Membelah hutan Sulawesi, Mangkutana – Kota Poso 180 Km

100_0015

Melanjutkan artikel pengalaman MotoBikerz.com dengan Solo Rider Stephen Langitan (SL) yang telah menyelesaikan Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pp 6.000 Km, pada halaman ini secara khusus akan menceritakan perjalanan dibagian tengah Pulau Sulawesi, yaitu antara Mangkutana – Kota Poso lebih kurang sejauh 180 Km. Treknya lumayan berat, pasalnya kami butuh waktu seharian melewati jalur pegunungan ini.

Sebagai catatan: Bagi teman-teman yang akan melewati trek ini, pertama jangan berkendara di malam hari. Kedua, usahakan start pukul 07.00 pagi dan finish paling telat pukul 18.00. Yang ketiga isi full tank kendaraannya sebelum start. Bisa di SPBU Mangkutana, SPBU Tentena atau SPBU Poso tapi ini jaraknya saling berjauhan. Dan yang ke-empat, pastikan motor dalam keadaan sehat, jangan sampai mogok karena tidak ada bengkel di rute ini.

JalurWotu-Poso

Sebelumnya MotoBikerz.com menginap di Hotel Sikumbang di Mangkutana, dan besok paginya hari Minggu, 6 Maret 2016 (perjalanan hari ke-9) tepal pukul 08.00 start dari penginapan. Terlihat SPBU Mangkutana, dan MotoBikerz hanya lewat saja dan karena tangki bensin masih penuh dimana sebelumnya sudah isi BBM di Kota Bone-Bone.

IFLepas dari Desa Mangkutana, jalanan langsung menanjak masuk ke wilayah pegunungan dan kawasan hutan Kayu Langi Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Nah, disini jalannya sangat sepi, baik itu penduduk maupun dan sepi kendaraan. Ada banyak sekali ditemui papan petunjuk pemberitahuan untuk menjaga hutan lindung dan cagar alam. Menemui desa berikutnya pun sangat jauh, dan trek jalannya adalah perbukitan yang tak habis-habisnya dengan jalan berliku-liku tajam serta naik-turun. Sekali-kali berhenti untuk sekedar selfie, dan membuat rekaman video.

Pemandangan yang ditemui adalah adalah bukit yang ditutupi kabut, dan awan yang bergumpal-gumpal dalam jarak dekat. Di trek ini rider harus kuat dengan fisiknya karena jalan tanjakan dan turunan dengan tikungan tajam seakan tak pernah habis. Kecepatan dan kelincahan sangat ditentukan dengan skill berkendara, dan juga performa motornya.

IF

Bagusnya, Suzuki Inazuma GW250 full box dapat mengimbangi skill dari ridernya. Motor berkarakter spek touring yang dijuluki sebagai motor berat ini ternyata sama sekali tidak menjadi halangan menjajal rute Kabupaten Luwu Timur. Rute antara Mangkutana – Poso memang terbilang berat, sepertinya melelahkan tetapi karena Inazuma benar-benar nyaman dikendarai malah tambah asyik. Gas motor tetap ditarik melewati rimbun pepohonan hutan dikawasan cagar alam Kayu Langi dan juga cagar alam Faruhumpenai yang katanya ditakuti oleh banyak orang karena masih sepi, dan seram.

Asal tau saja, mengutip dari sini disebutkan bahwa Kabupaten Luwu Timur sebagian besar daerahnya merupakan wilayah hutan. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kabupaten Luwu Timur, sampai dengan akhir tahun 2010 tercatat luas Hutan Lindung adalah 235.998,34 Ha, luas Hutan Produksi adalah 117.940,98 Ha. Sementara itu luas kawasan konservasi adalah 183.624,08 Ha. Jadi, tak heran MotoBikerz memang telah mewati kawasan hutan ini dengan aman tanpa ada masalah apapun.

100_0004Tepat pukul 10.30 wita MotoBikerz tiba di tugu perbatasan propinsi antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Turun dari motor dan kemudian berfoto disekitar tugu perbasatan yang sudah tidak terawat lagi, asli sudah tua dan berantakan. Yang ada sebuah tiang beton petunjuk jarak KM, terbaca jarak tempuh ke Kota Makassar sejauh 577 Km dari tugu perbatasan ini. Hm.. lumayan jauh bro! Tugu perbatasan terletak di sebuah tikungan, dan terdapat dua model, mungkin setiap propinsi punya sendir-sendiri. Yang satu adalah model tiang tinggi (Sulsesl), dan yang kedua (Sulteng) adalah model gerbang. Keduanya tampak sudah usang alias tidak keurus.

IF

Di belakangnya beton berwarna kuning ini ada sebuah papan hijau yang bertuliskan cagar alam Faruhumpenai dengan luas 90.000 HA. Tak heran saat MotoBikerz berdiri di perbatasan ini terdengar suara hewan siamang bersahut-sahutan. Hutannya masih alami dan ini memang harus kita jaga kelestariannya secara bersama. Nah.. buat teman-teman yang sedang melewati kawasan wisata seperti ini, janganlah kita mencoret-coret dan membuang sampah sembarangan. Bawa pulang sampahnya atau taruh pada tempat sampah. Yuk, kita jaga kebersihan keindahan alam Indonesia yang banyak kita miliki di Tanah Air. Setuju kan?

Kemudian perjalanan MotoBikerz dilanjutkan dan mulai titik perbatasan propinsi Sulsel – dan Sulteng ini tampak pemandangan indah jauh kedepan berupa Danau Poso dengan jalan turun menurun. Langit biru ditambah awan puthi semakin memperindah pemandangan alam dikawasan ini. Untung saja cuaca sangat cerah, dan MotoBikerz sedang melewatinya di pagi hari.

IFKondisi jalan menurun dan di samping samping kiri adalah tebing-tebing yang tampak jelas bahwa kawasan ini rawan longsor, dan pastinya sudah berkali-kali terjadi longsor dengan batu besar yang masih menutup sebagian jalan. Untung saja, saat Solo Rider SL melewatinya tidak ada hambatan longsor, yang ada hanya jalan rusak karena lagi ada pekerjaan pelebaran jalan atau bekas -bekas pembersihan longsor yang sekaligus melebarkan jalan. Tak ketinggalan ada juga proyek pembangunan jembatan baru. Oh ya.. melewati trek ini, rumah penduduknya masih asli dan pada umumnya adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah tua.

IF

Pukul 11.00 terik matahari benar-benar sudah sangat menyilaukan, apalagi jalan terbuka tak ada rimbunan pohon. Jalan lurus panjang mulai ditemui, disertai dengan beberapa rumah penduduk yang muali saling berdekatan. Sedang asyiknya ngegas Inazuma di trek lurus, tiba-tiba ada portal yang dijaga aparat TNI lengkap dengan senjata. Singkat cerita petugas hanya menanyakan tujuan Solo Rider SL hendak kemana dan dalam rangka apa. Setelah itu portal pun dibuka. Sebelum motor jalan, aparat TNI tadi malah sempat bertanya ini motornya merek apa, dan berapa cc-nya. Usai ngobrol-ngobrol, kemudian gas Inazuma digeber sampai diatas 100 Km/jam pada trek lurus menuju Pendolo. .

Oh ya.. pada rute ini ada SPBU Pertamina tetapi sepi sekali, entah buka atau tutup, pasalnya SL saat itu lagi kencang ketika melewati SPBU. Kalau dipikir-pikir, truk Pertamina yang datang kelokasi ini untuk pengisian ulang BBM pastinya lama sekali. Ya.. semoga saja BBM didaerah ini lancar.

IF

Pukul 11.20 akhirnya Solo Rider SL sudah masuk Desa Pendolo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso yang ditandai dengan sebuah gereja dan patung disebuah pertigaan. MotoBikerz pun sejenak berhenti mencoba mengetahui seluk-beluk patung ini tetapi sayang sekali tidak ada informasi. Yang ada, melihat jalur lurus adalah jalan tanah menuju beberapa resort yang terletak di pingggir Danau Poso, sedangkan ke kekiri ke Bancea, dan kekanan arah Tentena dan Poso. Akhirnya SL memutuskan untuk sekedar melihat-lihat kawasan resort dan wisata Danau Poso. Main air ke Danau Poso dulu ah..

IF

Wow.. rasa takjub dan bangga yang hanya tersimpan dalam hati, bahwa Indonesia Itu Indah Banget. Beruntung Solo Rider sangat menyukai perjalanan berkendara motor sehingga sangat mudah menjangkau beberapa danau di Tanah Air, dan salah satunya dapat menyentuh langsung air Danau Poso yang cukup dingin dengan pemandangan alamnya yang sangat mempesona, dan eksotis. Padahal hari itu adalah hari Minggu, namun tampaknya resort disana sepertinya lagi kesepian pengunjung. Bisa jadi akses jalan ke tempat ini memang sangat jauh, kecuali turis asing backpaker yang hobi dengan suasana ini.

100_0017Puas dengan selfie di sekitar bibir Danau Poso, kemudian Solo Rider SL kembali bergerak ke jalan raya untuk istirahat makan siang karena sudah pukul 12.00. Tampak sebuah rumah makan besar, dengan halaman parkir luas dan motor Inazuma pun parkir di depan pintu rumah makan. Sementara sedang menikmati seporsi nasi ikan goreng, mendadak lapangan parkir kedatangan dua bus antar kota. Hm.. ternyata rumah makan ini sebagai tempat istirahat bus umum, dan penumpangnya terlihat turun untuk makan siang. Semula situasinya sepi dan mendadak jadi ramai, Inazuma akhirnya menjadi tontonan orang yang turun dari bus.

IF

Tepat pukul 13.30 Solo Rider SL kemudian meninggalkan Desa Pendolo menuju arah Tentena. Pada rute ini sebagian besar jalan dalam keadaan sedang diperbaiki, diperlebar, dan bukit sedang dipangkas. Keadaan ini membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena tanah liat dari tebing berserakan di jalan tidak karuan. Masalahnya jalan disini sangat sepi, jadi kalau ada masalah kecelakaan, jatuh, atau terperosok masuk jurang mungkin bantuan yang datang dalam waktu cukup lama. Syukur-syukur ada yang lihat dan dapat pertolongan, kalau tidak nasib kita bisa habis disana. Hehehe.. amit-mit jabang bayi jangan sampai ada accident bro!

IF

MotoBikerz juga sering menjumpai jalan Trans Sulawesi Tengah yang sudah bagus nan mulus. Memang disana-sini masih banyak proyek-proyek perbaikan dan pelebaran jalan yang nantinya akan menjadi sesuatu banget, yaitu jalan akan menjadi mulus dan lebar bahkan bisa mengalahkan jalan lebar di sekitar Puncak Pass Jawa Barat. Jadi jalur Trans Sulawesi yang dilewatin MotoBikerz banyak ditemui jalan dengan kondisi penyegaran, yaitu aspal baru, ada garis putih, lurus panjang, lebar dan terakhir masih sepi lalu-lintas. Enak bukan? Menurut MotoBikerz, kalau motor kita bisa lari kencang kenapa tidak digas? Masalahnya jalan mulus sudah ada didepan mata.

100_0019Pukul 14.00 terasa ngantuk dan kebetulan Solo Rider SL sudah tiba di Desa Taripa sehingga sangat mudah mencari warung.Akhirnya dipilih warung yang menjajakan durian, jadi ngopi sambil makan durian. Sebelumnya SL tanya harga durian-nya, dan penjualnya meralat dari harga semula Rp. 20 ribu menjadi Rp. 15 ribu. Kami pun setuju saja, dan asal tau bahwa itu adalah harga satu ikat dengan isi 3 buah durian. Satu buah durian masih sanggup dimakan, dan buah durian yang kedua-ketiga maaf tidak jadi dibuka, alias sudah kenyang. Alhasil dua buah durian yang tidak dimakan tadi disumbangkan kepada pemilik warung. Hehehe…

IF

Pukul 15.10 kami sudah tiba di pertigaan Tentena-Poso setelah melewati jalan bagus tanpa ada hambatan dengan kondisi alam perbukitan yang tak habis-habisnya. Salah satu cara mengatasi kebosanan  atau menghapus pikiran “koq jalan beginian tidak habis-habis” maka caranya adalah menambah kecepatan motor. Lepas dari Tentena tampak ada SPBU Pertamina dan kami pun berhenti sejenak untuk isi BBM full tank. Di SPBU Tentena ini terjadi antrian panjang untuk BBM Premium, sedangkan pada bagian Pertamax tidak ada satu kendaraan disana sehingga Inazuma tidak perlu antri. Oh ya.. harga Pertamax di SPBU Tentena Rp. 9,000 per liter (saat itu).

IF

Pukul 16.30 MotoBikerz sudah tiba di Pelabuhan Poso dimana sebelumnya menghajar motor Inazuma merah pada kecepatan tinggi, pasalnya kondisi jalan antara Tentena – Poso bisa dibilang 100% oke banget. Asli mantap bro! Lagi-lagi pada rute ini menawarkan kondisi jalan yang super baru, bagus, panjang, lebar dan sepi dari lalu-lintas. Tebing-tebing sudah dipangkas, untuk membuat jalan semakin lebar ditambah dengan bahu jalan. Sebuah motor Yamaha RX King mendadak menjadi partner untuk memacu motor, sehingga seketika hilang rasa kantuk digantikan dengan suasana ceria, sambil senyum-senyum karena berpacu bersama RX King yang terlihat masih top cer alias kencang sampai di gerbang Kota Poso.

IF

Setelah bersantai sambil meneguk minuman dingin, akhirnya Solo Rider SL meninggalkan warung yang ada dibibir pantai Poso tersebut. Eh,, ngga taunya warung tersebut adalah markas atau Sekretariat Yamaha Scorpio Poso Club (YSPC) yang kebetulan para bikernya memang tidak ada ditempat. Susana kota Poso terasa sepi, pasalnya saat SL tiba disana pada hari Minggu sehingga banyak toko-toko yang sedang tutup. Pukul 17.30 kemudian Solo Rider SL check in di Losmen Pandawa Jl. P. Sumatera pas berada di seberang Kapolres Poso untuk ber-malam. MotoBikerz besoknya masih akan melanjutkan perjalanan menuju Parigi, Ibukota Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dengan jarak 135 Km.

VIDEO

One thought on “Membelah hutan Sulawesi, Mangkutana – Kota Poso 180 Km

  1. Abdul rasyak says:

    Mantap broo atas pengalamannya melintasi jalan trans sulawesi semoga bisa di jadikan referensi bagi yg lain khususnya dari luar sulawesi utk mencoba ,,,salam dari tau sulawesi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *