Solo Touring BORNEO hari ke-21, melapor ke Pos GABMA Simanggaris Nunukan

Hari Minggu, 22/1/17 adalah perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) di hari ke-21 dalam rangka menyelesaikan ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara. Di hari ke-21 ini saya hanya berada di Kecamatan Simanggaris, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara untuk melapor ke Pos GABMA Indonesia – Malaysia Simanggaris kemudian evakuasi motor Suzuki Inazuma dari hutan perbatasan, dan melepas sahabat bikers Malaysia pulang.

Setelah sarapan pagi, kemudian saya diantar oleh salah satu anak mantu keluarga Pak HJP untuk melapor kepada Kepala Desa Kanduangan Kecamatan Simanggaris Kab. Nunukan Kaltara dimana saya bersama 3 bikers Malaysia sudah datang menginap dirumah keluarga Pak HJP di desa tersebut.

Wajib melapor ini sangat penting sebab saya membawa tamu warga negara Malaysia yang tidak dilengkapi dengan dokumen passport, jadi kehadiran tamu warga Malaysia di Desa Kanduangan ini jangan sampai menimbulkan masalah karena awalnya mereka bermaksud baik mengantarkan saya masuk Indonesia lewat jalan darat yang sangat berat (arftikel ini).

Selain melapor kepada kepala desa, saya juga mengantarkan ke-3 rekan bikers Malaysia ini menuju ke Pos GABMA Indonesia – Malaysia Simanggaris yang berjarak 18 km dari rumah HJP dimana kami menginap. Saya melapor ke TNI, sedangkan rekan-rekan bikers Malaysia melapor kepada pihak militer negaranya yang ada di pos GABMA tesrsebut,

Sekedar informasi otoritas keamanan wilayah perbatasan di Simanggaris tersebut dipegang oleh TNI. Di pos GABMA Simanggaris ini ada juga pos militer Malaysia yang berdampingan dengan pos TNI. Oleh karena itu tak heran jika di gerbang pos ada tulisan serta bendera Indonesia – Malaysia. Lokasi ini wajib difoto karena kapan lagi ada kesempatan bisa mampir sampai ke pos perbatasan negara yang ada di Kalimantan Utara.

Pada jam makan siang kami sudah kembali kerumah Pak HJP di Desa Kanduangan Simanggaris, dan kami bersyukur keluarga HJP menghidangkan makan siang yang lezat. Oh ya.. di wilayah Kecamatan Simanggaris ini tidak ada hotel maupun penginapan, jadi satu-satunya untuk menginap harus di rumah penduduk. Disini saya sangat senang dapat berkenalan dengan keluarga besar HJP yang berada di Desa Kanduangan. Salah satu dari anak Bapak HJP memiliki “Rumah Makan Perbatasan” dan bagi mereka khususnya tmau yang sedang lewat Simanggaris wajib mampir ke warung makan ini.

Sekitar jam 14.00 rekan-rekan bikers Malaysia melakukan persiapan untuk kembali ke negaranya melalui hutan perbatasan yang sudah kami lewati di hari kemarin. Minyak bensin saya bantu dengan membelikan bensin premium eceran yang dijual dengan harga Rp.. 9 ribu per liter, termasuk 3 liter minyak bensin cadangan. Kemudian mereka juga dibekali dengan makanan dan minuman air mineral secukupnya.

Kemudian rekan-rekan bikers Malaysia ini pamitan dengan keluarga HJP, terlihat rasa haru dan sedih karena kami sudah menjadi saudara harus berpisah. Sayapun mengikuti perjalanan mereka dari belakang dengan menumpang mobil pick up yang disewa untuk mengangkut motor Suzuki Inazuma di tepi hutan perbatasan Indonesia – Malaysia.

Saya melihat sendiri secara jelas bagaimana trek yang kami lewati tadi malam ternyata berat, melewati perkebunan sawit dengan kondisi jalan tanah liat yang sangat mengenaskan. Mobil pick up 4WD yang saya tumpangi pun harus bekerja keras memainkan double gardannya untuk bisa lepas dari jebakan tanah liat. Sayapun menjadi terharu dengan kondisi jalan dan alam tersebut yang telah memberikan sebuah pengalaman berharga yang tidak mungkin akan dilupakan (harap dibaca juga artikel sebelumnya).

Singkat cerita, akhirnya saya dan ke-3 bikers Malaysia tiba di titik lokasi dimana motor penjelajah lintas 3 negara Borneo, Suzuki Inazuma sedang parkir menunggu pemiliknya datang mengambil. Motor Inazuma diparkir dalam keadaan aman kemudian diangkat secara gotong-royong dan dipindahkan ke bak mobil pick up. Jadi sebenarnya motor Inazuma ini bukan karena mogok melainkan karena pemiliknya sudah tidak mampu lagi menjajal Inazuma ditanah liat yang lengket.

Setelah itu saya dan ke-tiga bikers Malaysia (Bro Zack, Zuan dan Hairi) harus berpisah di tepi hutan perbatasan. Mereka kembali melewati jalur yang sama seperti hari kemarin, yaitu harus masuk hutan lagi dan seterusnya menuju Kampung Kalabakan Malaysia. Sementara saya bersama motor Inazuma diangkut dengan pick up 4WD menuju Desa Kanduagan Simanggaris.

Pada pukul 16.00 turun hujan lebat dikawasan hutan perbatasan Indonesia – Malaysia sementara Inazuma sedang dicuci. Pukul 18.00 saya mendapat kabar melalui WA Group bahwa ke-tiga bikers Malaysia tadi telah tiba dengan selamat di Kalabakan.

Pada malam harinya saya kembali menginap di rumah Keluarga HJP karena besoknya hari Senin 22/1/17 saya harus ke arah Sei Ular (ujung aspal Trans Kalimantan) kemudian naik speed boat menuju Pulau Nunukan untuk keperluan chop/stempel passport masuk Indonesia, juga mengurus chop dokumen CPD Carnet di kantor Bea Cukai Nunukan.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *