Modif Suzuki Thunder 125 Bergaya Retro

Thunder 125 Bergaya Retro Klasik 3

Buat sebagian Bikerz, motor lawas Suzuki Thunder 125 mungkin dianggap sudah kuno, ketinggalan jaman, gak ada larinya dan lain-lain. Namun sindiran yang cukup menyakitkan hati ini tidak mempengaruhi niat Bro David yang untuk ‘menghidupkan’ kembali motor Suzuki Thunder 125 warisan ayah tercintanya.

Awalnya David sangat senang ketika sang ayah memberinya sebuah motor untuk digunakannya beraktifitas sehari-hari. Namun demikian kegembiraan itu tidak berlangsung lama ketika David kopdar dengan teman-temannya yang rata sudah memakai motor sport full fairing di atas 150 cc.

“Ini adalah motor pertama saya. Ayah tidak memperbolehkan saya naik motor apalagi memilikinya sebelum saya masuk SMA. Kegembiraan saya saat itu tiba-tiba sirna pas nongkrong bareng temen-temen dan motor saya dibilang kuno dan motor sport “banci” karena kapasitas mesin yang kecil,” terang David mengawali kisah Suzuki Thunder 125 bergaya Retro miliknya.

Thunder 125 Bergaya Retro Klasik 2

Tidak ingin melihat putranya diselimuti lara berkepanjangan, sang ayah pun tidak tinggal diam. Dia lantas menghubungi kerabat dekatnya bro Wahyu Hidayat, yang berprofesi sebagai modifikator motor klasik sekaligus punggawa Diwa Creative Studio.

Kepada Wahyu, sang ayah meminta agar Suzuki Thunder 125 dikastem menjadi motor retro klasik nan “Tangguh dan Gagah” serta maskulin, sehingga mampu tampil berbeda di antara jutaan motor baru yang merajai jalanan di Indonesia.

Singkat cerita berbekal permintaan “Tangguh dan Gagah”, Diwa Creative Studio langsung menjejali Suzuki Thunder 125 dengan bermacam-macam parts modifikasi. Diwa Creative Studio mengerjakan motor tersebut selama 2 bulan dan menghabiskan dana sekitar 9 juta perak bro.

Adapun ubahan yang dilakukannya meliputi: tangki kustom full galvanis, rangka, jok, spakbor, ban dan stang yang tentunya harus menyesuaikan karakter yang akan diambil agar harmonisasi bentuk tiap komponen dapat berpadu sempurna.

Agar tidak lagi dibilang motor sport banci, bro Wahyu membenahi sektor mesin. Karburator standard pabrik langsung diganti dengan Keihin PE-28, serta sistem pengapian dengan CDI Racing racikan BRT. Sebagai motor yang akan dipakai setiap hari, lampu utama dan lampu senja diganti dengan LED yang dilengkapi fitur motor baru Automatic Headlamp On (AHO).

Yang menarik adalah motor ini menggunakan desain berbeda antara lampu sen depan dengan belakang. Bagian depan berbentuk lambang kebaikan sementara di belakang bentuk tengkorak melambangkan keburukan. “Ini ada filosofinya, saya ingin ketika David naik motor ini selalu ingat pesan saya, bahwa selalu kedepankan kebaikan dan tinggalkan hal-hal yang tidak baik,” papar ayah David.

Akhirnya ketika motor selesai dimodif, pulang nongkrong David bercerita pada ayahnya. “Pah, motor aku sekarang jadi rebutan teman-teman. Waktu jalan-jalan, teman-teman maunya naik motor ku melulu, karena terlihat gagah dan posisi ridingnya nyaman banget,” girang David yang merasa dulu diabaikan, sekarang jadi rebutan.

Buat yang berminat merubah Suzuki Thunder 125 bergaya retro klasik, bisa langsung menyambangi Diwa Creative Studio yang berlokasi di Permata Arcadia Blok H10, Cimanggis, Depok. Sebelom kesana kontak dulu bengkelnya ya bro via SMS / WhatsApp 08159644338.

Berikut adalah spesifikasi Suzuki Thunder 125 Bergaya Retro

• Ban depan & belakang : Swallow Classics SB-135 400-18
• Rim : Alumunium ring 18 lebar 2,15 (depan) dan 2,50 (belakang)
• Suspensi depan : standar
• Suspensi belakang : YSS Topup 340 mm
• Speedometer & saklar : standar
• Lampu belakang : After market
• Tromol depan : Suzuki Shogun
• Tromol belakang : RX King
• Knalpot : custom
• Tangki : custom
• Jok : custom
• Headlamp & sein : After market
• Rantai : TK Gold
• Karbu : Keihin PE-28
• CDI : BRT Racing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *