Ke Kuningan Jabar menikmati jalur anti-mainstream untuk latihan dan tes fisik

20161001_074108

Dalam rangka menghadiri acara HUT Ke-3 Inazuma Owner Network (ION) yang diadakan pada Sabtu-Minggu 1-2 Oktober 2016 di Prima Resort Sangkanhurip Kuningan, Jawa Barat, MotoBikerz.com melalui rider Stephen Langitan (SL) juga turut hadir di acara tersebut. Uniknya dengan motor Suzuki Inazuma kami memilih jalur keberangkatan yang berbeda diantara dengan rekan-rekan ION yang lainnya. Lihat peta ini:

rute-touring-kuningan

Jalur pergi: Depok – Cibubur – Jonggol – Cariu – Loji – Waduk Jatiluhur – Purwakarta – Wanayasa – Subang – Kadepaten – Majalengka – Cikijing – Kuningan – Lokasi Acara. Jalur pulang: Lokasi acara – Cirebon – Pantura – Karawang – Bekasi – Cinere Depok

Bisa jadi jalur pergi ini disebut “jalur anti-mainstream” dan kamipun menjalankannya dengan senang hati tanpa beban rasa takut berkendara seorang diri alias Solo Riding. Mungkin ada yang bertanya, kenapa kami harus seorang diri bersusah payah memilih dan melewati jalur berbeda? Kenapa tidak memilih jalur yang lebih cepat?

IFNah, inilah kebiasaan MotoBikerz.com dengan rider SL yang hobi dengan perjalanan adventure yang selalu mencari pengalaman-pengalaman baru melalui jalur-jalur yang berbeda, jalur yang tidak biasa, jalur yang belum dikenal, bahkan jalur yang mungkin jarang dilewati masyarakat. Paling tidak saat melewati jalur anti-mainstream tersebut dapat menghasilkan dokumentasi foto/video.. hehehe.. 🙂

Memang sih.. waktunya bertambah lama tetapi kesenangannya, ataupun kenikmatannya ada dijalur yang berbeda tersebut. Kalaupun kami sampai tersesat malah kami tambah senang, hal ini untuk menambah cerita lucu tentang perjalanan solo riding. Pada kesempatan ini kamipun punya tujuan untuk beberapa keperluan, sebut saja sebagai latihan fisik berkendara, sekaligus pengetesan ban, mesin motor, maupun gear dan apparel yang kami gunakan.

Jalur Depok – Cibubur – Jonggol – Cariu

Kami berangkat dari markas MotoBikerz.com di Cinere Depok tepat pukul 05.00. Matahari pagi mulai bersinar ketika kami melintas jembatan layang Cileungsi. Kondisi jalan pada rute ini bagus, ramai namun lancar. Jonggol sebagi persimpangan penentu, karena arah kanan akan menuju ke Cianjur – Padalarang atau juga menuju Cikalong Kulon dan seterusnya ke Cikalong Wetan. Namun kami tidak melewati jalur ini, pada saat akan memasuki Jonggol kami langsung belok kiri ke arah Cariu masih di Kabupaten Bogor.

Jalur Cariu – Loji Kab. Karawang – Waduk Jatilihur – Purwakarta

Pada jalur ini ceritanya jadi tambah seru karena kami sempat salah jalan dua kali tepatnya antara Loji jauh sebelum sampai Waduk Jatiluhur. Tetapi dengan bertanya kepada penduduk sambil menyebut arah tujuan Purwakarta, kamipun dibantu dan diarahkan ke persimpangan yang harus kami lewati. Bahkan ada penduduk yang tak sungkan-sungkan mau menemani kami sampai di persimpangan yang dimaksud. Disini saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena selalu menjumpai orang-orang daerah setempat (lokal) yang baik semuanya.

Jalur antara Loji dan Waduk Jatilihur bagian utara pada umumnya rusak parah, berlumpur, bebatuan, pasir, tanjakan maupun turunan curam, kubangan serta melewati kawasan pepohonan yang lebat. Bahkan kami sempat melihat ada kegiatan latihan militer pada rute tersebut. Pada bagian rute jalan Loji yang rusak tersebut sepertinya wilayah ini sudah masuk Kabupaten Karawang yang paling jauh, bagian selatan dan lupa diurus pemda setempat. Jadi tak heran kalaupun jalan tersebut rusak parah menjadi off-road.

IFMotoBikerz.com akhirnya tiba diujung waduk Jatilihur dengan jalan beton yang masih baru dan kamipun singgah disebuah warung untuk sarapan pagi pasalnya waktu sudah pukul 07.30 dengan sinar matahari yang cerah. Disela-sela istirahat kamipun sempat berfoto dengan udara bersih dengan langit biru yang terang. Kami sangat menikmati suasana alami sambil menyantap Indomie rebus dan kopi panas. Huh.. sedapnya masbro!

Di warung ini kami berusaha untuk posting foto, tetapi tidak berhasil karena signal Telkomsel sangat lemah, dan pemilik warung mengatakan bahwa signal Indosat lebih kuat di kawasan Jatiluhur. Akhirnya kamipun urung posting foto untuk social media instagram maupun facebook.

20161001_074830

20161001_082712

45 menit kemudian, kamipun meninggalkan warung untuk seterusnya menuju kota Purwakarta. Disini kami harus menyusuri pinggiran waduk, dan uniknya ada dua pilihan jalur yang bisa dilewati yaitu jalur atas dan jalur bawah. Namun kami memilih jalur bawah, karena jalur atas ditutup portal, dan sejatinya jalur atas ini untuk kepentingan petugas bukan untuk masyarakat. Kondisi jalan atas-bawah sama saja, yaitu tanah becek.

Setelah meninggalkan “dua jalur atas-bawah” ini kamipun mendapatkan jalan beton nan mulus putih bersih dan masih sepi kendaraan dengan beberapa titik pemandangan indah ke arah waduk Jatilihur. Jalan beton ini kemudian mengantar kami masuk ke kawasan hutan dengan pepohonan yang lebat dan tentu saja tidak ada rumah penduduk.

Tidak lama kemudian akhirnya kamipun tiba ke jalan utama Waduk Jatiluhur sebagai akses parawisata waduk yang datang dari arah Kota Purwakarta. Kondisi jalanpun sudah ramai, rumah penduduk juga ramai, dan situasinya kembali dalam kehidupan masyarakat seperti biasa. Tidak lama kemudian kami sudah tiba di pertigaan penentu apakah akan terus ke Wanayasa atau ambil jalan ke Sadang. Akhirnya kami memilih jalur Wanayasa yang seru dengan tikungan-tikungannya.

Jalur Purwakarta – Wanayasa – Subang – Kadipaten – Majalengka – Cikijing – Kuningan

IFWah.. kami rasa pada pada jalur ini tidak perlu lagi diceritakan bagaimana sensasi berkendara dengan melewati jalang tikungan dan jalan lurus-lurus panjang (Subang-Kadipaten). Silahkan dicoba sendiri aja ya. Yang pasti kondisi jalannya sangat-sangat bagus dan benar-benar nikmat khususnya buat masbro para penggemar turing. Bagi kami yang penting adalah menikmati perjalanannya sambil melaju diatas motor milik sendiri.

Pukul 12.30 kamipun sudah tiba di Pasar Kadipaten untuk istirahat makan siang. Disaat makan siang kami sempat melihat beberap bikers ION melintas yang tentunya memiliki tujuan yang sama ke lokasi acara HUT Ke-3 ION di Kuningan yang jaraknya sudah dekat sekitar 55 Km. Usai istirahat makan siang, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Majalengka dan belok ke kanan arah selatan ke Cikijing untuk menikmati tikungan-tikungan di kaki Gunung Ciremai sambil merasakan guyuran hujan keras sekitar pukul 14.30 s/d 15.30.

Tanpa terasa, akhirnya kamipun sudah tiba di Kota Kuningan sekitar pukul 16.00 dan disini kami mencari kehangatan dengan segelas kopi panas sekalian membeli sendal dan jamu tolak angin. Pukul 16.30 kamipun tiba dengan aman di lokasi acara HUT Ke-3 Inazuma Owner Network (ION) di Prima Resort Sangkanhurip Kuningan. Acara disini sangat meriah hingga tengah malam, dan bagusnya acara sampai banjir hadiah. Kami sangat senang bisa berjumpa para sahabat ION dari berbagai daerah, dan menurut panitia jumlah yang hadir lebih dari 170 orang member ION. Luar biasa!

Jalur pulang via Cirebon – Pantura – Cikampek – Karawang – Bekasi

IFUntuk jalur pulang ini kami rasa ngga perlu diceritakan lagi bagaimana kondisi treknya. Lagian trek ini sudah sangat biasa buat para bikers! Ngga ada yang istimewa, betul ngga?! Kami start meninggalkan lokasi acara pukul 10.00, kemudian waktunya makan siang sekitar jam 12.30 tiba di Kota Karawang persis di depan Pemda Karawang. Kamipun tiba dirumah dengan selamat pukul 16.00 setelah menempuh jarak tempuh 595 Km (pp).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *