Solo Touring Sulawesi sekaligus berwisata di Kota Parigi

Senin, 7 Maret 2016 menjadi perjalanan hari ke-10 dari MotoBikerz.com dengan Solo Rider Stephen Langitan (SL) kembali dilanjutkan. Start dari Losmen Pandawa Jl. P. Sumatera Kota Poso menuju Kota Parigi, sebagai Ibukota Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dengan jarak 135 Km.

Poso-Parigi

100_0002Sebelumnya MotoBikerz.com mampir dulu ke Dealer Suzuki Poso yang kebetulan berada di sebelahnya Losmen Pandawa untuk membuktikan bahwa motor Suzuki Inazuma GW250 yang dipakai Solo Rider SL tidak pernah ada masalah sedikitpun, alias mantap yang dikendari dari Jakarta – Surabaya, kemudian naik kapal ke Makassar dan dipakai berkendara keliling Sulawesi.

Pukul 08.50 wita kemudian MotoBikerz meninggalkan Kota Poso menuju Kota Parigi. Setelah menjauh dari Kota Poso tampak hamparan ladang sawah hijau dipadukan dengan langit biru yang cerah, serta jalan datar, lebar-lurus membuat kami harus merekam pemandangan indah di pagi hari. Mau tak mau tongsis dikeluarkan, kemudian dipegang sambil riding pelan untuk merekam video dan foto. Untung saja jalanan sepi dan video selfie pun berlangsung dengan aman.

Kemudian perjalanan berlanjut dengan jalan lebar sambil melewati kawasan bukit dengan ladang-ladang perkebunan tanaman coklat (cocoa), tetapi rutenya tidak terlalu curam seperti yang kami lewati sehari sebelumnya. Perumahan penduduk hampir merata ada di sepanjang jalan datar, namun di jalan berbukit tentu saja rumah penduduk saling berjauhan. Pada prinsipnya jalanan di Poso aman, dan kami sama sekali tidak mengalami hambatan apapun.

Lebih kurang 30 Km dari Kota Poso, sekitar jam 09.40 Solo Rider SL berhenti di Desa Kelora, Kecamatan Poso Pesisir Utara masih di Kabupaten Poso pasalnya di desa ini Pemerintah Kabupaten Poso sedang lagi mempersiapkan acara besar, berupa panggung kesenian daerah sekaligus pengamatan gerhana matahari total (GMT) yang akan terjadi Rabu 9 Maret 2016. Desa Kalora ini resmi ditetapkan sebagai lokasi pengamatan sesuai hasil survei dari mahasiswa ITB.

Sementara itu kami melihat-lihat dari dekat bagaimana kesibukan mahasiwa Institut Teknologi Bandung (ITB) di sebuah lapangan yang dijadikan pusat pengamatan GMT di desa Kalora ini, sudah disiapkan panggung, sound system dan memang sepertinya disana bakal ada acara besar. Kami pun mematikan mesin motor, buka helm untuk istirahat sejenak sambil membuka handphone membaca pesan-pesan penting.

Dari salah satu chatting BBM yang masuk, ternyata ada konfirmasi bahwa seorang rekan biker yang belum kenal memastikan sudah menunggu kami di Parigi. Wah.. sedang asyiknya jalani solo touring malah sudah ditunggu oleh teman-teman. Tentu saja ini menjadi suatu kebahagiaan bagi Solo Rider SL yang selalu dinantikan para sahabat biker di Sulawesi. Memiliki teman biker dan menjadi saudara benar-benar menjadi kenyataan.

IF

Satu jam kemudian, pukul 10.40 kami sudah meninggalkan Desa Kelora untuk meneruskan ke arah timur. Mulai dari Desa Kelora ini, kami melihat banyak warga asal Bali dan juga rumah penduduk Adat Bali. Ya, mereka ini adalah warga yang dulunya ikut Program Transmigrasi. Di sepanjang rute ini kami juga melihat ada upacara adat Bali menyambut Hari Raya Nyepi yang akan jatuh bersamaan dengan GMT pada Rabu, 9/3/16.

Selang 10 menit kami pun sudah tiba di Tugu Perbatasan Kabupaten Poso, dan kemudian masuk Kabupaten Parigi Moutung (Parimo). Terbaca dari papan hijau, Palu 161 Km dan Manado 1.140 Km. Sejak dari tugu perbatasan ini kami menikmati jalan lebar, mulus, aspal baru, lengkap dengan garis putih. Tentu saja kecepatan Inazuma naik lebih cepat karena kondisi jalannya memang layak.

Jalan Trans Sulawesi antara desa Sausu dan Tolai di Kab. Parimo menawarkan jalan mulus, lebar, bahkan motor Suzuki Inazuma 250cc yang dikendarai Solo Rider SL sekali-kali menyentuh angka diatas 100 Km/jam. Angka speedometer ini semata-mata bukan mau sok kencang atau kebut-kebutan, pasalnya kondisi jalannya yang layak dan tidak tidak ada salahnya motor dipacu. Kalau bisa cepat mengapa harus pelan? Betul ngga bro?

Dari Tolai ke Parigi juga demikian, motor Inazuma masih bisa tancap gas dalam kecepatan tinggi. Lagi asyiknya ngegas, tiba ada seorang biker terlihat dari kejauhan yang tadinya lagi berdiri dipinggir jalan tiba-tiba melambai-lambai ke arah Solo Rider SL. Tak pelak kami ngerem cepat untuk mendapat posisi berhenti yang aman. Wah.. beliau ini adalah Bro Jay STC (Suzuki Thunder Club) Parigi yang tadi sudah konfirmasi via BBM.

IF

Tepat pukul 12.00 Bro Jay STC Parigi mengajak makan siang dengan menu ikan yang eunak sekali, dan istrinya pun ikut hadir bergabung. Dari obrolan dengan Bro Jay di warung makan ini, akhirnya Solo Rider SL memutuskan menginap selama 2  malam di Parigi menunggu peristiwa alam GMT hari Rabu, 9 Maret 2016 dimana kami akan melihat GMT di Pantai Kayu Bura Parigi sebagai lokasi acara Sail Tomini 2015 yang lalu.

Nah.. berikut ini adalah foto-foto MotoBikerz.com selama berwisata di Kota Parigi Kabupaten Parigi Moutung (Parimo) yang ditemani oleh Bro Jay STC Parigi bersama istrinya, juga terima kasih kepada Bro Hendra YVC Parigi. Akhir kata Solo Rider SL mengucapkan banyak terima kasih atas suluruh fasilitas dan jamuan yang telah diberikan selama kami berada di Parigi. Salam brotherhood bro!

VIDEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *