Wheel Story 4: Melintas jalan paling ekstrim di Australia, The Outback

dsc04248

Apa kabar peturing Mario Iroth? Nah, baru saja MotoBikerz.com mendapat berita tentang perjalanannya dimana ia baru saja melintas jalan paling ekstrim di Australia dalam rangka menyelesaikan Wheel Story 4. Berikut ini cerita perjalanannya yang dikirim via e-mail dari negara Kangguru:

The Outbak adalah perjalanan paling ekstrim selama bermotor di Australia, rute dari Laverton (Western Australia) hingga Yulara (Northern Territory) sejauh 900 Km offroad. Untuk bisa melewati daerah ini tentu kami sudah ada persiapan, diantaranya harus memiliki permit untuk melintas daerah Aboriginal Land council baik di Western Australia dan di Northern Territory karena rute tersebut sebagai jalan pintas terpanjang di Australia. Nah kalau perbekalan tentu kita harus siapin bekal makanan paling tidak bisa bertahan sampai 3 hari, utamanya air minum lalu coklat dan selai kacang untuk enegi, roti dan mie instan juga telur, alat memasak lengkap di Pannier motor juga kotak first aid.

Persiapan tunggangan juga tak kalah penting, CB500X tidak ada masalah dan ban pun sudah diganti baru dan bawa tyre repair kit, juga cek suspensi dan baut-baut di motor dan tak kalah pentingya kita harus siapin bahan bakar cukup untuk 500 Km karena jarak pom bensin yang jauh bisa 425 Km, saya pun menambah 2 jerigen bensin masing-masing 5 liter dan ditambah kanister 2 liter serta tangki motor berkapasitas 18 liter jadinya bekal bahan bakar sudah 30 liter. Semua aman!

Setelah berkendara selama 1 jam dari Leonora – Laverton, aspal pun berubah menjadi jalanan tanah merah bercampir pasir dan kerikil lepas, terlihat debu berterbangan karena ada mobil 4×4 yang menyalip saya. Disini saya memacu motor hingga 115 Km/j, sungguh membuat detak jantung naik dan tangan bergetar, semakin memutar gas lebih dalam semakin terasa akselerasi dan ban terasa floaring di pasir, butuh fokus & konsentrasi tinggi. 5 jam berkendara dan sampailah di Tjukayirla Roadhouse. jarak tempuh hari itu 425 km dan semuanya aman, kami pun camping disini dan secara kebetulan staff yang jaga adalah pemudi asal Indonesia, wahh seru bisa ngobrol dan bercanda pakai bahasa Indonesia.

Hari berikutnya kami gas lagi sekitar jam 9 pagi, di bulan September ini sangat pas karena temperatur di Outback sangat pas berkisar 17 derajat disiang hari, lumayan gak dehidrasi, pada bulan Oktober sampai Maret bisa sering hujan dan temperatur dari -6 hingga 43 derajat bisa dibayangkan kalau salah prediksi bisa menyiksa. Kali ini selama 6 jam saya cover sekitar 430 Km, maksimal speed 130Km/j dan lebih banyak gravel dan corrugation sampai di Warakurna dan camping lagi disana, luar biasa serasa berada di Rally Dakar.

Hari berikutnya lagi atau hari ke 3 sejauh kurang lebih 300 Km kamipun tiba di Northern territory dan mulailah melihat pegunungan yang indah di Kata Tjuta hingga ketemu batu raksasa berwarna merah yang mereka sebut Uluru, sungguh hati sangat senang karena bisa melewati Aboriginal Land tanpa kendala sekalipun, masyarakat Aborigin yang melihat kami di jalur tersebut katakan kami gila, bayangkan selama 3 hari saya tidak berpapasan dengan motor, ketemu mobil 4×4 tidak sampai 10 sejauh 900Km hingga ketemu Yulara mulai ramai karena memang daerah turis.

Disinilah saya merasakan ketangguhan menggunakan Honda CB500X dan juga penuh percaya diri berakselerasi dengan oli Castrol Power 1 serta ban Michelin Pilot Road 4 yang benar-benar membuat kejutan dimana medan yang seharusnya menggunakan ban offroad namun kali ini jempol buat Pilot Road 4 tanpa masalah sekalipun.

Your comment: