Belajar Jadi Pe-rally di Jambore Ring of Fire 3

irc-tire-adbanner

Selama ini kita hanya bisa melihat dari televisi atau internet tentang dunia rally di luar negeri. Pada ajang Jambore Ring of Fire 3 yang berlangsung pada 11-13 Mei 2017 di Kawasan Kebun Teh Kaligua, Brebes ini seluruh peserta diajak merasakan langsung teknik dan trik yang mendekati rally sebenarnya dari instruktur profesional Nusantara.

Tidak main-main, nama instruktur yang dihadirkan punya nama besar di ajang off-road seperti Kadek Ramayadi adalah pebalap off-road yang telah mengikuti ajang Asia Cross Country Championship 2016 dan juga mengantongi sertifikat GS Trophy. Lalu Pieter Tanujaya dan Sovan Drajat, kedua nama yang memang beken di dunia ‘motor kotor’.

Mantan Kroser Nasional, Pieter Tanujaya

Hari pertama coaching clinic diajarkan cara berkendara dengan big-bike di jalur sempit dan berlumpur. Cara mendirikan motor yang jatuh dengan cara yang efisien dan hemat tenaga, teknik memutar motor besar di jalur yang sempit, hingga bagaimana menaklukkan motor trail yang tinggi untuk rider dengan tinggi badan di bawah 170cm oleh Pieter.

Malam hari cerita dan tips dari Sovan Drajat menghangatkan suasana di tengah dinginnya udara Kaligua. “Selain keterampilan teknik dan bekal yang kita bawa, hal utama adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu bekal nomor satu sebelum kita masuk jalur,” Jawab Sovan keada seorang peserta dari Jawa Timur yang bertanya tips menaklukkan jalur adventure off-road.

“Jangan pernah sesumbar akan menaklukkan jalur, lebih baik kita bilang bercengkerama dengan alam. Kalau kita baik, alam semesta pun akan baik kepada kita.” imbuh pria yang awet muda ini.

Hari kedua peserta diajak untuk mempelajari peta tulip atau tulang ikan yang kerap digunakan para pebalap rally Dakar. Peta tulang ikan adalah petunjuk yang hanya berupa panah, garis lurus, garis palang dan petunjuk angka untuk memandu pebalap rally melalui sebuah jalur. Untuk sesi ini, panitia membatasi peserta maksimal 80 orang.

Selain mempelajari peta tulip, peserta juga diajak untuk mempraktekkan apa yang mereka dapat secara teori pada jalur yang dengan pemandangan alam nan eksotis yang telah disiapkan panitia.

Hari ketiga ditutup dengan pidato singkat Youk Tanzil selaku ketua penyelenggara dan upacara bendera dan mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pahlawan. Acara ini dilanjutkan dengan riding bersama sejauh kira-kira 50 km melintasi medan yang bervariasi.

Suksesnya perhelatan Jambore Ring of Fire 3 terungkap dari beberapa peserta lokal maupun internasional yang merasa sangat puas dapat hadir di acara ini.

“Saya sudah dua kali ikut acara ini mas. Tapi kali ini saya merasa ilmu saya bertambah. Yang pakai motor besar pun nggak menjaga jarak dengan kami walaupun saya pakai motor kecil. Malah saya banyak diajari dan dilatih oleh mereka yang sudah jago berkendara adventure.” papar Denny Filastra, peserta dari Bojonegoro.

Sementara Darren Stone, peserta dari Australia mengaku takjub dengan pemandangan kebun teh Kaligua dan keramahan penduduk lokal. “Saya waktu rally masuk ke pemukiman, saya buka helm dan kacamata saya. Mereka senang waktu tahu saya ini bule. Mereka bersorak dan melambaikan tangan.”

Your comment: