Jakarta International Bike Week 2017 Pecahkan Rekor MURI, 4.034 Moge

Acara Jakarta International Bike Week 2017, ajang bike week motor akbar yang pertama kali diadakan di Jakarta, telah melalui hari pertama yaitu pada tanggal 6 Mei 2017. Ribuan biker dari semua merek motor dan kubikasi memadati lokasi di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Walaupun hujan sempat membasahi area kegiatan namun para biker terlihat antusias untuk mengikuti jalannya acara yang dilaksanakan oleh Motor Besar Club (MBC) ini.

Pada Minggu, 7 Mei 2017, para biker tampak telah memadati area acara JIBW 2017 dengan menjadikan JIBW sebagai destinasi kegiatan rutin ‘sunmori’ atau Sunday morning ride. Semua booth telah bersiap dengan penawaran menarik bagi pengunjung acara yang dikomandoi MC Jhody Superbejo, bersama Panca Warna dan Leonita ini.

Di pagi hari, telah berkumpul para biker untuk melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan bagi ratusan anak yatim. Kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan rutin para biker.

Pada kesempatan acara JIBW 2017 ini, diler resmi Harley-Davidson di Indonesia, Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, meluncurkan Anak Elang Harley-Davidson Signature Card. Kartu eksklusif untuk kustomer setia Harley-Davidson. Kartu ini merupakan salah satu bagian dari layanan Anak Elang Harley-Davidson untuk mendukung program “Home for All Bikers”.

Menjelang siang, diadakan pula lelang motor besar, yaitu motor Harley Davidson dari Nusantara Harley Davidson, serta motor Indian dari Victory Indian Motorcycle Indonesia. Setelah itu, freestyler Indonesia, Wawan Tembong, kembali menghibur dengan penampilan yang memukau.

Selepas jam istirahat, seluruh pengunjung JIBW 2017 dihibur oleh penampilan band ternama, /rif. Dengan membawa lagu mereka yang terkenal, seperti Radja, Loe Tu Ye, Nikmati Aja, dan lain-lain kian membakar semangat pengunjung. Walau hujan baru mengguyur, area depan panggung kembali dipadati para biker yang antusias ikut bernyanyi.

Dalam acara ini pula, para bikers melakukan petisi bersama mengenai uji coba memperbolehkan motor besar untuk masuk melewati jalan tol. “Ini bukan karena motor besar arogan,” tutur Irianto.

Menurutnya, akses ke jalan bebas hambatan atau tol lebih ditujukan lebih dengan tujuan untuk mengubah pandangan biker manca negara bahwa pada Indonesia bagai ‘neraka’ bagi pemotor utamanya karena masalah kemacetan, sehingga merasa sangat ragu untuk melakukan wisata motor baik di Jakarta dan bagian lain Indonesia.

Biker berbadan tegap ini juga menyampaikan harapan kepada perhatian dan bantuan Pemerintah dalam upaya menyelesaikan masalah motor tak bersurat, dikarenakan banyak biker yang ingin mengurus surat motor namun tak mungkin dilakukan karena beberapa hal seperti umur motor yang telah tua, dan lain-lain. Para biker berharap ada titik temu dengan dapat duduk bersama untuk mencari solusi. Salah satu yang masuk ke dalam pertimbangan adalah mengenai pemutihan.

Satu hal lagi yang diungkapkan adalah meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali tingginya harga motor besar di Indonesia. Satu motor besar yang dibanderol seharga 22.000 USD di negara produsennya misalnya, dapat dijual di Indonesia dengan harga mencapai 600 juta rupiah.

Hal itu berkaitan pula dengan pajak kendaraan motor besar yang dikenakan hingga lebih dari 125 persen. Diharapkan agar perbandingan harga motor besar di Asia yang cenderung lebih murah daripada di Indonesia dapat menjadi bahan pertimbangan. Pertimbangan lain adalah adanya potensi peningkatan penjualan motor akan justru meningkatkan pemasukan pajak pemerintah serta tentunya akan berpengaruh terhadap upaya meningkatkan pariwisata Indonesia.

Dalam acara ini pula, Motor Besar Club (MBC) akhirnya disahkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) telah memecahkan rekor untuk kategori pengunjung biker motor besar terbanyak. Rekor sebelumnya dipegang oleh Reborn Indonesia, dengan 1.003 motor dalam acara di Pantai Ancol, Jakarta Utara.

MBC memecahkan rekor tersebut, dengan mendatangkan 4.034 motor besar ke acara JIBW 2017. Penyerahan sertifikat MURI dilakukan oleh Osmas Semesta Susilo, Wakil Direktur MURI, kepada Irianto Ibrahim selaku Sekretaris Jenderal MBC.

Gegap gempita dan rasa haru pun memenuhi warga MBC. Semuanya bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai klub dan komunitas yang hadir dan mendukung acara JIBW 2017 seperti dari:

H.O.G, HDCI, HCB, Runtank, Meddocs, ISHD, Blind Eagle, Silverhawak Indonesia, Super Riders (SR), Riddis Bikerzz, GeSer, Gesrek, HDPM, B.O.S, MACI, Bikers Brotherhood MC, Bandidos, Chopper Bastardz, Imagineering Customs, Troupe, Royal Enfield Indonesia, Disabled Motorcycle Community (DMC), Tagor, WOW, Pangpolers, Broser, Road Eagle, DDOCI, DSO, Ahooy Geboy, Pilotos, MV Agusta, Black Angels, FGC, CMC, KHDL, SI, Freedom Bogor, REBORN, HDSG, MILES, ERC, Da Bombix, POG, Bikers Muslim, VICI, MP3, Desmodona Indonesia, WFBR, Piston Pirates, IMBI, KTM, HOT (Harley Owners Telkomsel), Vespa Lovers, RedBro22, Red Dragon, KNI Sonic Pamulang, MIGMOG, Kawasaki Big Bike, Yakuza Black Ninja Chapter Jakarta, White Eagle, Tegar Bikers, dan banyak lagi, termasuk tentu saja ratusan biker yang datang tanpa klub.

MBC didukung seluruh Pengurus Wilayah MBC yang telah mencapai 33 Wilayah, termasuk MBC DKI Jakarta, MBC Palembang, MBC Bogor, MBC Yogyakarta, MBC Bangka, MBC Cianjur, MBC Tangerang, MBC Depok, MBC Bali, MBC Jawa Timur, MBC Cirebon, MBC Bandung, MBC Karawang, MBC Kab Bekasi, MBC Jambi, MBC Malaysia, MBC Brunei, MBC Los Angeles, dan lain-lain.

Acara ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pertamina Pertamax Turbo, Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Victory Indian Motorcycle, JNE, Rumah Sakit Omni International, Palang Merah Indonesia, ABC President “Nu Green Tea”, Cartensz, Whiz Prime Hotel, dan lain-lain; serta semua pendukung booth dan tenant di JIBW 2017.

Sampai jumpa di Jakarta International Bike Week 2019!

Your comment: