Menempuh 400 Km dari Parigi, Sulawesi Tengah ke Marisa, Gorontalo

Parigi-Marisa

Usai melihat fenema alam Gerhana Matahari Total (GMT) di Pantai Kayu Bura, Kota Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah pada Rabu, 9/3/16 maka selanjutnya Solo Rider Stephen Langitan (SL) bergegas ke Provinsi Gorontalo. Tepat pukul 09.00 kami sudah bergerak diatas motor Suzuki Inazuma ditengah bubarnya masyarakat Parigi dari lokasi GMT. Bro Jay STC Parigi mengantar sekalligus melepas dalam jarak 3 Km dari pertigaan Toboli.

IFSetelah berjabat erat dan salam perpisahan dengan Bro Jay, kembali Solo Rider SL menjalankan misi Solo Touring Lintas Sulawesi sesuai rencana awal. Perjalanan hari itu menuju Marisa Provinsi Gorontalo sejauh 400 Km dan ditargetkan tiba di Marisa paling lambat pukul 20.00 wita. Jika melihat peta diatas, rute perjalanan ini lumayan jauh, dan pas menikung di leher Sulawesi.

IFSolo Rider SL selalu berusaha tancap gas dengan motor kesayangan Suzuki Inazuma, pasalnya kondisi jalan pada rute ini terbilang bagus karena statusnya adalah Trans Sulawesi Pantai Timur. Memiliki jalan mulus, lebar, lengkap dengan garis putih, treknya kebanyakan jalan lurus dipinggir pantai melewati kampung nelayan. Tak heran kecepatan Inazuma rata-rata diatas 100 Km/jam sampai-sampai Tugu Khatulistiwa di Desa Siney Kec. Kasimbar kelewatan.

IFPukul 12.30 wita kami berhenti makan siang di Desa Tomini, dengan menu makan ikan plus dabu-dabu yang sangat sedap, apalagi dinikmati pada saat lapar. Usai makan siang, ambil waktu ngobrol dengan supir mobil box yang juga ada disana sembari menanyakan bagaimana kondisi jalan ke Marisa Gorontalo. Dilanjutkan istirahat tidur-tiduran karena di warung makan ada bale-bale untuk rebahan, apalagi angin pantai sepoi-sepoi membuat rasa ngantuk makin jadi.

IFPukul 14.15 wita kami melanjutkan perjalanan lagi dengan kondisi jalan yang masih lurus-lurus panjang. Kemudian kami memasuki kawasan bukit yang dikenal sebagai Bukit Santigi. Lagi asyiknya menikmati jalan berliku-liku turun maupun tanjakan gunung tiba-tiba terlihat ada antrian kendaraan berbaris panjang dan kamipun berhenti dan saat itu pukul 15.30 wita. Ada apakah ini. Longsor atau perbaikan jalan?

IFOh rupanya di Bukit Santigi memang lagi ada proyek pelebaran jalan dengan sistim buka-tutup. Solo Rider SL terpaksa haru mematikan mesin motor, turun dari jok, kemudian duduk di warung, pesan kopi, dan menunggu portal dibuka sampai jam 17.00 wita. Sementara lagi duduk di warung, para supir ngobrol bersama kami. Niat mau tiduran malah tak bisa, soalnya ditanya-tanya terus bro.

IFPukul 17.00 portal dibuka dan Solo Rider SL kembali ngegas motor Inazuma melewati jalan penuh tanah yang berasal dari tebing yang dipangkas atau digaruk-garuk excavator. Memang jalan sedang rusak tapi harapannya, dalam waktu dekat kondisi seperti jalan rusak ini akan mulus sebagaimana sudah sering kami lewati dan hasilnya akan sangat membanggakan khususnya Trans Sulawesi. Jadi, sabar-sabar saja saat lewat pelebaran jalan di Sulawesi.

IFPukul 18.00 Motobikerz tiba di Tugus Perbatasan antar Provinsi Sulawesi Tengah dengan Gorontalo. Setelah berfoto di tugu perbatasan ini, kemudian Solo Rider SL berjumpa dengan Bro Yoni dengan motornya Suzuki Inazuma hitam yang lagi berhenti di pintu gerbang Gorontalo. Oh.. rupanya Bro Yoni sebagai anggota ION Gorontalo dan KOMBO Gorontalo sengaja menjemput kami di perbatasan ini.

IFSolo Rider SL dan Bro Yoni ambil waktu ngobrol-ngobrol sejenak di warung sambil minum teh hangat. Setelah itu jam 18.30 wita sudah mulai gelap dan perjalanan pun harus dilanjutkan dengan tujuan Marisa. Bro Yoni berada diposisi depan dan Solo Rider mengikutinya dibelakang. Selama dua jam perjalanan malam gelap ini ditempuh melahap jalan yang rusak parah karena sedang ada pebaikan. Waduh… kapan tiba di Marisa nih? Sudah lapar dan lelah.

123_0030Pukul 20.30 barulah kami tiba di Marisa Prov. Gorontalo dan bro Yoni mengantarkan kami ke Penginapan Selta. Setelah turun dari motor, barulah kami sadar bahwa kondisi helm, jaket, celana, dan motor penuh dengan debu-tanah. Pasalnya selama 2 jam tadi kami pas berada dibelakang motor Bro Yoni yang mendeburkan debu-tanah kearah belakang. Setelah mandi, kemudian kami makan malam bersama.

Pukul 23.00 akhirnya Solo Rider masuk kamar penginapan untuk beristirahat sementara itu Bro Yoni yang memang warga Marisa pulang kerumahnya. Terima kasih banyak Bro Yoni atas jemputannya di perbatasan.

VIDEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *