadi! Ya, semoga semuanya berjalan lancar dan tetap aman (zero accident).

Pada awalnya sesuai dengan buku panduan yang diberikan, motor ini melakukan service rutin di bengkel resmi Suzuki. Ketika service gratis sudah tidak berlaku lagi, maka service berikutnya dilakukan di bengkel Ko Welly Bong Karisma Motor Cinere yang biasa menangani motor merek Suzuki. Nah, service inipun terbatas hanya ganti oli, tune up dan stel klep ketika melakukan persiapan touring.

Spare parts apa saja yang sudah pernah diganti? Dengan jarak 17,500 Km, Inazuma ini baru mengganti kanvas rem depan orisinal made in Japan dengan harga Rp. 600,000 ribu. Kanvas rem belakang masih bagus, karena gaya riding MotoBikerz lebih banyak menggunakan rem depan ketimbang rem belakang, jadi wajar saja jika kanvas rem depan lebih cepat aus.

Sementara itu filter udara dan filter oli rencananya akan diganti ketika odomoter motor ini sudah mencapai jarak 20,000 Km. Aki kering Yuasa bawaan pabrik belum pernah diganti, masih awet. Kabel rem depan, maupun kabel gas masih bagus, dan keduanya belum pernah diganti. Rantai, maupun gear depan dan belakang  juga masih bagus, dan belum perlu diganti.

Demikian pula untuk air radiator juga belum pernah dikuras, bahkan belum pernah ditambah karena berkurang, masih awet. Tangki bensin belum pernah dikuras, karena sejauh ini masih bersih dan BBM maupun fuel injection-nya masih berjalan sempurna.

Oh ya, pemakaian BBM untuk turing jarak jauh seperti keliling Sumatera sejauh 5,500 Km rasionya adalah 1:35 (1 liter untuk 35 Km); sedangkan untuk touring Jawa-Bali-Lombok 3,250 Km rasionya adalah 1:30 (1liter untuk 30 Km). Apakah angka ini terbilang irit? Kalau menurut MotoBikerz sih angka ini sudah cukup irit untuk motor dikelas 250cc.

Singkat cerita, sukanya dari Inazuma ini banyak sekali, selain bikin betah touring jarak jauh, juga effisien dalam hal spare-parts, service, dan BBM-nya. Namun perlu dicatat, MotoBikerz memang tidak pernah melakukan perubahan atau modifikasi apapun pada bagian mesin dan knalpot, yang pasti tetap dalam keadaan standard sehingga hal ini sangat memungkingkan motor tetap aman dan tidak menimlbukan keluhan.

Bagaimana dengan dukanya? Bisa dibilang tidak ada. Tapi mungkin saja motor ini akan bikin orang kerepotan dan biasanya tukang parkir sewot jika sewaktu-waktu motor ini perlu digeser, pasalnya berat. Oleh itu MotoBikerz selalu mengusahakan lokasi parkir yang nyaman agar motor tidak perlu lagi digeser-geser lagi, antara lain parkir khusus untuk motor kelas 250cc keatas.

Setelah setahun, bagaimana rencana tahun kedua atau berikutnya?

Yup, MotoBikerz masih punya rencana turing jarak jauh bersama Inazuma ini. Jika sebelumnya sudah menjalani touring di Jawa-Bali-Lombok dan Sumatera, maka rencana event berikutnya adalah, akan menjajal Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Flores, dan tidak menutup kemungkinan berencana akan menjalani touring ke negara-negara ASEAN. Wow.. semoga saja rencana ini kelak dapat terlaksana.

Selanjutnya, tunggu saja ceritanya di halaman MotoBikerz.com yang anda baca ini.

24 thoughts on “Setahun bersama Suzuki Inazuma. Apa saja suka dukanya?

  1. Mantab nih Inazuma, semoga ada diskon 10 jt lagi kaya tahun kemarin 🙂

    • soal diskon itu kejutan bro.. sales ngga bisa info didepan berapa diskonnya.. tapi ketika motor sampai rumah baru deh sales bilang angkanya.. malah kemarin ada yg dapat diskon 13 juta

  2. Salut, ditunggu untuk touring2 berikutnya om. Kalau ke Borneo semoga berkenan singgah ?

  3. Wuah, manteb banget om SL. Jadi pengen Inazuma (lagi) nih habis baca tulisannya.

  4. wah kampas depan kok mihil bingits

  5. Duka nya banyak yg nanya ini motor apa ya om

    • hahaha.. memang sih sering ditanya2 motor apa ini.. awalnya senang.. tapi lama2 setiap berhenti/break dikala turing cape juga menjawabnya.. hitung2 sbg suka-duka

  6. ajib om ..blm kebeli pingin nih 😀

  7. Masalah kualitas dan ketahan mesin suzuki tidak perlu diragukan lagi seluruh dunia mengakui itu!

  8. Makasih Om…Jadi Tambah Nyidam sama Si”INA”…HE.HEE

  9. Luthfi Akhsani says:

    Sip bang..skalian mau nanya…kalo setelan pada eco atau norm pengaruhnya apa ya?trus trip 1 sama trip 2 maksudnya gmana?makasih…

    • Riding mode Eco buat santai, Normal buat kencang, dan ngga mau pake riding mode juga bisa.. hasilnya bisa tembus sapai 140 km/jam. Soal trip odomoter untuk pengaturan jarak, biasanya saya pakai Trip 1 utk melihat jarak tempuh perjalanan turing, dan Trip 1 untuk melihat jarak tempuh oli.

  10. Mohon info om… Dealer suzuki jkt yg ready izum… saya tinggal di papua sempat tanya dealer suzuki sorong ktnya izum sdh tdk ready lg? Rencana mau touring papua barat dgn izum om.

  11. mantab om motornya. cuman sayang minat orang2 lagi ke motor balap berfairing. pada terobsesi jadi pembalap.. tapi apapun motornya yang penting nyaman buat ridernya itu sendiri

  12. Bung Ariez says:

    Izumi mantab pokoke…

  13. Antonius Walis says:

    Mas Bro, says pengin beli inazuma yang baru di daerah Jakarta atau tengerang …apa bisa di bantuin Cari infonya mas Bro. Trims ya. Salam kenal.

    • Nyari motor Inazuma:
      1- Unit baru hub. dealer Suzuki Mitraindo Cileduk Telp. (021) 732 2179
      2. Unit seken hub. Bengkel Karisma Motor Hp. 081316049399

      • antonius walis says:

        sore mas bro, 2 hari setelah dapat infonya saya telpon ke dealer tersebut…inazumanya di beli oelh orang surabaya. apa mas bro ada info terbaru untuk inazuma hadir kembali di indonesia. trims info sebelumnya.

  14. Antonius Walis says:

    Trims sangat membantu mas Bro

  15. Mantap om SF, btw goodluck buat solo ride JKt-London nya ya om, semoga selamat da sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *