Solo Touring BORNEO hari ke-27, makan siang bersama ImuD Community di Balikpapan

Hari Sabtu, 28/1/17 mejadi perjalanan Solo Rider Stephen Langitan (SL) yang ke-27 dan ini menjadi tahap akhir ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara (Indonesia Malaysia Brunei). Di agenda perjalanan rutenya ditulis start dari Samarinda Kaltim sampai ke Tanjung Kalsel 388 Km, tetapi faktanya saya hanya mampu sampai di Simpang Kuaro Kaltim 250 Km. Apa sebabnya? Yuk kita simak ceritanya.

Jam 08.00 saya bersama 4 rekan biker ION dan STC Samarinda (Bro Aris, Arif, Hartono, Iman) foto bersama didepan Grand Victoria Hotel dimana saya menginap di Samarinda dengan fasilitas akomodasi dari dealer Suzuki Juanda Samarinda. Bersama ke-3 bikers Samarinda tersebut kemudian saya melanjutkan perjalanan ke-titik tengah antara kota Samarinda – Balikpapan, yaitu Km 54.

Sebelum meninggalkan Samarinda, saya lebih dulu isi bensin di SPBU 61-75102 COCO Pertamina yang berlokasi dekat Masjid Baitul Muttaqin yang dikenal sebagai masdjid terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Sesudah itu, bersama ION Samarinda, yaitu Bro Iman, Hartono dan Arif yang sama-sama menunggang Suzuki Inazuma kami bergerak keluar kota Samarinda menuju Balikpapapn.

Setelah turun dari kawasan hutan diperbukitan, sekitar pukul 10.30 kami sudah tiba di KM 54 sebagai rest Area yang popular bagi warga Kaltim. Di lokasi rest area ini sudah menunggu bikers dari ImuD (Independent Motorcycle United) yang berjumlah 6 orang dari berbagai merek motor. Bro Abdul Kadir  yang sering kontak dengan saya sayang tidak hadir, namun disana ada Bro Junaidi dan Bro Supriadi serta anggota ImuD lainnya.

Asal tau saja bahwa komunitas ImuD kebanyakan adalah karyawan Total E&P Indonesia yang bekerja di Balikpapan. Kegiatan touring ImuD sudah banyak dimuat di MotoBikerz.com. Saya bersama bikers ION Samarinda dijamu sambil membicarakan perjalanan Solo Touring Borneo khususnya tentang bawa motor ke Malaysia. Pada kesempatan tersebut sayapun memberikan informasi tentang apa dan bagaimana CPD Carnet dalam rangka touring ke luar negeri.

Usai percakapan di rest area Km 54, saya bersama bikers ImuD dan ION Samarinda melanjutkan perjalanan menuju kota Balikpapan. Selama di kota Balikpapan saya sempatkan singgah dan berfoto bersama kerabat seorang Ibu Pendeta yang bertugas di GPIB Immanuel Balikpapan, sesudah itu saya keliling kota Balikpapan dan makan siang bersama di warung prasmanan tidak jauh dari komplek Total E&P Indonesia.

Simak video berikut ini bagaimana suasana perjalanan di Kota Balikpapan:

Pukul 15.00 aya pun harus berpisah dengan bikers ION Samarinda karena mereka harus balik ke Samarinda sementara saya melajutkan perjalanan Solo Touring ke pelabuhan Kariangau untuk naik kapal ferry tujuan Penajam. Dari Balikpapan ke pelabuhan Kariangau jaraknya sangat dekat sekitar 15 Km dan dua rekan biker ImuD saya sampai ke Kariangau, yaitu Bro Sunarjadi sebagai leader ImuD Community dan Bro Junaidi Coordinator ImuD. Terima kasih bro.. untuk jamuannya selama saya berada di Balikpapan.

Saya langsung naik kapal ferry dan meninggalkan dua sahabat biker Imud yang melepas saya persis di dekat kapal ferry yang akan membawa saya dan motor Inazuma menuju pelabuhan Penajam. Ada pertemuan dan ada perpisahan, tetapi kami sudah seperti saudara. Perjalanan diatas kapal ferry lebih kurang 1.5 jam termasuk ferry lepas sandar di Kariangau maupun sandar di Penajam.

Singkat cerita jam 16.30 saya keluar dari kapal ferry dan melanjutkan perjalanan Solo Touring. Karena hari sudah sore maka saya me-reset kembali jarak tempuh yang akan dicapai hari itu, dan diputuskan target perjalanan cukup sampai di Simpang Kuaro yang berjarak 120 Km ditempuh dalam waktu 2 jam lebih. Lepas dari Penajam, saya mengisi bensin di SPBU Pertamina yang ada di seberang Kantor Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pukul 19.00 saya tiba di Simpang Kuaro dan mendapatkan penginapan dekat Warung Gandul yang berada di traffic light. Simpang Kuaro ini menjadi penentu perjalanan berikutnya, kalau lurus kearah ke Tanah Grogot, dan kekanan kearah Tanjung, Keduanya bisa saja tembus ke Banjarmasin hanya jalur yang lebih singkat adalah melalui Tanjung dengan jarak tempuh 365 Km.

Pukul 20.00 saya makan malam di Warung Gandul Simpang Kuaro, sekaligus menempel stiker StephenLangitan.com, sayang yang satunya MotoBikerz.com stok stikernya sudah keburu habis. Tak lama kemudian datang bikers STC Kuaro bernama Bro Supriadi yang baru saja pulang kerja dan menjumpai saya. Kamipun melanjutkan obrolan di ruang tamu penginapan, sementara hujan turun dengan deras cukup lama. Setelah hujan reda, barulah Bro Supriadi pulang dan sayapun tidur.

Artikel berikutnya adalah perjalanan tahap akhir di Borneo sejauh 365 Km, start dari Simpang Kuaro Kaltim dan finish di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalsel.

SPONSORED BY:
SUZUKI – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS)
FEDERAL OIL – PT Federal Karyatama
BOSCH – PT Robert Bosch
CST – CST Tire
SINNOB – Sinnob Gear

SUPPORTED BY:
KYT, 7GEAR, RESPIRO, IMI (Ikatan Motor Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *