Menempuh jalur Sengkang – Makale Tana Toraja sejauh 181 Km

MotoBikerz.com melalui solo rider Stephen Langitan (SL) sering tersenyum sendiri ketika melihat peta Sulawesi, rasanya jalur yang ditempuh jauh sekali, tetapi sebenarnya hal ini tidak demikian.

Menurut pengalaman MotoBikerz, jika kita ingin touring jauh nikmati saja perjalanan dari hari ke hari atau step by step, dan jangan pernah melihat berapa jauhnya, atau mikirin berapa KM-nya. Santai saja dan akhirnya sampai juga ditujuan.

Hari Rabu, 2 Maret 2016 merupakan hari ke-5 perjalanan MotoBikerz.com dalam ajang Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi 6.000 Km dangan rute Kota Sengkang Kabupaten Wajo menuju Kota Makale Kabupaten Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan.

101_0016Dari aplikasi Google Map disebut jaraknya 181 Km dan waktu tempuhnya 4 jam 38 menit. Biasanya pehitungan MotoBikerz menambah 2 jam dari angka Google Map tersebut biar lebih pasti, karena diperjalanan kita sebagai manusia perlu berhenti untuk isi bensin, istirahat, ngopi, makan siang, dan juga berhenti untuk berfoto-ria sehingga waktu tempuhnya bisa bertambah mejadi 6 jam lebih.

Sewaktu meninggalkan Kota Sengkang tepat pukul 9.30 wita dan faktanya tiba di Kota Makale Tana Toraja sekitar jam 16.00 atau waktu yang ditempuh lebih kurang 6 jam 30 menit.

Oh ya.. catatan waktu ini kami dapat dari hasil foto smartphone yang digunakan MotoBikerz. Jadi setiap kali meninggalkan kota dan juga memasuki kota yang berikutnya, kami selalu menjepret foto termasuk foto pemandangan indah. Maksudnya setiap berfoto sudah pasti angka jam ikut terekam disana, jadi kita bisa tahu kapan persisnya kami berada pada dilokasi yang dimaksud..

Hamparan ladang sawah menuju Sidrap

Menempuh jalur Sengkang – Makale Tana Toraja sejauh 181 Km selam 6.5 jam, kami melewati ladang persawahan dengan trek lurus panjang mulai dari Sengkang hingga Sidrap, kemudian kami berlanjut ke Rapang. Di trek lurus panjang motor Suzuki Inazuma sering kami geber diatas kecepatan 100 km/jam. Lepas dari Rapang kontur jalanpun sudah berubah naik ke bukit-bukit dengan kondisi jalan lebih banyak tikungan naik-turun.

Memasuki kawasan Enrekang, kami melihat pemandangan indah berupa alam lembah, perbukitan yang eksotik. Lumayan panjang lembah di Enrekang ini membuat kami harus berhenti untuk berfoto. Biker yang datang dari luar pulau Sulawesi wajib berfoto disini, karena inilah rute menuju ke Tana Toraja.

Tugu Perbatasan dan Selamat Datang Tana Toraja

Setelah Enrekang, kami melihat tugu Selamat Datang Kabupaten Tana Toraja dan kami kembali berhenti untuk berfoto. Masuk Kabupaten Tana Toraja udaranya lumayan sejuk, dibungkus hutan pinus. Tak ketinggalan pemandangan rumah adat Toraja sering kami lihat sejak tugu perbatasan. Kami berjalan pelan dan santai menikmati udara dingin dan hutan yang kami lewati, dan pukul 16.00 kami tiba di Makale (45 menit dari tugu perbatasan).

Pukul 16.30 check in di penginapan Wisma Bungin Jl, Nusantara Makale. Pukul 17.00 kami ngopi lagi di warung sebelah penginapan. Selain menikmati kopi panas dengan hawa sejuk kota Makale, kami juga menikmati percakapan orang-rang di Makale dengan bahasa Toraja. Itulah Indonesia, setiap kabupaten bisa berbeda suku, berbeda bahasa, dan berbeda agama tetapi tetap satu bersama NKRI.

Kota Makale Tana Toraja Sulawesi Selatan

Setelah ngopi di sore hari, turun hujan lebat di Kota Makale dimana iklimnya mirip dengan Puncak Pass sering turun hujan. Pada malam harinya dua sahabat bikers Tana Toraja datang menjumpang kami di penginapan, yaitu Bro Christian dari Byson Yamaha Owner Club Toraja, dan Bro Sutan dari Inazuma Owner Network (ION) Chapter Makassar. Kami bertiga kemudian makan malam bersama tidak jauh berjalan kaki dari penginapan.

VIDEO

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *