Solo Touring BORNEO hari ke-22, jalan-jalan ke Pulau Nunukan

Hari Senin, 23/1/17 adalah perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) di hari ke-22 dalam rangka menyelesaikan ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara. Di hari ke-22 ini saya mendahulukan urusan chop/stempel passport masuk Indonesia, serta dokumen CPD Carnet menuju ke Terminal Ferry Nunukan yang berada di Pulau Nunukan, Kalimantan Utara. Singkat kata, saya anggap ini lagi jalan-jalan ke Pulau Nunukan naik kapal/boat.

Jam 08.00 saya mengedarai sepeda motor dari rumah Bapak HJP di kampung Kanduangan Simanggaris menuju Sei Ular dengan jarak 18 Km. Ketika tiba di Sei Ular, motor Inazuma di titipkan disebuah penitipan motor dengan bayaran Rp. 10 ribu per hari. Sei Ular ini saya sebut sebagai ujung aspal jalan Trans Kalimantan.

Sei Ular, ujung aspal Trans Kalimantan (Kab. Nunukan Kaltara)

Sei Ular sebagai pelabuhan kapal kecil jenis speed boat/perahu, dan menjadi penghubung transportasi antara daratan Pulau Kalimantan dengan Pulau Nunukan. Asal tau saja bahwa Pulau Nunukan adalah kota Kabubaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Tak heran jika pelabuhan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Utara, dan uniknya berada di bibir perbatasan antara Indonesia – Malaysia.

Di Pulau Nunukan ini juga memiliki pelabuhan kapal ferry yaitu antara Nunukan – Tawau Malaysia yang disebut dengan nama “Terminal Penumpang Tunon Taka Nunukan”. Nah.. dalam hal ini saya perlu mendatangi terminal Tunon Taka dalam rangka mendapatkan chop passport resmi telah masuk Indonesia dari petugas imigrasi Nunukan.

Asal tau saja, saya telah melintas batas negara naik sepeda motor lewat jalan darat bukan naik kapal ferry, dan tentunya saya harus mendapatkan chop passport agar kehadiran saya di Tanah Air resmi dicatat oleh imigrasi Indonesia. Demikian halnya dengan sepeda motor Suzuki Inazuma juga harus resmi dicatat Bea Cukai Indonesia, dan sayapun harus mendapatkan chop dokumen Carnet melalui kantor Bea Cukai Nunukan.

Oh ya.. sewaktu saya masuk negara Malaysia, perjalanan hari ke-10 datang dari Kalimantan Barat melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Kec. Sajingan Kabupaten Sambas (baca artikel ini).

Pengalaman naik speed boat dari Sei Ular ke Pulau Nunukan untuk urus cap passport dan CPD Carnet

Jam 09.30 saya mendapatkan speed boat dengan jumlah penumpang sebanyak 6 orang plus satu jurumudi speed boat. Dalam perjalanan naik speed boat ini Bapak HJP bersama istri ikut serta karena ada urusan penting di Kota Nunukan. Keluarga HJP ini datang ke Sei Ular dengan mobil, sementara saya datang naik sepeda motor namun kami sama-sama berada dalam satu speed boat.

Oh ya.. ongkos speed boat reguler dari Sei Ular menuju pulau Nunukan Ro, 50 ribu dengan waktu tempuh 30 menit, sedangkan naik perahu reguler ongkosnya Rp. 42 ribu dengan waktu 1 jam. Jika terpaksa harus sewa sendiri speed boat kena biaya Rp. 300 ribu tanpa harus menunggu jumlah penumpang alias langsung berangkat.

Pos Perbatasan TNI Sei Kaca Nunukan, Kalimantan Utara

Dalam perjalanan speed boat ini, saya dijelaskan oleh jurumudi akan menyusuri sungai meliuk-liuk dan karenanya disebut Sei Ular. Kemudian boat memasuki area lautan, dan menyusuri garis perbatasan antara Indonesia – Malaysia. Tak lama kemudian speed boat merapat ke pos Perbatasan RI – Malaysia milik TNI. Para penumpang harus memperlihatkan wajah/muka kepada aparat TNI, dan jika terlihat mencurigakan maka akan diperiksa.

Pukul 10.15 saya tiba di pelabuhan Sei Bolong Pulau Nunukan dan setelah itu saya mendapat pinjaman motor skutik lengkap dengan helm dari seorang kerabat Bapak HJP yang berada di pelabuhan Sei Bolong Nunukan. Dari situ saya langsung menuju kantor imigrasi di Terminal Penumpang Tunon Taka Nunukan untuk mendapatkan chop passport tanpa ada masalah.

Setelah kantor imigrasi, saya bergerak menuju Kantor Bea Cukai Nunukan yang tidak jauh dari Terminal Penumpang Tunon Taka. Lagi-lagi urusan mendapatkan chop CPD Carnet sangat mudah, bahkan petugas Bea Cukai gembira saat saya datang membawa dokumen Carnet.

Kantor Bea-Cukai Nunukan, Jl. Pelabuhan Baru No.40A, Nunukan Kaltara

“Nah.. ini dia biker yang betul.. membawa dokumen lengkap pergi ke luar negeri dan pulang ke Tanah Air. Tolong ya pak agar dokumen Carnet ini di sebar luaskan kepada teman-teman biker yang lain agar administrasi bea cukai-nya jadi lebih mudah dan resmi tercatat,” ujar petugas Bea Cukai Nunukan sambil foto bersama dengan Solo Rider SL.

Pukul 11.45 urusan adminsitrasi dokumen passport dan Carnet selesai. Kemudian saya makan siang di sebuah warung dan secara tak sengaja duduk satu meja dengan tiga orang dari Polsek Nunukan. Selesai makan siang dan ngobrol-ngobrol, ternyata makan siang di Nunukan sudah dibayar lunas oleh mereka. Wah.. terima kasih banyak bro buat teman-teman Polres Nunukan yang telah berjumpa dengan saya.

Pengalaman naik perahu barang dari Pulau Nunukan ke Sei Ular

Pukul 13,00 saya berpisah dengan Bapak HJP dan istrinya dimana mereka akan bermalam di Nunukan. Kemudian saya sendiri naik perahu dengan muatan bahan semen menuju Sei Ular dengan waktu tempuh  1 jam dan membayar ongkosnya Rp. 42 ribu. Saat melewati pos Perbatasan RI – Malaysia milik TNI yang ada di muara Sei Ular, saya terpaksa harus diperika oleh petugas TNI karena saya adalah satu-satunya penumpang yang ada di dalam perahu bahan semen tersebut.

Pukul 14.00 tiba di pelabuhan Sei Ular kemudian perjalanan dengan motor Suzuki Inazuma dilanjutkan menuju Pos GABMA Indonesia – Malaysia Simanggaris yang berjarak 36 Km dari pelabuhan Sei Ular. Pada kesempatan ini saya ngobrol-ngobrol dengan pimpinan Pos TNI Simanggaris (sebut saja Bapak NK) untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kondisi jalan di Kalimantan Utara khususnya antara Simanggaris sampai ke Malinau..

Kebetulan cuaca hari itu sangat panas, dan cuaca panas inilah yang sangat-sangat saya harapkan agar perjalanan Solo Touring BORNEO dapat dilanjutkan dengan lancar menuju Sebuku – Malinau – Tideng Pale KTT (Kabupaten Tana Tidung) – Tanjung Selor – Tanjung Redeb dan seterusnya sampai ke Sangata dan Samarinda Kalimantan Utara.

Patok Batas Negara No. 708

Usai ngobrol-ngobrol dengan pimpinan Pos TNI Simanggaris Bapak NK, sekitar pukl 15.30 saya menuju Patok Batas Negara No. 708 yang berada 500 meter di seberang lokasi Pos GABMA Indonesia – Malaysia Simanggaris untuk berfoto sekaligus membuat video. Pada malam harinya saya masih menginap dirumah keluarga HJP (malam ke-tiga) dan melakukan persiapan atau packing barang bawaan.

Artikel berikutnya adalah perjalanan melewati jalan tanah liat Kaltara, dari Simanggaris menuju Sebuku – Malinau -dan Tideng Pale KTT.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

VIDEO

One thought on “Solo Touring BORNEO hari ke-22, jalan-jalan ke Pulau Nunukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *