Tips Membuat Rencana Solo Touring, Biaya dan Rute

Solo Rider Stephen Langitan (SL) sudah menyelesaikan beberapa perjalanan Solo Touring seperti ke Jawa-Bali-Lombok, Keliling Sumatera-Nol Km Sabang, Keliling Sulawesi, dan terakhir Keliling Borneo Lintas 3 Negara. Puji syukur, semua berjalan lancar dan ini berkat perencanaan yang baik sejak awal, yaitu membuat rencana, biaya, dan rute. Berikut ini adalah tips-nya:

1. Memiliki Buku Pribadi

Masbro lebih dulu wajib menuliskan daftar tujuan (destinasi), atau impian dan cita-cita solo touring ke arah mana. Tuliskan satu persatu dibuku pribadi yang bisa dibaca setiap hari. Mulai dari jarak yang dekat, misal Jakarta – Bandung, Kelling Jawa Barat, Keliling Jawa Tengah, Keliling Jawa, Keliling Bali Lombok,  Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan seterusnya sampai kepada Keliling Indonesia, Keliling Asean, bahkan kalau perlu Keliling Dunia. Namanya juga rencana tujuan, impian jadi sah-sah ditulis dalam buku pribadi.

Jika sudah pernah dilakukan, di coret dari daftar, dan perhatikan tujuan arah mana yang belum dilakukan. Dengan berjalannya waktu, maka akhirnya satu persatu-satu tujuan touing pasti akan terjawab. Kalaupun bukunya hilang, maka harus ditulis lagi dalam sebuah buku baru yang setiap hari dibuka/dibaca-baca. Kalaupun belum bisa dilaksanakan, diamati lagi cita-citanya, kalau perlu dirubah dengan jarak yang lebih dekat. Ngga usah terlalu muluk-muluk bro.

2. Membuat Peta Perjalanan (Google Map)

Kemudian masbro membuat peta perjalanan touring melalui PC Desktop atau Notebook, buka Google Map, ketik kota tujuan. Misalkan mau turing dari Jakarta ke Surabaya, maka di kolom direction ketik Jakarta, kemudian Surabaya.

Biasanya Google Map akan menampilkan rute paling cepat lewat tol, maka buat rute touring motor jalur tol/highway harus diremove. Caranya pilih menu option dan avoid (hindari) tol dan highway. Terbaca jalurnya dan jarak 801 Km. Kita bisa gerakan cursor dengan cara nge-drag, geser kota yang akan dilewati, misalkan mau lewat Jogjakarta dulu, maka peta jalur warna biru bergeser dan terbaca jarak 903 Km

Hal ini bisa dilakukan masbro mau kemana saja sesuai tujuan yang diinginkan, apakah ke arah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok dan bahkan ke ASEAN, dan seterusnya. Tetapi sekali lagi nih.. ngga usah terlalu muluk-muluk bro. Selesaikan dulu hal-hal yang kecil dan cari tujuan yang paling mudah dijangkau. Setidaknya buat menambah pengalaman Solo Touring.

3. Menyusun Rute Perjalanan

Sebelum masbro menyusun rutenya, masbro harus tentukan dulu perjalanan yang akan dituju karena tidak mungkin masbro mau melahap semuanya. Ibaratnya kita mau melakukan suatu perkejaan yang harus dicicil dimulai dari dari jarak dekat dan mudah dijangkau, kemudian bertahap menuju jarak yang lebih jauh lagi. Masalah utama disini adalah Waktu dan Uang.

Setelah dipilih tujuannya mau kemana, barulah diurut kota per kota yang akan dilewati. Misalkan masbro mau Solo Touring Keliling Jawa Barat, maka dengan Google Map dipilih kota-kota ataupun tujuan wisata yang akan dilewati. Gunakan Google Map maka akan didapat jarak KM-nya dan segera dicatat. Sangat cepat dan mudah.

4. Menghitung Biaya Perjalanan

Nah.. setelah menyusun rute perjalanan, maka selanjutnya masbro menghitung biaya yang dibutuhkan. Ada 3 faktor utama, yaitu Uang Bensin, Uang Makan dan Uang Penginapan. Sedangkan yang lain seperti spare parts, ongkos masuk kawasan wisata masbro kategorikan sebagai biaya lain-lain.

Uang Bensin:

Sangat tergantung dari komsumsi BBM motornya masbro sendiri. Makin irit akan semakin baik,  Ambil contoh jarak antara Jakarta ke Bandung lewat Bogor Puncak Cianjur Padalarang adalah 180 Km, dan jika BBM motornya masbro adalah 1 liter per 30 Km maka dibutuhkan 6 liter bensin. Masbro memilih BBM Pertamax Rp. 8.050 maka totalnya Rp. 48.300. Perjalanan pulang pergi Rp. 96.600 atau dibulatkan Rp. 100 ribu.

Uang Makan:

Sangat tergantung kepada jenis makanan yang dipilih. Tapi biasanya sarapan pagi bubur Rp. 15 ribu, makan siang Rp. 15 ribu, makan malam Rp, 15 ribu ditambah ngopi dua kali Rp, 6.000. Maka totalnya perhari Rp. 51 ribu.

Uang Penginapan:

Ini sangat tergantung pada jenis penginapan yang dipilih masbro sendiri, apakah mau menginap dirumah kerabat, menginap sekre klub/komunitas motor atau masuk ke hotel asal bayar sendiri. Semua tergantung dari pada pilihan masbro sendiri. Tetapi buat masbro sebagai peturing jarak jauh sebaiknya menginap di hotel agar bisa isrirahat dengan baik.

5. Membuat Tabel/Sheet

Untuk memudahkan perhitungan berdasarkan jarak tempuh, maka masbro harus menyusunnya menggunakan tabel MS EXCEL di PC atau Laptopnya masing-masing. Dengan cara ini akan lebih mudah, apakah rutenya mau dirubah, maupun ditambahkan atau dikurangkan. Contohnya seperti ini:

Dari tabel ini maka semua rencana perjalanan Solo Touring, biaya, dan rutenya dapat dihitung:

Misalkan: Solo Touring Sulawesi
Jarak Tempuh: 6.000 Km
Motor Merek XXX
Waktu perjalanan: 32 hari
Bensin: 1 liter per 30 Km maka total biaya bensin 6000 Km/30 km = 200 liter x Rp. 8.050 = Rp.1.610.000
Makan: Rp. 50 ribu per hari maka total biaya makan x 32 hari = Rp. 1.600.000
Penginapan: Rp. 150 ribu per hari maka total biaya penginapan x 32 hari = Rp. 4.800.000
TOTAL: Rp. 8.010.000 per orang
Hitungan ini belum termasuk ongkos kapal laut penyeberangan, servis motor, ganti oli, ganti spare parts

Catatan:

Sebaiknya bagi masbro sebagai peturing jarak jauh, biaya makan dan penginapan harus tetap dimasukkan kedalam biaya perjalanan, dan jangan pernah mengharapkan makan dan menginap secara gratis. Kalaupun ada orang yang mau memberikan makan atau penginapan secara gratis hal itu merupakan berkah atau rejeki dari Allah SWT.

Referensi Video

Lintas Jawa Bali Lombok 3250 Km

Lintas Sumatera Nol Km Sabang 5500 Km

Lintas Sulawesi 6000 Km

Lintas Borneo 3 Negara 7666 Km

2 thoughts on “Tips Membuat Rencana Solo Touring, Biaya dan Rute

  1. menginspirasi om

  2. Ke 0km kemaren habis brp omm kalo boleh tau?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *