Jelajah Sulawesi, Tana Toraja – Mangkutana via Palopo sejauh 212 Km

IF

Setelah puas 3 malam menginap di Kota Makale Kab. Tana Toraja, perjalanan Solo Touring Sulawesi oleh MotoBikerz.com dengan Solo Rider Stephen Langitan (SL) dilanjutkan menuju Hotel Sikumbang di Kecamatan Tomoni Luwuk Timur Provinsi Sulawesi Selatan pada perjalanan Lintas Sulawesi hari ke-8 Sabtu 5/3/16.

Makale-Mangkutana

Makale Kab. Tana Toraja – Mankutana Sulawesi Selatan 212 Km

Jarak tempuh antara Kota Makale Kabupaten Tana Toraja hingga ke Hotel Sikumbang berjarak 212 Km namun MotoBikerz membagi perjalanan ini dalam 4 etape dan masing-masing memiliki cerita tersendiri. Mau tau ceritanya? Simak tulisan dibawah ini.

Artikel_19_001Setelah berpamitan dan bersalaman dengan Bro Christian Topan, ibunda, dan adik-adiknya dimana kami mungkin telah merepotkan menginap dirumah keluarga yang sangat asri dan nyaman, kemudian kami isi bensin full tank di SPBU Kota Makale. Btw.. terima kasih banyak kepada Bro Christian dan keluarganya atas segala fasilitas dan jamuan yang diberikan kepada Solo Rider SL.

Etape 1 Menuju Rantepa Tana toraja Utara

Bro Sutan (ION Chapter Makassar) menemani kami menjalani rute antara Kota Makale Kabupaten Tana Toraja menuju Kota Rantepao Kabupaten Tana Toraja Utara. Kondisi jalan di jalur sejauh 20 Km ini terasa kurang bagus, jalan lama dan banyak lubang padahal rute ini adalah jalur utama parawisata dimana wisatawan ramai menuju Makam Adat Toraja, Gua Londa dan Rumah Adat Toraja Tongkonan, Ke’te Ketsu’.

IFDi Kota Rantepao, masih ditemani Bro Sutan dengan motor Suzuki Inazuma merah yang rupa dan modelnya benar-benar sama persis dengan milik MotoBikerz dan kami berdua mampir ke toko asesories motor milik si-Ayah TOC (Tiger Owner Celebes) Toraja.

Setelah ngobrol dan minum kopi bersama, akhirnya kami mohon diri dari kios si-Ayah, dan tepat pukul 10.00 kami pun juga berpisah dengan Bro Sutan di kota Rantepao dimana Solo Rider SL kembali meneruskan perjalanan menuju ke arah timur, tepatnya Kota Palopo Kabupaten Luwu sebagai etape kedua. Terima kasih kepada Bro Sutan buat waktunya yang selalu mengawal kami di Tana Toraja.

Etape 2 Melintas Jalan Poros Rantepao – Palopo

IFPada etape kedua, yang disebut Jl. Poros Rantepao-Palopo sejah 60 Km adalah jalan gunung penuh dengan hutan pinus. Setelah 2 hingga 3 km keluar Kota Rantepao, MotoBikerz kemudian melihat rumah penduduk sudah semakin jarang dan akhirnya Solo Rider SL pun masuk kawasan hutan pinus maka jalan semakin sepi, jarang kendaraan, dan tidak lagi menemukan rumah penduduk.

IFMotoBikerz seorang diri berkendara dengan santai, pelan karena kondisi jalan berliku-liku dengan tikungan tajam, sembari menikmati udara sejuk dan pemandangan berkabut. Tak itu saja, pada sebuah titik tertentu kita bisa melihat awan bergumpal-gumpal. Kamipun harus berhenti 4 kali karena tak ingin melewatinya begitu saja. Foto selfie dan video pun dimainkan buat bahan dokumentasi. Pemandangan alam-nya masih asri.

IFDari referensi yang ada, daerah ini masih berada dikawasan Pegunungan Latimojong yang merupakan salah satu pegunungan di Pulau Sulawesi. Jalan yang dilewati oleh Solo Rider SL berada pada ketinggian antara 1.250 -1.500 dpl (diatas permukaan laut). Kemudian jalan mulai menurun, dan menurun,  serta merta hawa sejuk tadi mengilang. MotoBikerz kemudian tambah kecepatan untuk mengejar waktu makan siang jam 12.00 di Palopo.

Etape 3 Bertemu TOC (Tiger Owner Palopo)

IFSementara lagi asyik ngegas, tiba-tiba ada rombongan motor yang mencegat Solo Rider SL. Setelah berhenti dan berkenalan, ternyata mereka adalah rekan-rekan biker TOC (Tiger Owner Celebes) Palopo yang memang sengaja menunggu kami di sebuah warung durian. Wow.. jam di arloji menunjukkan pukul 11.40 wita, dan sejenak kami turun dari motor mecicipi buah durian. Setelah itu rombongan TOC Palopo ini mengawal Solo Rider SL hingga tiba di Kota Palopo.

IFSetelah 30 menit, akhirnya MotoBikerz bersama kawalan TOC Palopo tiba di sebuah cafe, namanya Coffee Racer yang dikenal sebagai lokasi Kopdar TOC Palopo sekaligus Sekre TOC Palopo. Disana telah menunggu Bro Jody sesepuh TOC Palopo yang mengenakan t’shirt HTML (Honda Tiger Mailing List) dan iapun datang mengendarai moge matic, Suzuki Burgman. Sudah pasti Inazuma diparkir bersebelahan dengan Burgman milik bro Jody satu-satunya di Palopo.

Artikel_19_018MotoBikerz tak bisa menolak ajakan makan siang yang sudah disediakan di Coffee Racer milik seorang anggota TOC Palopo. Nah, buat biker yang sedang turing Lintas Sulawesi kudu harus mampir dulu di Coffee Racer di Jl. A. Panerang Palopo Sulawesi Tengah (peta google map). Selain untuk istirahat, juga biker Lintas Sulawesi bisa mendapatkan teman baru, serta ngobrol-ngobrol soal jalur yang akan ditempuh.

Artikel_19_019Pukul 13.45 setelah foto bersama MotoBikerz pamit diri. Namun sebelum meninggalkan Palopo bersama sahabat biker TOC Palopo kami dikawal untuk jalan-jalan di sekitar Kota Palopo untuk bahan dokumentasi, antara lain menuju Masjid Tua Palopo, Masjid Djami’ Tua Kota Palopo. Konon mesjid ini merupakan masjid Kerajaan Luwu yang dibangun oleh Raja Luwu yang punya nama panjang sekali. Maaf ngga dicatat!

IFKemudian MotoBikerz masih diantar oleh teman-teman TOC Palopo mengarah ke Istana Luwu atau Istana Datu Luwu yang berlokasi di Kota Palopo yang dahulu merupakan Pusat Kerajaan Luwu. Istana ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1920 untuk menggantikan “Saoraja”, istana raja yang sebelumnya diratakan oleh Pemerintah Belanda sendiri. Tulisan sejarah ini dikutip dari wikipedia.

IFBangunan ini memiliki arsitektur bergaya Eropa. Di dekat bangunan istana saat ini dibangun miniatur Saoraja dan di depan istana tersebut terdapat Monumen Perjuangan Rakyat Luwu berupa patung tangan yang memegang badik terhunus ke langit. Saat ini istana ini berfungsi sebagai Museum untuk mengenang perjuangan dan melestarikan kebudayaan Kerajaan Luwu. Nah.. bagi yang mau detailnya langsung saja datang ke lokasinya.

IFKunjungan yang berikutnya, Solo Rider SL masih ditemani teman-teman biker TOC Palopo menuju Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo. Ada apa sih disana? MotoBikerz hanya ingin sekedar menikmati keindahan laut dan mendapatkan angin laut, setidaknya sudah mencatatkan diri pernah ke pantai Tanjung Ringgit ini setelah tadi melewati jalan berliku-liku di gunung. Dari udara dingin menjadi puanas sekali.

Tanjung Ringgit terletak di Jl. Yos Sudarso Kota Palopo adalah sebuah pelabuhan yang menjadi pintu gerbang kota Palopo. Pelabuhan Tanjung Ringgit sedikit berbeda dari pelabuhan biasanya dimana pelabuhan ini memiliki jalanan yang menjorok ke laut sejauh kurang lebuh 500 meter. Pelabuhan ini tidak ramai dengan kapal besar hanya ada kapal nelayan.

Etape 4 Menuju Mangkutana

IFUsai menjalani perjalanan di etape kedua, maka Solo Rider SL memasuki etape ketiga yaitu meninggalkan Kota Palopo menuju arah Wotu-Mangkutana. Rekan-rekan TOC Palopo mengantar pada jarak 10 Km dari Kota Palopo, dan setelah itu kami berpisah sambil berjabat erat persaudaraan. Terima kasih bro.. TOC Palopo terpaksa balik arah, dan kamipun harus seorang diri berkendara melanjutkan misi Lintas Sulawesi.

Kondisi dan rute jalan datar, dan tentu saja kecepatan motor Inazuma sekali-sekali bisa tembus diatas 110 km/jam. Pada jalan datar yang berjarak 140 Km dimulai keluar dari Kota Palopo sekitar pukul 14.30 wita tak terasa kami sudah melewati Masamba dan Bone-Bone, dan di jalur ini sempat turun hujan deras tetapi hanya sebentar. Kami dua kali berhenti untuk rehat, pertama pasang jaket hujan, dan kedua lepas jaket hujan.

Artikel_19_028Setelah melewati Wotu, tepat pukul 17.00 kami putuskan istirahat ngopi di sebuah warung persisnya di Pertigaan Antar Provinsi. Kami datang dari arah Sulawesi Selatan, jika belok kekanan akan masuk wilayah Sulawesi Tenggara, dan jika lurus ke utara masuk Sulawesi Tengah. Hm.. maunya sih ke arah Sulawesi Tenggara dulu, tetapi tidak masuk agenda karena waktunya pun tidak cukup. Alhasil kami harus terus ke arah Sulawesi Tengah.

Artikel_19_030Dari pertigaan ini, hanya berjarak 500 meter kami tak sengaja menemukan penginapan, yaitu Hotel Sikumbang (desain Rumah Adat Minang) disebelah kanan jalan, tepatnya di Mangkutana Jl. Trans Sulawesi, Kec. Tomoni, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pukul 17.30 Solo Rider SL check in untuk memulihkan tenaga karena esok harinya kami akan melanjutkan turing Lintas Sulawesi ke Kota Poso berjarak 180 Km dari tempat kami menginap dengan kondisi jalan pegunungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *