Solo Touring. Ini alasannya mengapa berkendara seorang diri

Lokasi: Kota Mallinau, Kalimantan Utara

Banyak yang bertanya-tanya kepada Solo Rider Stephen Langitan (SL) saat menjalani misi Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara Indonesia Malaysia dan Brunei yang sebenarnya sudah tuntas dan finish dengan aman, bahkan nihil accident menempuh jarak sejauh 7.666 Km dalam waktu 31 hari.

Pertanyaan yang sering dilontarkan masyarakat biasanya pada saat Solo Rider SL lagi istirahat minum kopi atau makan siang atau di penginapan. Begini sekilas pertanyaannya, Om mana teman-temannya yang lain? Rombongan-nya pada kemana?

Ada pula yang mengajukan pertanyaan “rada-rada kuatir” seperti ini, kalau Om jalan sendirian apakah tidak takut kalau ada apa-apa dijalan? Kalau mogok dijalan bagaimana? Kalau mengalami kecelakaan siapa yang bantuin Om?

Dari pengalaman Solo Rider SL yang notabene sudah berkali-kali menerima pertanyaan yang sama di setiap tempat, termasuk di postingan artikel, facebook, youtube akhirnya saya hanya bisa menjawab singkat, yaitu teman-teman saya masih dibelakang, atau rombongan saya ketinggalan. Sementara menjawab pertanyaan yang “rada-rada kuatir”, cukup dijawab bahwa perjalanan Solo Touring saya ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sambil menunjuk ke-atas langit.

Ya, di artikel ini Solo Rider SL hanya ingin sekedar berbagi pengalaman. Mengapa sih saya harus menjalani berkendara seorang diri? Solo Riding atau Solo Touring, nama kerennya. Mengapa pula saya tidak bersama group? Bukankah bersama teman-teman atau rombongan akan lebih seru dan bisa saling membantu jika ada masalah?

Mau tau jawabannya? Simak berikut ini:

1. Impian

Masalahnya saya sudah menyusun suatu daftar impian, cita-cita dan tujuan di buku pribadi bahwa kelak pada suatu saat saya harus bisa solo riding (berkendara seorang diri). Saya menulis dibuku bahwa saya harus bisa jalan sendirian naik sepeda motor keliling Jawa-Bali-Lombok, Sumatera, Sulawesi, Borneo, Papua, Asean, India, Nepal, Himalaya, dan seterusnya. Karena adanya impian yang sudah ditulis ini, maka saya berkomitment harus menyelesaikannya sendiri, dengan cara apapun, yang penting tujuan tercapai.

2. Pengalaman

Selain alasan impian diatas, juga karena perkembangan dan pengalaman berkendara sepeda motor yang terus dikembangkan. Hal ini bermula dari perjalanan bersama dengan group dan pada akhirnya tercetus saya ingin jalan sendiri, yaitu dengan rute pendek dari Jakarta ke Bandung untuk menghadiri acara kantor.

Dari pengalaman pertama ini ternyata saya mendapatkan suatu kenikmatan tersendiri bagaimana nikmatnya berkendara seorang diri. Kemudian saya melakukan perjalanan berikutnya, yaitu Solo Touring ke Jogja dan seterusnya jaraknya semakin lama semakin lebih jauh. Yang penting disini adalah pengalaman berkendara seorang diri alias Solo Touring ini harus dicoba dulu, walaupun jaraknya hanya dekat-dekat saja.

Sedikit flashback, dulunya saya mengikuti touring bersama teman-teman klub/komunitas dan hal ini sudah sering saya jalani menempuh berbagai acara wisata, maupun acara perayaan klub dan komunitas diberbagai kota, paling jauh saya ikut touring bersama grup ke Sumatera Barat. Disanalah saya mendapatkan banyak pengalaman antara lain pengetahuan safety riding touring, cara berkendara motor sekaligus mengetahui lebih dekat tabiat atau perilaku dari setiap anggota. Lucu dan seru.

Namun seiring dengan waktu dimana saya bertambah usia, semakin berumur maka saya pun merasa jauh lebih menikmati berkendara seorang diri tanpa ada tekanan atau paksaan dari orang lain. Pasalnya, berkendara seorang diri jauh nikmatnya jauh berbeda dengan ikut dalam grup atau konvoi yang lebih banyak aturan. Saya lebih suka mengatur diri sendiri dengan agenda sendiri apakah mau start pagi, finish sore, berhenti ngopi, motret-motret, jalan pelan, jalan melaju, dan sebagainya yang penting safety riding mengikuti peraturan yang berlaku.

Nah, sejak saya menemukan sensasi berkendara seorang diri, maka saya berani menuliskan daftar tujuan yang lebih banyak dan lebih menantang. Semuanya ditulis dalam buku pribadi yang saya baca/buka-buka hampir setiap hari.

3. Social Media Network 

Perkembangan dunia digital dan internet begitu pesat memberikan manfaat yang sangat baik. Dengan sangat mudah saya bisa mengembangkan dan menjalin pertemanan di social media seluas-luasnya, seperti melalui akun facebook, twitter, path, instagram, bahkan saya ikut juga bergabung dengan berbagai komunitas independent yang bebas merek – apa saja yang ada di grup facebook seperti KOMBO Komunitas Motor Box Indonesia (anggota 50 ribuan).

Kemudian dari sini saya mulai berkenalan serta mendapatkan teman-teman baru dari dunia maya, kemudian jika berkenan saya meminta no handphonenya untuk disimpan untuk sewaktu-waktu dihubungi dalam rangka kopdar (kopi darat).

Apa saja manfaat punya banyak teman dunia maya? Apa gunanya? Tak usah dijelaskan lagi. Silahkan dicoba saja. Bagi seorang Solo Rider seperti saya ini yang pasti memiliki teman yang banyak sangat-sangat berguna apalagi demi kelancaran menjalani misi Solo Touring itu sendiri. Karena teman-teman ini yang justru memberikan semangat atas suksesnya perjalanan Solo Touring yang sudah memantau dan menunggu di setiap daerah yang bakal dilewati.

Kembali pada pertanyaan diatas, Om mana teman-temannya yang lain? Sebenarnya bagi saya jawabannya adalah “mereka” yang sudah menjadi teman di facebook, grup FB, atau group WA dimana saya percaya bahwa teman-teman dari dunia maya ini akan selalu memantau dan mengikuti disetiap perjalanan saya, bahkan mereka pun siap membantu apabila saya menghadapi kendala dijalan.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan, Om kalau ada apa-apa dijalan atau mogok dijalan, siapa yang bantu? Saya tidak perlu kuatir lagi soal motor mogok atau mengalami musibah, karena jaringan social media dan network yang ada diseluruh pelosok daerah di Indonesia pastinya akan siap membantu dan bekerja dengan cepat. Hal ini sudah terbukti dimana saya selalu dipantau dan ditunggu hampir disemua kota didaerah.

Sebagai buktinya lihat saja video Solo Touring Sulawesi dibawah ini dimana saya banyak berinteraksi dengan teman-teman yang baru dikenal hampir disetiap kota di pulau Sulawesi, bahkan saya sudah ditunggu, dikawal, diajak ngopi, makan siang,  ataupun dicarikan penginapan. Mungkin saja ada yang komentar, katanya Solo Touring, tapi koq teman-temannya banyak banget sih hampir ada disetiap kota. Hehehe.. 🙂

4. Kerjasama perusahaan

Misi Solo Touring yang dijalani Solo Rider SL yang jaraknya sudah lebih dari 3.000 Km setidaknya saya sudah bisa mengajak beberapa perusahaan untuk bekerjasama? Untuk apa? Ya sponsorhip.. yang namanya touring jarak jauh itu ada 3 kebutuhan utama, yaitu uang bensin, uang makan dan uang penginapan. Syukur-syukur motor selalu aman, tetapi kalau motor mengalami kendala, mogok apakah perlu bantuan dari jaringan dealer terdekat?

Nah, untuk memenuhi 3 kebutuhan utama tersebut diatas, serta jaringan dealer maka tidak ada salahnya Solo Rider SL mengajak kerjasama dengan perusahaan yang punya merek motor. Disinilah seninya Solo Touring yang selama ini dijalani oleh Solo Rider SL, dimana saya bisa mencapai impian sekaligus bisa bekerjasama dengan perusahaan.

Karena temanya Solo Touring atau berkendara seorang diri, maka prinsip saya selama menjalani Solo Touring adalah saya harus tetap berkendara sepeda motor sendirian, asli seorang diri tidak membawa teman ataupun boncengan. Cukup jalan sendiri saja! Kalau sudah membawa teman atau boncengan bukan lagi Solo Rider namanya.

5. Mental

Mental akan terbangun dengan sendirinya berdasarkan pengalaman pribadi. Masbro akan semakin kuat mentalnya menghadapi berbagai macam kondisi dan segala keterbatasan. Memutuskan berkendara motor Solo Touring adalah satu langkah berani yang dimulai dari rute jarak pendek yang kemudian berkembang dengan rute jarak mengah dan rute jarak jauh.

Selain mental, memiliki iman dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa juga akan semakin bertumbuh. Hal inilah yang menumbuhkan rasa percaya diri masbro dalam menjalankan Solo Touring tanpa ada rasa takut dan ragu-ragu. Oleh karena itu masbro jangan pernah lupa berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam melakukan setiap rencana dan perjalanan.

TIPS

Kalau masbro serius mau menjalani kegiatan Solo Touring, silahkan ikuti 5 tips berikut ini:

  1. Miliki blog sendiri, dari sekarang juga. Tulis dan ceritakan perjalanan touring yang sudah-sudah. Kumpulkan semua bahan tulisan dan foto-fotonya, tuliskan di blognya. Semakin banyak artikelnya akan semakin bagus.
  2. Miliki buku pribadi dan tuliskan segala impian dan tujuan/rute perjalanan turing yang diinginkan. Buka bukunya dan dibaca setiap hari. Katakan dengan tegas, saya bisa!
  3. Jaga baik-baik setiap status maupun komentar yang ditulis di akun facebook. Tabiat dan perlaku anda harus berubah total. Pasalnya sekali nama anda sudah tercemar buruk didunia jagat maya, maupun di kopdar maka tamat sudah riwayat anda di dunia pertemanan. Unfriend dan tidak ada yang mau ketemu.
  4. Gali pengalaman-pengalaman baru dengan agenda touring yang lebih menantang, agar punya bahan tulisan dan foto yang bisa dimuat di blognya. Ngga punya cerita baru.. ya tidak ada pengalaman baru, anda pun tidak berkembang.
  5. Semakin menarik blognya, maka dijamin akan semakin banyak pengunjungnya. Alhasil perusahaan pun sudah bisa didekati untuk diajak kerjasama. Siapa tau berlanjut.

Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi bikers Solo Touring!

8 thoughts on “Solo Touring. Ini alasannya mengapa berkendara seorang diri

  1. Terima kasih sharing nya bro, saya sebenarnya jg menikmati riding sendiri. Terjauh baru sampai Jogja aja. Rasanya memang lbh bebas lbh nikmat aja.

  2. Sonny Stark says:

    Terimakasasih sudah berbagi pengalaman..saya juga solo rider tapi baru pulau Bali dan sampai Jakrta saja pulang balik. Dan saya juga lebih menikmati karna tidak ada tekanan dan waktunya bebas tidak harus ditentukan jam segini harus sampai disana begitu.

    • Betul bro.. Solo Touring itu memang nikmat karena suka-suka kita sendiri aja. Ngga ada captain road, sweeper, group leader. Enjoy Solo Ride.. 🙂

  3. Banu Dwi saputra says:

    Alhamdulillah touring antar provinsi sudah saya lalui walau dekat-dekat mas, yg bingung itu waktu krn saya kerja hahaha😂 , tp suatu saat sy pasti bisa seperti mas, maturnuwun tips motivasinya

  4. Kalau touring jauh gtu, pasti kan ga sehari ya om, itu tidurnya dimana om?

    • Touring jauh tentu perlu waktu, bisa berhari-hari. Misalkan mau keliling Sumatera bisa 14 hari atau lebih tergantung dari bikernya apa mau santai atau buru2.

      Soal penginapan disesuaikan dengan uangnya, mau gratis numpang di pom bensin, dan kalau mau yg enak tentu cari hotel. Tergantung situasi dan kondisi masing2 biker.

  5. mantap om.. bermanfaat banget nih ilmu dan pengalamannya.

    segera menyusul, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *