Rute Lolak – Buol 455 Km ditempuh 15 jam, trek ini khusus penggemar tantangan

OtwBuol_016

Rute antara Lolak Sulawesi Utara – Buol Sulawesi Tengah berjarak 455 Km ditempuh dalam waktu 15 jam, dan rute ini memang khusus buat penggemar tantangan. MotoBikerz.com melalui Solo Rider Stephen Langitan (SL) menyelesaikan jalur ini di hari Minggu, 20 Maret 2016 sebagai perjalanan hari ke-23 dalam rangka ajang Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi 6.000 Km. Rutenya memang berliku-liku penuh tantangan! SIlahkan dicoba masbro.

Lolak-Buol

Rute Lolak – Buol 455 Km

Start pukul 07.00 wita dari Kota Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Sulut, dan langsung dilepas oleh Bro Imanuel AHTS yang telah menjamu Solo Rider SL selama berada di penginapan Kendy’s di Jl.. Trans Sulawesi Lolak. Setelah meninggalkan Lolak, kemudian kami mulai menyusuri jalan berliku-liku di pinggir pantai dengan pemandangan ke laut Sulawesi melewati berbagai kota dan desa.

OtwBuol_009Masuk ke Provinsi Gorontalo tepat pukul 10.35 wita dan kemudian kami sudah tiba di Puncak Panorama dengan view ke arah pelabuhan Kwandang sekitar pukul 11.15 wita. Di Puncak Panorama ini MotoBikerz beristirahat sambil berfoto dengan latar belakang laut yang indah sekaligus makan siang. Lumayan lama waktu beristirahat disini pasalnya angin sepoi-sepoi sangat nikmat ditengah udara panas dan teriknya matahari.

IF

Kemudian kami kembali duduk diatas jok motor Suzuki Inazuma dan mengarah ke pelabuhan Kwandang. Dalam perjalanan kearah pelabuhan Kwandang ini, terlihat dua motor anggota Kombo berpapasan dengan kami. Bunyi kelakson dan lambaian tangan kanan menandakan kami hadir di Kwandang, dan seketika itu juga kedua motor tadi balik arah menyapa Solo Rider SL yang sudah berada dipintu gerbang pelabuhan Kwandang.

OtwBuol_012Kami kemudian berkenalan, ngobrol-ngobrol sambil berfoto di pinggir laut Pelabuhan Kwandang yang sepi. Kedua teman baru tersebut adalah Bro Rasid Katili dan Bro Try Sostenes Budiman yang kemudian mereka menjamu kami untuk mampir kerumah Bro Try rehat minum kopi sambil istirahat sejenak. Terima kasih banyak buat bro Rasid dan Bro Try yang telah melihat kami datang ke pelabuhan Kwandang dan menyuguhkan minuman kopi.

Pukul 14.00 wita akhirnya kami harus melanjutkan perjalanan meninggalkan Kwandang, sementara itu bro Rasid dan Bro Try lebih dulu mengantarkan kami ke SPBU Pertamina untuk isi BBM full tank. Informasinya, bahwa SPBU diantara Kwandang – Buol sejauh 270 Km tidak akan ditemukan sehingga lebih baik isi bbm secara full, tetapi untung saja BBM Inazuma irit, rata-rata menghabiskan 1 liter per 30 Km.

Setelah berjabat erat dan berpisah dengan bro Rasid dan Bro Try, akhirnya kami sebagai solo rider mekanjutkan misi Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi 6.000 Km. Rutenya kembali melewati trek berliku-liku di pinggiran bukit dengan panorama laut. Tanjakan dan turunan banyak yang sangat curam, sehingga tak heran sangat jarang kendaraan yang melewati rute ini. Singkat kata trek ini sepi kendaraan.

IF

Karena keindahan alam dan banyak sekali pemandangan bagus yang kami temui, maka tak jarang kami harus balik lagi untuk sekedar mengambil foto. Panorama laut dari bukit yang tinggi serta udara panas membuat warna biru lautnya sangat menonjol. Pada rute ini kami banyak berhenti, foto dan juga istirahat karena kondisi jalan yang meliuk-liuk memang tak kunjung habis.

IF

Pukul 17.40 wita kami sudah tiba di Tugu Perbatasan Gorontalo – Sulawesi Tengah. Pada kesempatan ini kami istirahat minum kopi di warung dekat tugu perbatasan tersebut. Dari warung tersebut kami melihat Google Map untuk mengetahui jarak ke Kota Buol, dan terbaca berjarak 135 Km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Hm.. ini belum termasuk makan malam, berarti sekitar 4 jam lagi atau pukul 22.00 wita kami akan tiba di Buol.

Berkendara di Malam Hari

Pukul 18.00 wita kami tinggalkan tugu perbatasan tadi, dan hari mulai senja dan akhirnya malam gelap dimana kami tetap berkendara seorang diri melewati kondisi jalan yang terus menerus meliuk-liuk dipinggir bukit serta laut. Di rute ini kami jarang bertemu dengan sesama pengguna jalan baik yang datang dari arah lawan maupun yang searah dengan kami. Asli kami hanya seorang diri dalam malam gelap gulita yang sangat sepi kendaraan maupun rumah penduduk.

Pukul 19.30 wita sebagai manusia mulai terasa lapar dan saatnya untuk mencari warung makan. Namun faktanya untuk mendapat warung makan di rute ini tidaklah mudah, kami melewati desa ke desa yang berikutnya tetapi tidak menemukan warung makan, dan kabar buruknya kebanyakan desa yang kami lewati sedang mati listrik pada malam itu. Wow.. perjalanan meliuk-liuk dipinggir laut ini tak kunjung habis, sementara mental sedang diuji menghadapi rasa lapar dan kondisi trek.

Akhirnya kami melihat sebuah kendarana box yang sedang berhenti dan ternyata kendaraan tersebut sedang berhenti didepan rumah makan. Arloji menunjukkan pukul 20.30 dan kami pun istirahat makan malam kira-kira satu jam lamanya. Pukul 21.30 wita kembali Solo Rider SL melanjutkan perjalanan ke Buol melewat malam gelap gulita di jalan berliuk-liuk pinggir laut. Kira-kira pukul 22.00 wita akhirnya kami sudah tiba di Buol dan sudah ditunggu oleh biker setempat.

Diantar oleh bikers Buol, sekitar pukul 22.30 wita kami sudah check ini di sebuah penginapan di Buol. Sebelum kami beristirahat, kami ngobrol-ngobrol dulu dengan teman-teman baru dari kota Buol, diantaranya Bro Hendra anggota Kombo Buol yang menjadi PIC (person in charge) untuk menerima kehadiran Solo Rider SL di kota Buol. Pukul 24.00 wita kami beristirahat karena besok siangnya kami akan melanjutkan perjalanan ke Toli-Toli dengan jarak 165 km.

VIDEO

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *