Wheel Story 4: Menjelajahi Pulau Selatan Selandia Baru (Part 2)

Wheel Story 4

Wheel Story 4: Jelajah Pulau Selatan Selandia Baru

Perjalanan Mario Iroth menjelajahi 4 negara (Selandia Baru, Australia, Timor Leste, Indonesia) dalam Wheel Story 4 kembali berlanjut. Masih di negara pertama yakni Selandia Baru, kini Mario menceritakan kisahnya menjelajahi Pulau Selatan Selandia Baru. Simak kelanjutan kisah Mario Iroth menjelajahi Pulau Selatan Selandia Baru.

Kami sudah menyelesaikan petualangan kami di pulau selatan New Zealand, selama 10 hari kami mengelilingi beberapa tempat menarik dan menantang disana. Dan cerita kali ini dari perjalanan kami selepas Wanaka menuju Queenstown hingga kembali ke Picton lewati pesisir timur sepanjang 1000 KM yang menegangkan serta mengagumkan.Ketika melihat hari yang cerah saya putuskan dari Wanaka menuju Queenstown melalui Crown Range dimana kami akan menemui jalan berkelok puluhan kilometer dan melewati daerah bersalju pas di puncaknya. Tiba di kawasan bersalju suasana serba putih dan cerah dan cukup menyilaukan pandangan mata.

Sesekali perjalanan kami disapa hembusan angin dingin yang kencang. Sudah 30 menit perjalanan akhirnya kami turun ke arah Queenstown untuk makan siang. Setelah itu kami lanjut ke sebuah penginapan berusia 100 tahun yang terletak di Desa Kinloch (25 KM dari Danau Timaru) melewati kota kecil Glenorchy. Desa Kinloch adalah desa berjulukan ‘Gateway to Paradise’ karena desa tentram ini memiliki pemandangan ibarat dunia dongeng.

Setelah bermalam di desa Kinloch, cuaca hujan disertai hembusan angin dingin yang menusuk tulang kembali mewarnai perjalanan kami ke Tekapo melalui Lindis Pass. Setibanya kami di Tekapo, kami menghangatkan diri di sebuah cafe, cuaca tak kunjung berubah, sampai air hujan yang turun berubah menjadi salju, sungguh luar biasa bisa merasakan salju walau dinginnya bikin keram tangan.

Tak berapa lama matahari muncul, langit biru namun masih ada salju terbawa angin. Saya berdiri di pinggir danau dekat Church of the Good Shepherd yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun benar-benar beruntung bisa merasakan New Zealand yang sesungguhnya.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Picton (pelabuhan ferry) dengan mengikuti jalan pesisir Timur yang tak kalah indahnya. melewati Christchurch dan daerah peternakan dan juga perkebunan anggur disepanjang perjalanan yang bikin betah dan semangat dengan pegunungan rerumputan hijau dan lautan yang biru walau angin samping cukup kencang diantara jalanan berliku dan juga hawa dingin karena masih musim dingin di New Zealand, namun perjalanan ini membawa berjuta kenangan.

Saat ini sudah 3500 Km total jarak tempuh perjalanan kami, . Kecepatan rata-rata 70 Km/j dan top speed 125 Km/j dengan kondisi jalan mulus, lurus, menanjak, berliku dan temperatur  terendah sekitar -7 derajat selsius dan tertinggi sekitar 9 derajat selsius.

Seperti apakah kisah Mario Iroth selanjutnya ? Nantikan Wheel Story 4 selanjutnya hanya di MotoBikerz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *