Trans Sulawesi Palu – Mamuju 400 Km digeber 10 jam

irc-tire-adbanner

OtwMamuju_017

Hari ke-26, Rabu 23 Maret 2016, Solo Rider Stephen Langitan (SL) kembali melanjutkan perjalanan misi Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi 6.000 Km dengan rute dari Palu, Sulawesi Tengah menuju ke Mamuju, Sulawesi Barat. Dari perjalanan sejauh 400 Km ini dapat ditempuh selama 10 jam, start jam 09.00 wita dan finish pukul 19.00 wita.

Palu-Mamuju

IF

Tepat pukul 09.00 wita kami meninggalkan penginapan 6Sepuluh di Jl. Hayam Wuruk Palu. Setelah dari penginapan kami menunju Anjungan Nusantara dan Tugu GMT 2016 yang terletak persis di pinggir teluk laut untuk sesi foto. Kemudian kami isi bensin full tank di SPBU Pertamina dengan BBM Pertamax. Selanjutnya kami harus melewati jembatan warna kuning atau Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele sesaat meninggalkan Kota Palu.

Oh ya.. Jembatan Ponulele ini merupakan jembatan utama dan menjadi ikon Kota Palu, Sulawesi Tengah yang telah diresmikan pada bulan Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise dan merupakan salah satu jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis. Panjang jembatan utama: 250m.

IF

Perjalanan menuju arah utara ke kota Donggala melewati kawasan lalu-lalang truk dengan jalan berdebu, dan suasana benar-benar tidak nyaman, bahkan terasa seperti di kawasan industri pabrik seperti yang sering ditemukan di pulau Jawa. Tetapi setelah lepas dari Donggala, perjalanan menuju arah selatan berubah dengan suasana perkebunan kelapa, dan kondisi jalannya beraspal mulus dan lebar. Jalan ini adalah jalur mudik buat warga Sulawesi.

Pukul 11.30 kami sudah tiba di Pasang Kayu, Ibukota Kabupaten Mamuju Utara. Kami menemukan Bundaran Smart, dan Kantor Bupati Mamuju Utara. Kami langsung makan siang dan menunggu rekan biker kota Pasang Kayu yang sudah janjian sebelumnya jika kami sudah tiba di Pasang Kayu akan kami hubungi. Usai makan siang, dua orang biker yaitu bro Eka dan Reki datang menemui kami dan foto bersama ini sekitar Bundaran Smart.

Pukul 13.00 kami tinggalkan Pasang Kayu Mamuju Utara dan selanjutnya kami memasuki kawasan perkebunan sawit dengan kondisi jalan pada beberapa bagian titik sedang diperbaiki, dan diperlebar. Kawasan perkebunan sawit ini memang berpuluh-puluh KM jauhnya, dan disini kita perlu berhati-hati dengan kondisi jalannya yang sedang diperbaiki. Pada prinsipnya kawasan hutan sawit ini aman dan ramai kendaraan.

Pada jalur ini kecepatan sepeda motor Suzuki Inazuma bisa digeber diatas 110 km/jam pasalnya kondisi jalan yang lebar dan beraspal mulus telah tersedia didepan mata. Pukul 15.30 wita kami pun istirahat minum kopi sekaligus menunggu hujan berhenti. Setelah duduk santai di bale-bale, ternyata hujan tak kunjung berhenti, dan pukul 16.30 wita kami memutuskan untuk tetap jalan dengan cuaca hujan atau disebut hujan awet.

OtwMamuju_019

Gelar barang2 yang basah dan dikeringkan dibawah AC

Perjalanan saat hujan di sore hari rasanya tidak nyaman sekali, apalagi saat hari sudah mulai gelap. Kami berkendara seorang diri, dan harus mendahului setiap kendaraan yang berjalan pelan seperti truk besar, bus umum, hingga kendaraan pribadi. Bagusnya jalan yang kami lewati adalah Trans Sulawesi antara Palu – Makassar, dan dikenal sebagai jalan utama. Pukul 19.00 akhirnya kami tiba di Kota Mamuju dan langsung mencari penginapan.

Your comment: