Solo Touring BORNEO hari ke-25, menuju Sangata lewat jalan seram

Hari Kamis, 26/1/17 mejadi perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) yang ke-24 dalam rangka menyelesaikan ajang Solo Touring BORNEO dengan rute dari Tanjung Redeb Berau Kaltim menuju Sangat Kaltim dengan jarak 330 Km. Jarak ini lebih pendek dari GPS Google yang ditullis 363 Km. 

Jam 08.00 saya start dari Sekre Bikers of Berau (BOB) dilepas oleh teman-teman BOB yang datang ke Sekre BOB. Kemudian Bro Lilik Wawan mengantarkan saya ke sebuah bengkel dimana Suzuki Inazuma perlu mengganti oli 10W-40 sebayak 2 liter. Setelah itu saya berpisah dengan Bro Lilik Wawan sekitar jam 09.00 untuk kemudian saya melajutkan solo riding.

Saya mengingat beberapa pesan dari Bro Lilik agar nantinya saya beriistirahat minum kopi di Kelay dan makan siang di Wahau. Sebelum meninggalkan Tanjung Redeb saya lebih dulu isi bensin full tank dan mengisi jerigen cadangan sebanyak 5 liter, pasalnya ada info bahwa jarak tempuh 330 km sulit ditemui SPBU (biasanya diatas jam 16.00 tutup/habis, kecuali bensin eceran).

Dikejar Bekantan

Kawasan hutan lebat dengan kontur jalan perbukitan saya lewati dengan mulus walaupun ada juga kerusakan jalan sepotong-potong. Uniknya menjelang Kelay, saya sempat dikejar Bekantan saat berjalan pelan di jalan rusak. Sempat kaget ada yang mendekat dan berlari menghampir Inazuma. Sontak gas ditarik agar saya bisa menjauh, dan ketika saya melihat spion ternyata ada seekor Bekantan. Sayang saya tidak bisa memotret atau balik arah mendekat karena trek jalan yang sulit atau miring ditikungan. Informasi soal Bekantan silahkan baca ini.

Bicara soal satwa di Borneo sebenarnya sudah banyak satwa yang saya temui. Alam hutan Borneo masih menyimpan banyak satwa yang dilindungi seperti ular, bekantan, siamang, kalajengking dan satwa tersebut memang beberapa kali pernah saya lihat sendiri saat berkendara selama di Borneo. Bahkan babi hutan yang diperlihara penduduk pun juga ada, dan ini saya lihat di Kalimantan Barat.

Jam 10.30 saya tiba di Kelay dan berhenti istirahat minum kopi sekaligus mampir ke bengkel untuk stel rantai yang kendor, juga braket plate top box saya perhatikan sudah hilang dua baut, sementara 2 baut yang tersisa dikencangkan. Sementara lagi di bengkel, kebetulan ada incoming call dari seorang biker di Wahau yang katanya siap menjumpai saya (jarak menuju Wahau 100 km lagi dari Kelay).

Jam 12.30 saya tiba di Wahau, yang pertama berhenti di bengkel untuk membetulkan braket plat top box, dan yang kedua berhenti untuk makan siang di depan Terminal Bus Wahau. Usai makan siang saya menjumpai Bro Lusi YVCI Wahau yang sedang pakai tongkat karena kakinya patah akibat kecelakaan. Kami foto bersama dan dia berpesan agar nantinya saya mengambil jalan lewat Rantau Pulung yang lebih cepat menuju ke Sangata.

Lewat jalan seram

Jam 16.00 saya sudah tiba di pertigaan antara Jl. Poros Sangata (Bengalon) dan Rantau Pulung, namun saya berhenti untuk isi bensin yang diambil dari jerigen, karena SPBU sebelum simpang tiga Rantau Pulung sudah tutup. Kemudian saya mampir di warung minum kopi sambil tanya-tanya sama orang, jalan ke Sangata enaknya lewat mana? Di jawab lebih baik lewat Rantau Pulung, karena lebih cepat tapi kondisi jalan sepi. Di tempat ini saya sempat update location ke WA Group Borneo, setidaknya teman-teman bikers Borneo mengetahui posisi saya yang terbaru.

Bagi saya lebih cepat akan lebih baik, apalagi saat itu sudah jam 16.30 dan saya segera meninggalkan warung tersebut menuju jalan Rantau Pulung. Pada awalnya melewati kebun sawit, kemudian ada keramaian desa. Suasana sore banyak orang yang jalan-jalan dan duduk-duduk didepan dirumahnya. Kelihatan masih ramai penduduk dan kendaraan masih banyak yang melintas.

Tapi setelah itu jalan sepi dan tidak ada lagi orang yang lewat, tidak ada rumah penduduk sementara kontur jalan menanjak berada dibukit-bukit gersang. Saya hanya melihat mobil jenis double cabin sepertinya di perbukitan yang saya lewati ada proyek batubara tapi tidak kelihatan. Lama-lama jalan benar-benar semakin sepi dan tampak seram, apalagi cuaca mulai mendung, sayapun mulai bertanya dalam hati apakah jalan ini betul ke Sangata? Koq makin lama makin seram ya? Mau tanya ke orang tapi ngga ada yang ditemui di jalan.

Gas Inazuma terus di gas sampai saya mendekat dibelakang mobil double cabin ber-plat merah (milik pemerintah). Saya menguntit mobil ini cukup lama, tanjakan-turunan maupun tikungan saya tetap berada dibelakangnya pasalnya hanya mobil ini yang saya temui selama di bukit seram. Akhirnya pada jam 18.00 saya berpapasan dengan biker Sangata. Wow.. lega rasanya.

Dijamu bikers Sangata dan Samarinda

Yuips.. puji Tuhan ternyata saya telah tiba di Sangata dan dijemput oleh Bro Haikal pengguna Inazuma (ION Sangata) dan Bro Awang pengguna Ninja. Kami berpelukan karena saya sangat terharu telah melewati perbukitan seram. Sebenarnya Bro Haikal sudah mengrimkan pesan WA agar saya ambil jalan poros via Bengalon, tetapi sayang sekali pesan tersebut tidak terbaca karena saya sudah diatas motor.

Pukul 18.30 saya telah tiba dirumah Bro Haikal dan kemudian hadir 5 bikers dari Samarinda yang secara khusus datang ke Sangata hanya untuk menjemput dan mengiringi perjalanan saya besoknya ke Samarinda. Luar biasa.. 3 bikers dari Samarinda adalah anggota ION (Bro Iman, Hartono dan Arif). Pada malam harinya kami makan malam bersama dengan santapan khas Sangata buatan Bro Haikal, dan akhirnya kami lelah kemudian tidur dirumah Bro Haikal dengan udara yang dingin habis hujan.

Artikel berikutnya adalah perjalanan dari kota Sangata menuju Samarinda.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

3 thoughts on “Solo Touring BORNEO hari ke-25, menuju Sangata lewat jalan seram

  1. Purnomo Purbo IONer's Soloraya says:

    Jossss…memang om Stephen Langitan ini. Mantab review perjalanan lintas 3 negaranya om. Lanjutkan petualangannya..

  2. Waduh telat taunya….kalau tau pasti saya kawal nih bro stephen, saya posisi dibengalon memang jalur rantau pulun lebih dekat tapi seram lebih ebak lewat bengalon biarpun sedikit jauh tapi jalan poros 😃

  3. […] Solo Touring BORNEO hari ke-25, menuju Sangata lewat jalan seram (Tanjung Redeb Berau – Sangata Kaltim 363 Km) http://motobikerz.com/archives/20156 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *