Solo Touring BORNEO hari ke-24, naik perahu menyeberang sungai

Hari Rabu, 25/1/17 adalah perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) di hari ke-24 dalam rangka menyelesaikan ajang Solo Touring BORNEO dengan rute dari Tideng Pale Kab. Tana Tidung (KTT) Kaltara ke Tanjung Redeb Kab. Berau Kaltim dengan jarak 256 Km.

Pukul 08.30 start dari Tideng Pale diawali dengan beli bensin premium eceran seharga Rp. 10 ribu per liter dan hujan gerimis mulai turun di pagi hari. Bagusnya saya melewati jalan baru yang dibangun pemerintah daerah yang lebar dan lurus panjang. Pada jalur ini masih sangat sepi kendaraan ataupun rumah penduduk, bahkan bisa dibilang tidak ada orang di jalur ini.

Kemudian jalan pemda ini bertemu dengan jalan provinsi antara Malinau – Tanjung Selor, singkat kata lumayan cepat lewat jalur pemda KTT ini yang lurus panjang tidak ada tikungan. Ketika sudah masuk jalan provinsi menuju Tanjung Selor, kondisi jalan berbelok-belok alias banyak tikungan. Hujan gerimis berubah menjadi hujan deras dan sayapun memutuskan untuk istirahat minum kopi.

Sekitar jam 10.30 saat berada di kedai dengan cuaca hujan deras saat itu, saya kembali ditanya orang dari mana dan mau kemana. Sebaliknya saya juga bertanya kepada orang-orang di kedai kopi, berapa jauh lagi jarak ke Tanjung Selor dan bagaimanakah kondisi jalannya.

Ternyata di warung ini saya mendapat info penting, disarankan agar saat tiba di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sebaiknya saya menggunakan perahu untuk menyeberang sungai ke kota Tanjung Selor. Sebab jalan poros Tanjung Palas ke Tanjung Selor masih dalam perbaikan dan ada tanjakan berbahaya dan licin bila hujan, selain itu jalan poros tersebut berputar jauh jika saya ingin ke kota Tanjung Selor. Tetapi dengan menggunakan jasa perahu penyeberangan maka saya akan langsung merapat ke kota Tanjung Selor.

Dalam agenda perjalanan, Tanjung Selor sebenarnya menjadi tujuan penginapan dan saya belum tahu akan tiba disana jam berapa. Dan ternyata ketika saya tiba di simpang Tanjung Palas dan poros ke Tanjung Selor, maka sayapun belok kiri mengikuti pesan orang-orang di warung tadi agar menggunakan jasa perahu penyebarangan sungai. Singkat cerita ini adalah potong jalan.

Pukul 12.00 saya dan motor Suzuki Inazuma mendekat ke pelabuhan penyeberangan sungai, dan ternyata benar ada banyak orang dan sepeda motor yang diangkut dengan perahu menyeberang sungai. Ongkosnya hanya Rp. 10 ribu untuk sepeda motor termasuk pemiliknya. Kehadiran motor Inazuma di pelabuhan sungai Tanjung Palas menjadi perhatian orang-orang yang akan menyeberang sungai, dan pemilik kapal juga melihat dari dekat ke motor Inazuma. “Wah.. ini motor besar dan berat, tidak bisa ikut di perah,” kata si abang pemilik perahu kayu.

Kemudian ada seorang jurumudi perahu berbisik kepada saya, “Bang,. naik perahu saya saja dengan ukuran besar asal bayar 50 ribu rupiah. Pokoknya tinggal beres semua barang dan motor diangkut ke perahu,” katanya.

Singkat cerita saya setuju dengan tawaran ini, dan motor Inazuma pun langsung dipindahkan ke perahu dengan jumlah penumpang terbatas, sedangkan Inazuma ditemani dengan 2 motor lain sehingga jumlah motor yang perahu ada 3. Sementara itu, selama di perahu, motor diduduki oleh orang untuk menjaga keseimbangan perahu.

Nah untuk lebih jelasnya simak saja video perjalanan Suzuki Inazuma naik perahu menyeberang sungai dari Tanjung Palas ke Tanjung Selor dengan kondisi cuaca hujan gerimis. Saya hanya duduk dibawah atap perahu merekam videonya.

Usai penyeberangan dengan perahu, sayapun langsung mencari tempat makan siang yang ada di sekitar pelabuhan sungai tadi. Ya, saya sudah berada di Tanjung Selor pada jam makan siang dan artinya saya tidak perlu menginap di Ibukota Kalimantan Utara ini.dan perjalanan Solo Touring bisa dilanjutkan sampai ke Tanjung Redeb Kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Pukul 14.30 sebelum meninggalkan Tanjung Selor saya beruntung dapat SPBU Pertamina untuk mengisi BBM Pertamax. Kebetulan kapal tangki Pertamina melalui jalur sungai baru datang dan SPBU-nya ada di seberang jalan. Saat itu terjadi antrian khususnya untuk bbm premium sementara untuk Pertamax antrian kendaraan roda dua tidak terlalu panjang.

Pukul 17.00 saya tiba di Kota Tanjung Redeb Berau dan segera mengontak Bro Lilik Wawan BOB yang dikenal sebagai founder Bikers of Berau. Pukul 17.00 Bro Lilik Wawan datang menjemput sekaligus mengantarkan saya ke lokasi Sekretariat BOB dimana saya bisa bermalam untuk beristirahat.

Akhir kata terima kasih banyak atas jamuan yang telah diberikan Bro Lilik Wawan dan BOB selama saya berada di Tanjung Redeb. Beberapa teman-teman dari klub motor BOB sempat datang dan ngobrol-ngobrol bersama di Sekre BOB di Tanjung Redeb. Menurut saya rasanya perjalanan Solo Touring Borneo ini sepertinya tidak jalan sendirian, karena ada banyak teman-teman disetiap kota.

Artikel berikutnya adalah perjalanan dari kota Tanjung Redeb Kabupaten Berau menuju Sangata Kalimantan Timur.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *