​Hari Ke-6 Solo Touring Borneo, 500 Km tiba di Tayan

irc-tire-adbanner

Sabtu, 7 Januari 2017 menempuh rute sejauh 490-500 Km dari Pangkalan Lada Kalimantan Tengah hingga ke Tayan di Kalimantan Barat. Rute ini cukup mendebarkan karena kondisi treknya yang sangat menantang ditambah dengan minimnya lokasi SPBU (jarakna sangat jauh). Sayapun mempersiapkan diri dengan jiregen diisi bbm PERTALITE sebanyak 7 liter jika terjadi kehabisan bensin dijalan. Namun kabar bagusnya bbm di jirigen yang saya bawa tidak terpakai.

Ceritanya saya start dari rumah Bro Wahyu Muzaki yang telah membuka rumahnya untuk saya menginap semalam (Jumat 6/1/17). Pada pukul 08.00 kami foto bersama didepan rumahnya dan kemudian saya diantar ke Simpang Runtu sejauh 12 Km untuk isi bbm. Simpang Runtu menjadi penentu soal bbm, sayapun mengkuti saran Bro Wahyu untuk isi bbm sampai luber, dan jirigen yang dibawa harus dipastikan juga sudah terisi penuh.

Setelah isi bbm di Simpang Runtu, sayapun berpisah dengan Bro Wahyu untuk selanjutnya melanjutkan solo riding dengan target mencapai Jembatan Tayan Sungai Kapuas sebelum waktu maghrib, karena Jembatan Tayan ini adalah jembatan baru yang diresmikan oleh Presiden RI Jokowi. Maka saya tidak mau kehilangan momen untuk melihat jembatan ini yang dikenal sebagai jembatan terpanjang dan menyeberang Pulau Tayan di Sungai Kapuas Kalimantan Barat.

Cerita rute antara Simpang Runtu hingga Tayan tidak bisa terkatakan. Luar biasa seru! Yang pasti jalannya bagus kelas satu, tidak ada kerusakan. Pokoknya mantap sekali, juga alam yang dilewati sangat mempesona, bervariasi, kontur jalanpun sangat menantang tinggal bagaimana saya mengatur sendiri kecepatan yang diinginkan. Namanya juga solo touring, tentu saja suka-suka saya sendiri bro.

Melewati Lamandau ada SPBU tapi ngga jelas alias tutup, artinya spbu ini tidak bisa diharapkan. Saya kemudian istirahat ngopi di Kudangan sekitar jam 11.00, pas disebelah Losmen A’AN. Nah, Kudangan ini bisa jadi sebagai desa terakhir di Kalimantan Tengah sebelum masuk ke perbatasan menuju Kalimantan Selatan. Bagi mereka yang kemaleman lewat daerah ini, bisa menginap di Losmen AAN Kudangan.

Lepas dari Kudangan, 15 km kemudian masuk perbatasan Kalimantan Tengah – Kalimantan Barat tepatnya di puncak bukit. Kebanyakan biker singgah ditempat ini untuk berfoto dan istirahat sekaligus menempelkan stiker klub/komunitas di sebuah kaca etalase warung makan. Sayang sekali, saya tidak berhenti diperbatasan karena sebelumnya sudah berhenti 30 menit sebelumnya di Kudangan untuk ngopi.

Setelah perbatasan ini, kemudian jalan turun sampai di Nanga Tayap yang jaraknya sudah mencapai 256 km dari lokasi saya start di Pangkalan Lada. Bagi mereka yang motornya boros belum tentu sampai di Nanga Tayap karena rutenya yang sangat banyak melewati tanjakan ektrim sampai gas ditarik habis, dan gigi-pun harus dioper ke gigi 1-2. Berat bro..jika tidak bawa persediaan bbm bisa mogok ditengah jalan yang sangat sepi.

Saat masuk Nanga Tayap, kecepatan saya kurangi untuk mencari warung makan dan spbu. Setelah lihat kekiri dan kekanan malah ada seorang biker yang berdiri ke tengah jalan, dia itu adalah Bro Iroel Pria BerKharisma asal Medan yang sedang menjalani solo touring dengan motor Honda Kharisma dari arah Pontianak.

Motor bro Bro Iroel ternyata ada dibengkel karena lagi mengalami trouble, dan sayapun mengajak Bro Iroel untuk makan siang bersama. Usai makan siang dan ngobrol-ngobrol, tepat pukul 14.00 saya harus meninggalkan Bro Iroel selanjutnya melanjukan solo riding ke arah utara, sedangkan Bro Iroel ke-arah sebaliknya ke selatan.

Setelah keluar dari Nanga Tayap barulah ditemui spbu dengan antrian panjang di deretan bbm Pertamax. Jadi bbm Pertalite tidak tersedia alias habis, dan bbm premium jangan ditanya lagi sejak dari Banjarmasin yang namanya bbm premium ini selalu habis di setiap spbu resmi karena sudah diborong para pengecer jalanan. Hmm.. untung saja motor Inazuma sejak dibeli tidak pernah pakai bbm subsidi.

Usai isi full tank Petamax di Nanga Tayap, motor Inazuma digeber lagi menuju ke Jembatan Tayan sejauh 234 Km. Pada rute penuh tantangan ini ini saya tidak sempat berhenti untuk istirahat ngopi, bahkan berkali-kali diguyur hujan siang maupun sore sampai akhirnya tiba di Jembatan Tayan pukul 17.00 wib. Suasana haru benar-benar terasa karena saya telah menyelesaikan perjalanan dengan aman walaupun motor sering digeber hingga kecepatan 125 Km/jam. Silahkan dicoba bro rute ini, pastinya punya pengalaman dan cerita menarik.

Di Jembatan Tayan saya harus mengambil waktu untuk sesi foto, karena hari Sabtu sore menjelang malam minggu, ada banyak orang berfoto dan jalan-jalan diatas Jembatan Tayan ini. Orang tak dikenal saya minta bantuannya untuk menjepret. Setelah ngobrol-ngobrol dengan anak-anak muda ini, kemudian ada seorang biker tiba-tiba berhenti langsung menegur saya.

Yes, dia adalah Bro Anggi yang memang tidak saya kenal sebelumnya tetapi dia tau kehadiran saya melalui jaringan internet. Ternyata Bro Anggi secara terbuka, dan tulus mengantar saya kerumahnya untuk menginap, sekaligus kopdar bersama biker Tayan. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Penyayang yang selalu memberikan kelancaran dan kemudahan selama dalam misi Solo Touring BORNEO ini.

Rute berikutnya Tayan – Pontianak.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

2 thoughts on “​Hari Ke-6 Solo Touring Borneo, 500 Km tiba di Tayan

  1. Om..kalo masuk balikpapan kabar”in yah….kami siap kondisikan…hehe
    Salam satu aspal dari HSFCI BALIKPAPAN

    • Sudah pulang bro Richo.. waktu di Balikpapan hanya makan siang saja.. kemudian jam 15.00 saya terus nyebrang ke Panajam dan menginap Simpang Kuaro

Your comment: