IMUD (Independent Motorcycle UniteD) Java Exploride 2016

Tuntas sudah perjalanan para biker IMUD (Independent Motorcycle UniteD) mengelilingi pulau Jawa dari  Surabaya melintasi  jalur  pantura hingga kembali lagi melalui jalur pantai selatan selama 8 hari. Tak kurang 1700 km telah ditempuh.

Kali ini perjalanan diikuti oleh sepuluh biker: Bro Junaidi – Koordinator IMUD sekaligus penanggung jawab turing, Bro Widdi, dan Bro Wariyono masing-masing dengan  Honda Tiger Revo, Bro Dodo – Suzuki Inazuma, Bro Sunarjadi  – Honda MegaPro yang full accessories sebagai Road Captain, Bro Ali Ridwan – Honda CB150 Street Fire, Bro Bayu – Kawasaki Ninja Z250, Bro Rudi – Yamaha Vixion,  Bro Bagus – Kawasaki Estrella dan Bro Ook dengan Yamaha Scorpio-nya.

Day 1, Sabtu 10 Desember. Tim  tiba di Surabaya jam 7.20 pagi dengan pesawat Lion dari Bandara Sepinggan Balikpapan, kecuali Bro Bagus yang telah terbang terlebih dahulu pada Jumat sore. Dua hari sebelumnya semua kendaraan telah dikapalkan dari Pelabuhan Semayang Balikpapan. Update kabar terakhir kapal baru sandar sekitar jam 19 waktu Surabaya.  Jam 21 lewat akhirnya kendaraan dapat di keluarkan dari kapal Santika dan kembali ke Hotel Pacific untuk istirahat dan persiapan riding keesokan harinya.

Day 2, Minggu 11 Desember. Setelah delay satu hari dari jadwal semula, selepas subuh semua biker langsung meninggalkan Hotel Pacific untuk memulai perjalanan etape pertama, Surabaya- Gresik – Lamongan – Tuban – Lasem – Rembang – Pati – Kudis-Demak- Semarang – Pekalongan – Cirebon –  Bandung.

Cuaca cerah sepanjang perjalanan para biker melaju dengan kecepatan rata-rata 80-90 km/jam hingga jam 8 rehat di RM Luwes Kragan, Rembang untuk sarapan. Lewat tengah hari tiba di RM Sampurna, jalan raya Semarang Kendal Km 12. Saatnya makan siang.  Ketika hendak melanjutkan perjalanan, hujan rintik mulai turun. Jas hujan pun dikenakan. Tak lama dalam perjalanan menuju Kendal hujan deras turun tiba-tiba.

Di tengah guyuran hujan, masih di Kendal bearing roda belakang si Vixion tunggangan bro Rudi mengalami masalah. Sambil menunggu perbaikan di bengkel pinggir jalan terdekat, mampir ke warung untuk berteduh ditemani secangkir teh poci. Kelar perbaikan tim kembali melanjutkan perjalanan. Tapi tak lama kembali bearing roda belakang si Virang bermasalah. Hingga magrib menjelang perbaikan belum selesai.

Akhirnya di putuskan tim di bagi dua. Tim satu Bro Sunarjadi, Junaidi, Widdi, Ook, Wariyono dan Bagus melanjutkan perjalanan dengan target Cirebon. Sisanya tim dua, Bro Dodo, Bayu, Ali dan Rudi menunggu hingga selesai. Sekitar jam 21.30 tim dua menyusul. Jalan raya yang cukup gelap dan hujan yang terus mengguyur sepanjang perjalanan hingga larut malam, membuat para biker tidak bisa memacu kendaraan dengan maksimal. Akhirnya tim memutuskan untuk berhenti dan bermalam di Tegal.

Day 3, Senin 12 Desember.  Jam 7 pagi, tim dua start dari Tegal menuju Cirebon. Jalan raya Tegal-Cirebon yang mulus dan lalu lintas yang masih sepi membuat para bikers leluasa melaju di atas kendaraan. Jam 9 kurang telah tiba di Cirebon. Oya, dari Cirebon Pakbro Ook memisahkan diri dari rombongan dan melanjutkan solo riding langsung ke Bandung. Dari Cirebon tim yang sudah bergabung langsung menuju Lembang melalui jalur Majalengka – Subang.

Kembali di tengah perjalanan setelah menembus kepadatan lalu lintas, beberapa rider terpisah. Beruntung si Inazuma berhasil menemukan jalur dan bertemu dengan rombongan di depan Polres Sumberjaya, Majalengka. Ternyata tiga orang rider lainnya, bro Bagus, Bayu dan Jun IMUD Sejati juga terpisah. Setelah berkoordinasi beberapa saat akhirnya tim dapat berkumpul utuh lagi. Jalan menuju Lembang sangat menantang melewati jalur pedesaan meliuk-liuk naik turun diselingi aspal yang sudah penuh lubang di beberapa bagian. Hujan rintik-rintik juga setia menemani sepanjang perjalanan.

Menjelang sore akhirnya jalanan berakhir di jalan raya mulus yang membelah perkebunan teh. Sekitar jam 16.30 para biker IMUD akhirnya tiba di Lembang di sambut para biker dari Jakarta dan Bandung yang sudah tiba terlebih dahulu.

Beberapa biker ada yang bermalam di Lembang, sebagian ada yang turun ke Bandung. Hampir semalam penuh hujan mengguyur kota Bandung.

Day 4, Selasa 13 Desember. Dari Gedung Sate Bandung  perjalanan etape dua ke Jogyakarta dimulai setelah mengisi bbm tunggangan masing-masing. Tiga orang biker akan menyusul kemudian karena harus ke bengkel untuk perbaikan si Macan tunggangan Bro Jun.

Menembus kemacetan kota Bandung ternyata penuh perjuangan. Apalagi dengan motor-motor IMUD yang full bagasi kanan kiri. Terpaksa klakson di bunyikan setiap saat agar barisan tidak terpisah. Dari Bandung, dua orang rider NMax pakbro Salahuddin dan Pakbro “Ujang” Sudarjat bergabung, namun hanya satu Nmax  yang lanjut hingga Jogja. Memasuki perjalanan arah Cilacap hingga Majenang para rider harus ekstra hati-hati ketika memacu kendaraannya karena lengah sedikit maka lubang-lubang menganga siap memangsa.

Tiba di Restoran Taman Pringsewu, Sumpiuh Kebumen untuk istrirahat dan makan malam, lalu melanjutkan perjalanan hingga ke Jogja melalui jalan Deandels menyusuri pantai Ayah. Sayang pemandangan indah sepanjang jalan Deandels  tak dapat dinikmati karena hari sudah malam.  Menjelang tengah malam tim IMUD tiba di Wates di sambut oleh Pakbro Yongki,  bro Dedi Handoko dan bro Eko Dimensi dari ION (Inazuma Owner Network) chapter Jogja.  Terima kasih tak terhingga buat brothers ION yang sudah rela menunggu hingga larut malam di tengah udara dingin.

Seperti malam-malam sebelumnya hujan tetap setia menemani perjalanan  biker IMUD.

Day 5, Rabu 14 Desember. Jogja. Pagi hari beberapa biker sudah nongkrong di bengkel AHASS untuk mengecek dan memperbaiki kendaraan masing-masing.  Ditemani Bro Kadir dengan Inazuma-nya, beberapa biker IMUD mengunjungi Dab Hobbies Shop di jalan Bumijo Tengah untuk berbelanja perlengkapan turing. Sementara, pagi itu  Bro Jun, Rudi dan Bayu masih di Majenang untuk melanjutkan perjalanan menyusuri Pantai Selatan Jawa Tengah menuju Jogja sambil menikmati pemandangan.

Menikmati suasana kota sore hari di sekitar nol kilometer Jogja, makin malam suasana bertambah ramai dengan para wisatawan. Santap malam dengan menu nasi goreng kambing plus sate Klatak Pak Jede khas Jejeran dan berakhir di lesehan sambil meyeruput teh panas dan kopi Joss Tugu bersama tim dua yang  sudah kembali bergabung.

Day 6, Kamis 15 Desember. Jam 6 pagi Pakbro Salahuddin dengan NMax-nya meninggalkan Jogja,  solo riding kembali ke Bandung.

Di lepas bro Kadir dan bro Bagus di perbatasan depan komplek candi Prambanan,  tim IMUD melanjutkan etape selanjutnya: Jogja – Gunug Kidul – Pacitan melalui Pracimantoro – Trenggalek – Tulungagung – Blitar.

Cuaca pagi ini sangat bersahabat. Meninggalkan Jogja menuju Gunung Kidul. Memasuki Pacitan jalur yang cukup menantang sudah menanti. Jalanan naik turun berkelok kelok tiada henti menuntut kewaspadaan tinggi sambil mempertahankan kecepatan. Namun pemandangan juga sangat indah. Di Pracimantoro jalur masih berupa tanah lempung. Di beberapa bagian nampak basah berlumpur. Para rider berkendara extra hati-hati.

Dan benar saja, Inazuma hitam sempat terjatuh akibat kehilangan keseimbangan ketika melewati jalur licin berlumpur. Lepas dari Pracimantoro kembali disuguhi aspal mulus dan pemandangan indah hutan dan pantai laut selatan. Singgah di Pantai Teleng Pacitan untuk santap siang dengan menu ikan bakar yang gurih plus sambal super pedas. Masih di Pacitan menyempatkan diri melihat Monumen Palagan Tumpak Rinjing, monumen perjalanan Panglima Sudirman dalam perang gerilya.

Memasuki malam kembali hujan turun. Beberapa ruas jalan di Trenggalek penuh kubangan lumpur. Setelah makan malam soto Dok Cak Ji di Trenggalek, perjalanan berlanjut hingga tiba di hotel  Saptra Mandala, Blitar.

Day 7, Jumat 16 Desember. Sekitar jam 10 pagi tim meninggalkan Blitar. Sedikit  terjadi miskomunikasi di perjalanan ditambah Vixion  tunggangan bro Rudi kembali terjadi masalah. Akhirnya kembali ke Blitar untuk mencari bengkel terdekat. Setelah sholat Jumat dan makan siang di RM Katineung, perjalananan  dilanjutkan hingga tiba di Malang sore hari.

Day 8, Sabtu 17 Desember. Udara pagi Malang  masih sangat dingin sisa guyuran hujan semalam. Tujuh biker minus Bro Sunarjadi langsung gaspol menuju Surabaya untuk mengapalkan tunggangan menuju Balikpapan. Perjalanan dari  Malang ke Tanjung Perak, Surabaya di tempuh sekitar tiga jam, diselingi sesi foto  di monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Mission accomplished. Well done brothers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *