Solo Touring BORNEO hari ke-17, menikmati rute Gunung Kinabalu

Hari Rabu, 18/1/17 adalah perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) di hari ke-17. Rute dihari tersebut menempuh jarak 295 Km dari Kota Kudat menuju Telupid via Kota Belud, Kundasang dan Ranau. Lepas dari penginapan di Kudat jam 09.00 dengan cuaca hujan yang tak henti-hentinya mengguyur kawasan Kudat di ujung utara Borneo sejak kemarin.

Sebelum keluar dari Kudat, ditengah guyuran hujan Solo Rider Stephen Langitan (SL) lebih dulu mampir ke sebuah bengkel untuk mengganti rantai yang dirasa sudah tidak nyaman. Datang ke bengkel ditemani oleh bikers Kudat yang setia menunggu hingga selesainya penggantian rantai Suzuki Inazuma. Oh ya harga rantai dibayar RM 95 atau sekitar Rp. 285 ribu tanpa perlu uang tip.

Usai urusan ganti rantai, akhirnya jam 10.30 Solo Rider SL meninggalkan Kudat seorang diri dengan kondisi hujan gerimis. Sampai di pertigaan, saya beristirahat di kedai yang sama (kemarin menuju Kudat) untuk makan siang sambil memantau pertigaan yang sebelumnya diberitakan via WA Group ada genangan air di pagi hari, dan ternyata saat saya datang sekitar jam 12.00 air genangan sudah surut.

Hujan masih terus mengguyur, dan sayapun tetap berkendaran sampai di Kota Belud. Jika kemarin sempat makan siang di Kota Belud, maka kali ini saya memutuskan hanya minum kopi di pinggiran Kota Belud sekitar jam 14.00. Secara tak sengaja saya berhenti di warung Hot Mama Corner dan kebetulan disana ada pria yang mengajak saya ngobrol. Singkat cerita kopi dan pisang goreng pun dibayar oleh pria tadi. Terima kasih bro.. dan sebelum saya melanjutkan perjalanan kami sempat foto bersama.

Usai dari minum kopi perjalanan di lanjutkan ke arah Gunung Kinabalu menuju Kundasang yang dikenal sebagai kawasan wisata dengan udara yang dingin, ibaratnya seperti berada di kawasan Puncak Pas di Jawa Barat. Pada rute ini saya menerobos kabut putih yang tebal sambil kedinginan, pasalnya udaranya memang lumayan dingin apalagi sebelumnya sempat diguyur hujan.

Sampai di Kundasang saya berhenti untuk isi bensin sekaligus makan karena udara dingin membuat rasa lapar, sementara jam sudah diangka 16.00. Usai santai dan makan, pukul 17.00 saya segera meninggalkan Kundasang menuju ke Ranau. Tadinya Ranau akan menjadi tempat bermalam, tetapi karena masih jam 16.00 maka perjalanan diteruskan sampai ke kota berikutnya yaitu ke Litupid. Sekitar pukul 20.00 sayapun sudah tiba di Litupid dan menginap di sebuah hotel.

Btw,, saat saya menginap di Litupid, ternyata ada biker Malaysia yang datang ke hotel tempat saya menginap dan iapun menitipkan 3 botol minyak bensin di resepsion hotel. Terima kasih bro.. untuk minyak bensinnya, ternyata di Litupid memang tidak ada stasiun pompa minyak bensin sampai ke Simpang Batu 32 dengan jarak sekitar 77 Km.

Agenda besoknya adalah perjalanan ke Tawau.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *