Riding Malam Hari Menuju Sengkang, Ibukota Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan

Setelah puas jalan-jalan di Kota Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, pada hari Selasa 1 Maret 2016 solo rider Stephen Langitan (SL) memulai perjalanan Solo Riding Touring Sulawesi dari Kota Maros menuju Kota Sengkang dengan jarak tempuh 160 Km. Bro Samuel Malau dari Kombo Riders Makassar melepas kepergian SL di depan gerbang Taman Wisata Bantimurung sekitar pukul 16.30 wita.

Setelah kami berpisah, solo riding pun dimulai dan trek pertama adalah melewati kawasan hutan Taman Nasional Bantimurung di jalan poros antara Maros – Soppeng. Kondisi jalan lumayan sepi, kecil melintasi bukit terjal di kawasan hutan lindung. Lepas dari daerah hutan lindung kemudian kami melewati persawahan dan jalanpun sudah mulai lebar dengan kondisi baru lengkap dengan garis putihnya.

Batas Kabupaten Maros – Kabupaten Bone tampak terlihat disebuah tikungan, dan kamipun kemudian mencari warung yang layak untuk istirahat minum sekaligus buang air kecil. Ketika sedang melewati jalan yang sedang diperlebar akhirnya kami berhenti di sebuah toko yang pas berada disebelah mesjid. Ternyata toko ini menjadi tempat istirahat karena setelah SL berhenti menyusul 3 mobil juga ikut berhenti buat mencari minum, sekaligus ke toilet.

Screenshot_2016-03-01-16-34-17Jam sudah menujukkan pukul 18.00 dan sudah mulai gelap. Kami kembali duduk diatas motor untuk melanjutkan perjalanan seorang diri. Gelap malam hari sudah mulai terasa, tetapi kami harus tetap jalan, melewati jalan sedang diperbaiki maupun jalan mulus. Kadang-kadang motor dipacu dalam kecepatan diatas 100 km/jam dimana mata fokus di garis putih.

Kami menjumpai sebuah pertigaan, kalau kekanan munuju Wantapone (pantai barat) dan kekiri menunju Soppeng dan terus ke Sengkang. Pertigaan-pertigaan seperti ini semakin sering kami jumpai, kadang kala kami harus behenti melihat Google Map di Smarthphone atau bertanya langsung kepada penduduk setempat. Pernah satu kali melihat sebuah pertigaan dalam keadaan ragu-ragu, kalau kanan jalan mulus, kekiri jalan lama, dan akhirnya dipilih jalan bagus kekanan.

Setelah motor Inazuma dipacu sejauh 5 km, tiba-tiba dalam hati bertanya apa benar atau tidak jalan ini?. Alhasil di tengah suasana gelap gulita kami berheni dulu dan membuka Google Map melalui smartphonen. Setelah diurut jalur / trek di google map, ternyata jalur yang dipilih salah dan harus balik ke pertigaan tadi.

Jalan malam memang gelap tak dapat melihat keadaan sekitar. Tapi itulah seni berkendara dimalam hari, mau tak mau kami hanya mengandalkan Google Map Smartphone yang selalu stand by dengan power bank dan tersimpan di dalam tank bag. Menggunakan Google Map boleh dibilang akurat, bahkan jarak dan waktu tempuhnya juga akurat hanya saja kita manusia (lebih santai dan fleksible) karena kita memang bukan robot mesin.

Singkat cerita, pukul 20.30 akhirnya kami sudah tiba di Kota Sengkang yang dikenal sebagai ibukota Kabupaten Wajo dan merupakan Kota Tenun yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika berhenti di sebuah SPBU untuk ke toilet, sejenak kami membuka smartphone dan terbaca ada pesan-pesan yang muncull di BBM. Salah satunya adalah pesan dari Bro Aan penghuni Kota Sengkang yang sudah dikontak oleh teman-teman Kombo Riders Makassar.

Hanya menunggu di sebuah pertigaan di Kota Sengkang, bro Aan dengan motor skutiknya datang menghampiri. Semula kami ingin menginap di penginapan yang sudah terlihat didepan mata agar tidak merepotkan, malah sebaliknya bro Aan yang dikenal sebagai Kombo Riders Sengkang meminta kepada kami agar menginap dirumahnya. Wow,, kami mendapat sebuah tawaran baik yang tidak boleh ditolak. Inilah persaudaraan Kombo Riders di Sulawesi, sekali berjumpa menjadi saudara!

Setelah motor Inazuma di parkir didepan rumahnya Bro Aan, kemudian kami berdua jalan kaki untuk mencari makan malam sekitar pukul 21.00. Obrolan santai kemudian berlanjut di rumahnya Bro Aan dan tak lama kemudian beberapa biker sekitar Kabupaten Wajo datang menjumpai kami. Obrolan masih terus berkanjut hingga pukul 24.00 dan kami sudah benar-benar ngantuk berat, dan mohon maaf harus istirahat karena besok paginya Rabu, 2/3/16 perjalanan harus dilanjutkan lagi menuju Makale Tana Toraja sejauh 200 Km.

VIDEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *