Hari Ke-9 Solo Touring Borneo, Rute Pontianak – PLBN Aruk Sambas

Servis motor Suzuki Inazuma di Pontianak, Kalimantan Barat menjadi hal yang sangat penting sebelum meninggalkan Indonesia, karena pada pada Selasa 10 Januari 2017 adalah perjalanan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas yang berjarak sejauh 320 Km dan sesudah itu saya masuk negara tetangga Malaysia.

Pada rute Pontianak – PLBN Aruk ini saya lebih dulu melewati Monumen Equator atau Tugu Khatulistiwa Pontianak yaang berjarak 10 Km. Ketika singgah di lintasan garis khatulistiwa bersama teman-teman KOMBO Pontianak yang ikut menemani, sayapun menjadi terharu apalagi saat menerima piagam Tugu Khatulistiwa Pontianak yang dicapai sampai lokasi ini dengan berkendara sepeda motor dari rumah di Depok, Jawa Barat.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan untuk mengisi bensin di daerah Mempawah. Usai rehat sejenak minum kopi maka sayapun harus berpisah dengan rekan-rekan KOMBO Pontianak yang sudah menemani dan mengantar sejak dari Pontianak. Setelah itu target saya adalah Kota Singkawang untuk rehat makan siang.

Kondisi jalan lurus panjang, mulus dan bisa dibilang bagus tak ada kerusakan yang berarti. Akhirnya saya masuk Singkawang dan saya mengurangi kecepatan sampai menemui sebuah pertigaan. Baru saja berhenti tiba-tiba ada biker yang menyapa, semula satu biker kemudian bertambah lagi. Singkat kata mereka adalah anggota KOMBO Singkawang yang sebelumnya sudah mendapatkan info dari rekan-rekan KOMBO Pontianak. Luar biasa.

Saya ditemani oleh KOMBO SIngkawang menuju Kantor Walikota SIngkawang, dan akhirnya makan siang bersama. Di lokasi makan siang ada beberapa teman-teman KOMBO Singkawang berdatangan dan menyapa saya yang pada saat itu saya hanya sekedar melintas karena tidak menginap. Usai makan siang saya menuju pusat kota Singkawa yang khas dengan bangunan tua etnis China yang berdampingan dengan masjid dan gereja. Oh.. indahnya perbedaan namun mereka tetap menjaga persatuan.

Usia berfoto bersama, kemudian saya dilepas di perbatasan kota Singkawang dimana saya harus melanjutan misi Solo Riding BORNEO sampai ke negara Malaysia dan Brunei Darussalam . Gas motor Suzuki Inazuma pun terus dipacu, semakin cepat akan semakin baik, soalnya adalah masalah waktu dan jangan sampai saya tiba di PLBN Aruk terlalu malam.

Bibir pantai Kalimantan Barat terakhir kali saya lihat di daerah Pemangkat, sesudah itu saya sejenak beristirahat karena udaranya sangat panas. Ketika saya berhenti di sebuah kios, saya perhatikan suasana Pemangkat seperti di negara luar pasalnya ada beberapa anak muda yang saya jumpai disana berbicara pakai Bahasa Tiongkok yang sama sekali tidak saya dapat mengerti. Lucu juga ya.. padahal lokasi saya masih di Kalimantan Barat.

Pukul 15.00 akhirnya saya tiba di Sambas kemudian gas motor saya kurangi. Saat berhenti hendak melakukan foto, tiba-tiba ada 2 anak muda naik motor menghampiri saya. Saya pun spontan minta langsung diantarkan ke lokasi terbaik di Sambas untuk minum kopi. Tak lama kemudian saya tiba di Keraton Sambas untuk berfoto dan setelah itu minum kopi bersama dua anak muda biker Sambas.

Pukul 16.00 saya pamit dan minta diantarkan ke SPBU, dan ternyata bensin di dua SPBU di Sambas sudah habis. Tak berlama-lama sayapun berpisah dengan kedua biker Sambas tadi untuk tancap gas ke PLBN Aruk.

Rute Sambas – PLBN Aruk ini menjadi seru penuh tantangan, pasalnya adalah melewati jalan dalam proses perbaikan sejauh 10 km. Kemudian masuk hutan dengan suasana sudah mulai gelap namun saya sempat berfoto di sebuah proyek pelebaran jalan yang sudah dilapisi aspal hitam yang masih segar. Artinya, kondisi rute ini masih dalam tahap perbaikan disana-sini, tetapi kalau nanti mas bro lewat rute ini, tentu jalannya sudah bagus.

Pukul 18.00 saya berhenti untuk rehat kopi di pertigaan Tanjung. Sebelum engine off saya lihat penunjuk bbm sudah kedap-kedip artinya Suzuki Inazuma yang saya pakai ini juga minta minum. Berhubung sejak dari Sambas tak ada bbm di spbu (kecuali di eceran), maka akhirnya sayapun membeli Pertalite eceran seharga Rp. 10 ribu per liter. Saya tebus 5 liter = Rp. 50 ribu dari pada motor mogok di suasana gelap.

Pukul 19.00 saya rehat makan malam di Warung Makan Dinda. Nah.. kalau masbro buka Google Map, Warung Makan Dinda ini bisa dilacak dengan mudah. Saat saya melakukan persiapan rute Solo Touring BORNEO beberapa bulan yang lalu saya sempat menelpon warung ini untuk mendapatkan informasi jalan. Satu pertanyaan apakah sepeda motor bisa sampai ke lokasi PLBN Aruk? Jawabnya bisa tapi jalan rusak parah (Itu cerita 3 bulan lalu, dan sekarang sudah mantap).
Ya.. akhirnya saya sudah buktikan sendiri, memang bisa naik motor sampai ke lokasi Warung Makan Dinda yang menyediakan menu khas Melayu. Puji syukur saya menjadi akrab ngobrol santai dengan pemilik warung dan juga para tamu yang sedang makan malam disana.

Dari lokasi Warung Makan Dinda ini, kemudian saya menuju penginapan yang ada di sekitar PLBN ARUK yang jaraknya hanya 1.5 Km. Disekitar gerbang PLBN Aruk sebenarnya ada banyak penginapan, mulai dari harga Rp. 50 ribu (kondisi rumah papan) hingga harga Rp. 250 ribu full AC (bangunan beton). Karena kondisi sudah lelah, akhirnya saya check-in hotel yang ada di sekitar PLBN Aruk pukul 21.00.

Rute berikutnya: PLBN Aruk – Kuching Malaysia 110 Km.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

4 thoughts on “Hari Ke-9 Solo Touring Borneo, Rute Pontianak – PLBN Aruk Sambas

  1. […] Hari Ke-9 Solo Touring Borneo, Rute Pontianak – PLBN Aruk Sambas (320 Km) http://motobikerz.com/archives/19736 […]

  2. Biak Sambas says:

    Wah gak ketahuan kang SL ternyata lewat kotaku Sambas, sukses bro…

  3. Bro SL…apakah susah untuk mendapatkan ijin masuk border menuju kuching menggunakan motor…syarat2 apa aja yg musti dipersiapkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *