Wheel Story 4: Explore Timor Leste

dsc05090

MotoBikerz.com kembali mendapat berita tentang perjalanan Mario Iroth dimana ia saat ini berada di Timor Leste. Perjalanan Wheel Story 4 di Timor Leste diceritakan langsung oleh Bro Marro yang dikirim via e-mail berikut ini:

Petualangan kali ini datang dari negara termuda di dunia dan berbatasan langsung dengan Indonesia. Timor – Leste sebagai negara tujuan Wheel Story setelah benua Australia. Di Timor Leste sendiri ternyata Wheel Story tidak jalan sendirian, kami bertemu teman-teman bermotor lainnya dari Australia dimana kami bertemu di Darwin setelah memutuskan untuk shipping motor bersama dari Darwin ke Dili, dan setelah motor tiba di Dili, tak berapa lama kami pun langsung berpetualang mengelilingi Timor Leste. Total 7 motor datang dari 6 negara (Indonesia, Timor Leste, Australia, India, Jerman & Inggris) riding bersama menikmati indahnya Timor-Leste.

Hari pertama kami mengunjungi Hato Builico, persis berada di bawah kaki gunung Ramelau, gunung tertinggi di Timor Leste (2.986 Mdpl). Jalan menuju desa ini terbilang sangat menantang karena melewati jalan berbatu menanjak di balik tebing yang berkabut. dan kami pun tiba pada ketinggian 2.200 mdpl dan disinilah kami mendirikan tenda disebelah rumah adat dan berbaur bersama warga dalam kedinginan malam.

Lalu petualangan berlanjut hari berikutnya menuju Marobo Hot Spring, salah satu tempat pemandian air panas yang sudah ada sejak zaman Portugis. Jalan menuju lokasi ini tak kalah dengan hari pertama, jalan bebatuan serta tanah licin harus kami lewati dengan susah payah. Setibanya di Marobo Hot Spring, rasa capek dan lelah terbayar ketika berendam di air panas natural ini.

Perjalanan kami lanjut ke Selatan menuju Suai. dari pegunungan turun ke pesisir pantai timur yang panas. disini kami tinggal di salah satu rumah adat di desa Suai Loro. dan sambutan masyarakat beserta anak-anak yang hangat menyambut kedatangan kami. ketika pagi menjelang, kami disuguhi dengan tarian tradisional yang di bawakan oleh perempuan desa Suai termasuk menunjukkan cara menenun Tais ( kain tradisional khas Timor Leste). Perjalanan di lanjutkan melewati pesisir timur hingga ke Viqueque. walaupun akses jalanan yang rusak tidak menghalangi rasa semangat kami untuk meng-eksplor Timor Leste.

Dari Viqueque kami melanjutkan perjalanan ke bagian paling ujung Timor Leste yaitu pulau Jaco. dengan medan off-road yang begitu berat dari Viqueque hingga Los Palos, namun hari keburu gelap hingga kami memutuskan camping di Tutuala. Lalu hari berikutnya kami baru melanjutkan ke Pulau Jaco, sejauh 8 km menuju pantai Valu dengan kondisi jalan begitu berat dan terjal. Rasa capek kami terbayar setelah tiba dengan pemandangan serta birunya pantai Valu dan Indahnya pulau Jaco (Pulau tak berpenghuni) yang menjadi primadona Timor Leste.

Akhirnya perjalanan kembali ke Dili melewati pantai utara dengan jalanan yang mulus dan pemandangan lautan yang biru. di Dili kami di sambut oleh Tim dari Kementrian Pariwisata Seni dan Budaya Timor Leste, pemberian Tais masing masing rider yang diberikan langsung oleh Aquelino Caero Do Santos selaku Directur Geral Ministerio Do Turismo Arte e Cultura. Selama 13 hari berpetualang sejauh 1.400 Km di 12 distrik dengan medan jalan yang berat.

Berikut Link Video Wheel Story di Australia : https://youtu.be/vk62-7zW_nY

Your comment: