Solo Touring BORNEO hari ke-23, melintas jalan mendebarkan di Kaltara

Hari Selasa, 24/1/17 adalah perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) di hari ke-23 dalam rangka menyelesaikan ajang Solo Touring BORNEO. Setelah menginap 3 malam di rumah Kel. HJP di Desa Kanduangan Simanggaris Kab. Nunukan Kaltara akhirnya saya harus melanjutkan misi solo touring ini dengan tujuan kota Malinau Kaltara.

Namun faktanya saya dapat meneruskan perjalanan solo touring pada hari itu sampai kota Tideng Pale, Ibukota Kabupaten Tana Tidung (KTT). Total jarak tempuh 290 Km dan hanya saja saya harus lebih dulu melewati jalan mendebarkan sejauh 100 Km di Kabupaten Nunukan antara Simanggaris sampai ke Sebuku.

Yang dimaksud dengan jalan medebarkan adalah jalan tersebut dalam kondisi rusak berat, tanah liat, tanjakan/turunan curam di jalan tanah liat, melewati jalan tanah liat di kebun sawit, jalan sepi, jarang penduduk ataupun jarang ketemu orang melintas. Yang paling mendebarkan jika turun hujan, sudah pasti jalan di Kaltara ini sangat sulit dilewati.

Bahkan ada Gunung Menangis dan Gunung Mayong yang konon sangat mengerikan jika turun hujan. Namun kabar baiknya saya sangat menyukai tantangan sehingga kondisi jalan mendebarkan ini justru menjadi pengalaman dan tantangan baru.

Saya percaya antara 2-3 tahun kedepan kondisi jalan yang mendebarkan di Kabupaten Nunukan ini akan berubah menjadi jalan sangat menggembirakan. Pasalnya saya melihat sendiri adanya perbaikan maupun pelebaran jalan yang sedang dikerjakan oleh para kontraktor jalan. Kita harapkan Pemerintah Provinsi Kaltara dan pemerintah Kabupaten Nunukan tetap serius melakukan pembangunan jalan sebab Kaltara bisa menjadi wisata bikers kedepannya.

Urutan waktu perjalanan di hari ke-23 ini adalah sebagai berikut:

  1. Jam 08.00 start dari Warung Makan Perbatasan di Desa Kanduangan Simanggaris
  2. Jam 08.30 pamitan dengan komandan Pos Gabma Indonesia – Malaysia Simanggaris
  3. Jam 08.45 masuk kejalan mendebarkan dengan kondisi yang bervariasi
  4. Jam 12.00 tiba di Sebuku istirahat makan siang
  5. Jam 16.00 tiba di Malinau sekaligus beli bensin premium eceran Rp. 10 ribu per liter
  6. Jam 17.30 tiba di Kota Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung (KTT) Kalimantan Utara dan menginap di hotel

Seperti apa jalan yang Kaltara yang mendebarkan ini? Simak saja video berikut ini:

Artikel berikutnya adalah perjalanan dari kota Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung (KTT) Kaltara menuju Kota Tanjung Redeb Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

3 thoughts on “Solo Touring BORNEO hari ke-23, melintas jalan mendebarkan di Kaltara

  1. mengesankan banget, saya juga mengalami perjalanan dar Balikpapan sampai ke camp PT.Daya Mulya Turangga, kontraktor jalan perbatasan. Malah sebelum Aspal Sampai ke desa salang Pos TNI, beberapa bermalam di Gunung Mayou / G.Menangis yg sangat curam dan terjal waktu itu.
    Pengalaman eksotis dan mistis yang ngeri-ngeri sedap sekaligus senang dapat menjadikan kenangan masa depan bahwasanya ikut berpartisipasi pada pembangunan jalan di perbatasan Simenggaris.
    Kenangan mulai 2015-sekarang 2017 Mei Pembangunan di Simanggaris masih 40%.

    Salam

  2. Pas malam ini 7 Mei 2017 berangkat ke simanggaris dari Balikpapan dengan membawa 1 unit alat bor dan kompresor milik ECA yang ke-2 untuk proyek Jalan Simanggaris.
    Sebagian cerita perjalanan Kaltara saya ada di Komunitas L300-indonesia.

    Terima Kasih anak-anak warga desa Salang yang selalu membantu tanpa imbalan apapun ikut mendorong mobil saat terjerembab lumpur hehehe….
    Btw malam-malam di G.Mayou jalan basah karena hujan L300 tanpa muatan ngoser-ngoser ngak bisa nanjak terpaksa bermalam sepi…entah karena capek atau apa samar-samar terlihat orang-orang kecil berloncatan dengan warna putih bersinar…dalam hati apa ini ya yang dimaksud makhluk bunian hihihi…takut ahhh pura2 pejem ampe ktiduran.
    Lagi…malam hujan deras di hutan akasia Sebuku yang empunya kluarga cendana yang menurut warga sekitar terkenal angker..terlihat tikus putih besar melintas jalan dan gak berapa lama tiba2 L300 ban kempes..pes..anehnya lagi setelah ganti ban mesin start tapi ngak mau nyala, dalam hati yah udahlah sambil istiraht belum boleh jalan sepertinya, menunggu sejam lebih baru mesin mau nyala, geber lagi..ihh serem belum lagi wajah seperti diusapin helai rambut..hihi….misi..misi mbah…assalamualaikum salam…hehe..
    Pernah malam-malam ada akasia tumbang menghalangi jalan namun kita ngak boleh singkirkan penuh batang itu tapi cukup motong batang selebar 2 meter pas-pas mobil, setelah tanya warga sekitar kenapa kok ngak boleh disingkirkan di pinggir jalan ternyata syarat ijin lewat cuman sedikit aneh ya…
    Yang jelas pengalaman mistis menuju Kaltara godaanya lebih kentara ma’siut-siut’ hehe

    Salam

  3. […] Hari ke-23 Simanggaris – KTT 290 Km http://motobikerz.com/archives/20122 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *