CARNET, syarat utama dokumen turing lintas negara

irc-tire-adbanner

Sosialisasi Dokumen CARNET bersama bikers Kalimantan Timur

Selama perjalanan Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara (Indonesia-Malaysia-Brunei), ada banyak rekan-rekan bikers yang bertanya kepada Solo Rider Stephen Langitan (SL), yaitu apa saja syarat-syarat atau perizinan yang dibutuhkan untuk bisa touring lintas negara yang aman dan praktis. Yang bertanya bukan saja bikers Indonesia, tetapi juga bikers Malaysia yang jumpa dengan Solo Rider SL.

Dokumen CARNET warna kuning

Nah, jawaban soal apa saja syarat-syaratnya untuk bisa turing lintas negara yang aman dan praktis hanya berupa satu dokumen, yaitu “CPD CARNET”, selain dari pada buku Passport.

Jadi, dokumen Carnet warna kuning ini bisa juga disebut sebagai passportnya kendaraan bermotor yang harus kita bawa kemana-mana selama perjalanan di berbagai lintas negara. Sedangkan passport ibaratnya KTP yang harus kita bawa untuk perjalanan ke luar negeri.

Carnet adalah sebutan dari “The Carnet de Passages en Douane” (sering disebut CPD Carnet), yaitu dokumen perjalanan turing ke luar negeri yang sudah dikenal luas oleh para peturing dunia yang sering melintas antar negara.

Solo Rider SL bersama Petugas Bea Cukai PLBN Aruk Sambas Kalimantan Barat

Dokumen ini harus diperlihatkan kepada petugas Bea Cukai yang bertugas di setiap pos lintas batas negara, dan petugas Bea Cuka ini akan memberikan stempel pada kolom yang tersedia, sekaligus mengambil lembar yang menjadi bagiannya. Sedangkan buku passport diberikan dan dicap oleh petugas imigrasi, dan biasanya petugas-nya maupun lokasi kantornya berbeda antara Imigrasi dan Bea Cukai tapi dalam satu kawasan yang jaraknya cukup dekat.

Dari pengalaman MotoBikerz dalam ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara, ketika melewati PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Aruk Sambas sempat terhambat karena petugas Bea Cukai belum pernah melihat dokumen Carnet, namun pada akhirnya mereka paham dan bisa melakukan stempel Carnet. Saat masuk negara Malaysia, di pos Biawak Sarawak tidak menemui masalah. Silahkan lihat video ini saat Solo Rider SL melewati PLBN Aruk.

Sedangkan di negara Brunei, tidak membutuhkan dokumen Carnet hanya passport saja yang perlu di stempel. Namun ada satu lembar kertas yang perlu diisi dan dilengkapi, dan lembar kertas ini bisa digunakan berkali-kali saat kita melewati negara Brunei.

Pada saat Solo Rider SL akan meninggalkan Malaysia dan kembali ke Indonesia, antara Tawau ke Kabupaten Nunukan RI pada saat itu kami tidak naik kapal ferry tetapi menempuh jalan darat serta masuk hutan perbatasan di kawasan hutan Sepadan Kalabakan Tawau dan tembus ke arah Kecamatan Simanggaris Kabupaten Nunukan. Bagaimana kondisi atau medan jalan darat yang dilewati motor Suzuki Inazuma 250cc? Silahkan melihat video berikut ini:

Solo Rider SL bersama petugas Bea Cukai Nunukan Kalimantan Utara

Sedangkan untuk proses administrasinya, stempel passport exit Malaysia lebih dulu dilakukan di Terminal Ferry Tawau Sabah dan untuk stempel masuk Indonesia di Terminal Ferry Tunon Taka Nunukan. Begitu juga untuk dokumen Carnet, stempel exit Malaysia di Kantor Bea Cukai Tawau Sabah, dan stempel masuk Indonesia di Kantor Bea Cukai Nunukan. Dengan demikian, maka Solo Rider SL dinyatakan resmi melintas jalan hutan yang tidak ada posnya.

Yang pasti Carnet adalah dokumen wajib dan harus dibawa setiap akan keluar dan masuk ke perbatasan negara. Tanpa CPD Carnet mustahil kendaraan yang dibawa akan bisa keluar dan masuk ke negara yang berikutnya. Kalau begitu bagaimana cara memperoleh dokumen Carnet ini? Sulitkah.

Adapun syarat-syarat untuk memperoleh Carnet sebagai berikut:

  1. Punya rencana/tujuan yang jelas mau tuirng kemana
  2. Wajib menjadi anggota IMI (apakah individu atau melalui klub/komunitas)
  3. Memiliki Kartu Anggota IMI yang masih berlaku
  4. Men-download formulir pendaftaran CPD Carnet melalui website IMI. Klik http://imi.co.id/ kemudian pilih menu Wisata dan klik carnet-de-passages-en-douane
  5. Isi formulir tersebut dan lengkapi semua persayaratan yang diminta
  6. Bawa sendiri formulirnya dengan segala persyaratan-nya langsung ke kantor IMI
  7. Berkonsultasi dengan petugas IMI (dengarkan dan ikuti petunjuk dari petugas IMI)
  8. Bayar Rp. 2 juta sebagai biaya administrasi
  9. Deposit uang 25% dari harga motor di FAKTUR (lihat dokumen faktur di BPKB)
  10. Dokumen CPD Carnet selesai dalam waktu 14 hari

One thought on “CARNET, syarat utama dokumen turing lintas negara

  1. […] Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nunukan Petrus Kanisius menyatakan, meski tanpa dilengkapi akta karnet, rombongan klub moge diperbolehkan masuk ke Kalimantan. Hal ini merupakan kemudahan pertama dan […]

Your comment: