Secuil Kisah dari Ajang Pertemuan Petualang Dunia di Sumbawa

Veteran petualang Ted Simon membagikan kisah inspirasi

Ratusan sepeda motor petualng hadir di pantai Kencana, Labuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dalaam ajang perdana Horizons Unlimited 1st Indonesia Adventure Travellers Meeting pertengahan Mei 2017. Sebuah kehormatan datang langsung dari sang maestro, Jeffrey Polnaja berkenan diwawancara melalui telepon dan berikut ini adalah ceritanya:

Hari Kamis 18 Mei 2017 puluhan sepeda motor berbagai ukuran berkumpul di pantai Kencana, Sumbawa untuk menghadiri pertemuan para penjelajah dunia yang digawangi oleh Jeffrey Polnaja, satu-satunya pemotor dari Indonesia yang telah berkendara lebih dari 460rb km selama lebih dari 6 tahun. Hajatan itu bernama Horizon Unlimited Travellers Meet Up.

Horizon Unlimited (HU) sendiri adalah organisasi perkumpulan petualang dunia yang dibentuk oleh pasangan petualang gaek, Grant dan Susan Johnson pada 1997. Sejak itulah perkumpulan yang berbasis di Inggris dan Kanada ini telah menjadi inspirasi, serta memberikan informasi kepada setiap orang yang ingin berpetualang. Melalui perkumpulan ini pula sering terjadi koneksitas antar-petualang dari berbagai penjuru dunia.

Dipilihnya Sumbawa sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Jeffrey ingin memperlihatkan kepada para petualang dari luar negeri bahwa Indonesia tidak hanya Bali, Raja Ampat atau Bunaken. Selain itu untuk menambah tantangan kepada bikers lokal agar terasa saat berkendara jarak jauh. Mengapa harus menjalani tantangan seperti itu?

Event ini dihadiri oleh 50 pemotor dari luar negeri yang sangat berdedikasi pada kegiatan otomotif turing jarak jauh dan kang JJ–sapaan akrab Jeffrey Polnaja–mempersilakan rider Indonesia untuk bersama-sama merasakan petualangan dari Jakarta menuju Sumbawa.

Lebih kurang 200 pecinta petualangan roda dua dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti coaching clinic, sharing session dan mendengarkan berbagai kisah yang menginspirasi dari para pembicara seperti Ted Simon, pasangan Shannon dan Mike Mills, pasangan Maggie dan Norman Magowan, Nicole Espinosa, Anita Yusof, Andy Dukes, Steve Campbell, Jeff de Wispelaere. Sementara di halaman hotel, ada 10 bendera yang dikibarkan di area pantai Kencana yang menunjukkan negara asal para peserta.

Di hari pertama tanpa disadari para peserta, mereka mengalami sebuah simulasi yang menyerupai proses border crossing di perbatasan antar negara. Pada saat pendaftaran, beberapa peserta terlihat kurang sabar karena ada petugas yang seperti kelabakan. Sementara rider yang sudah berpengalaman terlihat lebih tenang dan sabar menunggu.

Sang Maestro, Solo Rider Kang Jeffrey Polnaja

“Simulasi ini mungkin masih jauh dari kondisi sebenarnya. Di sini petugas pendaftar masih berbicara dengan bahasa yang sama dengan kita, atau setidaknya mampu berbahasa Inggris. Bayangkan bila kita masuk ke negara seperti China, Kazakhstan, negara-negara Timur Tengah atau negara bekas Uni Soviet? Bukan hanya bahasanya yang berbeda, aksaranya pun susah dibaca dan kita harus sangat bersabar dengan sikap petugas yang berada di perbatasan.” Ungkap kang JJ.

“Disinilah pentingnya sikap, mindset dan pola pikir kita dalam menangani masalah, terlebih pada saat kita berkendara seorang diri di negara asing. Pemikiran positif, mensyukuri apa yang ada, bersabar dalam segala keadaan, antusiasme dan pemikiran bahwa tak ada yang tak mungkin adalah modal utama sebelum kita memutuskan untuk berkendara antar benua.” Tambah Jeffrey.

Pada saat pembukaan oleh wakil bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah, para peserta diberi kehormatan dengan mengikatkan topi adat Sapu Alang. “Saya harap para tamu bisa menikmati keindahan alam Sumbawa dan membawa kabar positif tentang Sumbawa ke daerah asal kalian. Sapu Alang yang saya ikatkan adalah simbol bahwa kami akan menerima kalian dengan tangan terbuka bila suatu saat kembali ke sini.” Ujar Mahmud.

“Saya mewakili rakyat Sumbawa mengucapkan terima kasih karena telah mendapat kehormatan dengan dipilihnya Sumbawa sebagai lokasi event Horizon Unlimited Indonesia.” Pungkas Mahmud.

Di ajang ini, traveller dari berbagai belahan dunia dengan berbagai moda saling bertukar pengalaman, keterampilan dan berbagai tips berdasarkan kesulitan yang mereka alami dalam perjalanan masing-masing. Petualang dunia yang hadir tidak hanya menggunakan motor besar. Motor kecil dengan kubikasi hanya sekitar 100cc pun ada. Sepeda dan mobil pun hadir di event ini yang sekaligus menunjukkan bahwa Horizon Unlimited sangat terbuka untuk semua kalangan.

Mereka yang ingin berkendara jarak jauh bisa belajar dari rider yang telah melewati berbagai kesulitan dan terutama mengatasihomesick. “Kita harus mampu mengontrol keseimbangan diri terutama pada saat berkendara jarak jauh. Berubah dalam pola pikir dan tindakan menjadi lebih baik dari hari kemarin, belajar aspek kehidupan selain riding skill. Dan juga harus siap dengan segala kondisi.” papar Jeffrey.

Selain memanfaatkan fasilitas penginapan di hotel Kencana, sebagian bikers yang hadir juga mendirikan tenda di sekitar lokasi. Pantai Kencana yang indah menjadi semakin cantik ketika Eiger dan Touratech sebagai mitra acara ini menghiasi pantai dengan banner dan lampu-lampu walaupun tidak banyak supaya terlihat natural.

Mewariskan nama baik

Event yang digelar selama tiga hari ini dipadati dengan kegiatan dialog, pelatihan dan sharing pengalaman dari para pembicara termasuk Jeffrey Polnaja. Termasuk didalamnya teknik berkendara di medan pasir, teknik mengangkat motor ketika jatuh dan banyak lagi. Di acara puncak, minggu malam, 21 Mei,kang JJ menceritakan kisah perjalanannya sekaligus memotivasi bikers Indonesia yang berkeinginan menjelajahi dunia.

“Just hit the road”, demikian ungkapan kang JJ untuk memberi semangat pada generasi berikutnya yang akan berkendara jarak jauh. Kang JJ sendiri oleh beberapa kalangan dinilai telah memberikan legacy di dunia internasional kepada petualang dari Indonesia dengan nama baiknya selama berkeliling dunia.

Sebuah kisah yang menuai pujian untuk orang Indonesia adalah ketika kang JJ terjebak di Iran karena gear box sepeda motornya rusak. Pria murah senyum ini mengumumkan kondisinya melalui media sosial dan tawaran bantuan pun mengalir dari bikers berbagai negara. Ada yang menawarkan dari Spanyol dengan proses pengiriman selama satu bulan, ada pula tawaran dari Turki yang akan mengirim suku cadang dengan cara menyelundupkan, dan satu lagi yang paling tidak mungkin menurut Jeffrey ketika seorang Dirk Peelman, mekanik profesional BMW Motorrad di Belgia mengatakan bisa mengirimkan suku cadang tadi dalam waktu lima hari.

Pasrah dalam ketidakpastian, Kang JJ hanya bisa menunggu. Mengatasi kondisi itu, Jeffrey sudah terlatih. “Kita harus bisa menyesuaikan, menerima dan bersyukur dengan apa yang kita miliki saat itu. Be present. Dengan demikian kita akan belajar untuk selalu berpikir positif.” Ungkap bikers yang lekat dengan kacamata khas-nya.

Dan tak lama, suku cadang dari Belgia datang tepat lima hari setelah dikirim. Jeffrey seperti tak kuasa menahan haru. “Harga yang diminta hanya sepertiga harga resmi dan tanpa biaya kirim, bahkan saya belum mengirim uang sepeserpun.” Ujarnya. Dengan tekadnya untuk tidak menyerah karena setiap masalah selalu ada jalan keluar bahkan sekalipun bila jalan keluar itu sangat sempit dan tidak terlihat, kesabaran Jeffrey terbayar dengan indah.

Sebulan kemudian Dirk Peelman di Belgia terkejut bukan main ketika Jeffrey tiba di rumahnya hanya untuk menyalami tangannya. “Kamu dari Eropa, ke Iran, lalu berkendara kembali ke Belgia hanya untuk menyalami saya? Jeffrey, kamu luar biasa. Manusia Indonesia memang hebat.” Ucap sang mekanik.

Sepertinya tidak masuk akal, tetapi Jeffrey berpendapat bahwaa good karma will provide us good opportunity. Dengan sikap seperti inilah, kang JJ seperti membuka jalan dan mewariskan kepada bikers Indonesia berikutnya bila ingin menjelajahi dunia. “Pergilah, nama Indonesia harum di dunia internasional. Kita patut berbesar hati sebagai manusia Indonesia.” Bangga Jeffrey.

Hari minggu itu Jeffrey sebagai host melepas para bikers untuk kembali ke daerah asalnya dan juga mereka yang akan melanjutkan ke negara tujuan. Tak ada yang sempurna di dunia ini, lepas dari berbagai kekurangan kecil, acara ini terbilang sukses.

Apresiasi dilontarkan para peserta usai acara puncak. Salah satunya dari Nicole Espinosa, host Horizon Unlimited California. “Jeffrey Polnaja benar-benar mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dan acara ini sukses besar. Saya ikut bangga menjadi bagian dari kesuksesan acara Horizon Unlimited di Indonesia.”

Tak pelak keberhasilan acara itu juga menuai pujian dari pendiri Horizon Unlimited, Grant Johnson yang mengirim pesan kepada Jeffrey secara pribadi. “Jeffrey, you’ve done an amazing job, we’re super pleased! I look forward to the Indonesia event becoming a model for others! We really want to be there next year.”

Anita Yusof, petualang roda dua dari negeri jiran pun tidak mampu menyembunyikan kekagumannya. “The moment I stepped my foot at the HU Indonesia venue, I was really impressed of how well the organizer prepared this event. Everything from the smallest item was being taken care of neatly. Big congrats to the organizer, Jeffrey Polnaja. According to other presenters who had been to previous HU meets, this is the best HU ever. Jeffrey has indeed set up a high bench mark for HU meet.”

Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah negara Asia pertama yang mendapat ijin untuk menyelenggarakan Horizon Unlimited Travellers Meet Up, sementara negara jiran hanya sebatas mini meeting. Maka, berbanggalah kita.

Dengan bekal kesuksesan acara di Sumbawa, tahun depan Horizon Unlimited akan digelar kembali di Jawa Barat dengan materi yang lebih kaya dan padat. Mau tahu apa bocoran materi yang akan disajikan di event HU Indonesia tahun depan? Dua saja ya, yaitu akan diadakan pelatihan orienteering dan games yang melatih bikers menjadi petualang tangguh. Kurang lengkap ya bocorannya? Tunggu saja tanggal mainnya.

One thought on “Secuil Kisah dari Ajang Pertemuan Petualang Dunia di Sumbawa

  1. […] Artikel selengkapya: Secuil Kisah dari Ajang Pertemuan Petualang Dunia di Sumbawa http://motobikerz.com/archives/21336 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *