Tim Furukawa Battery Indonesia kembali berlaga di AXCR 2017 Thailand

irc-tire-adbanner

Kegagalan tahun lalu bukan batu penghalang bagi Tim Furukawa Battery Indonesia yang kali ini malah menambah personil mereka di kelas mobil. Bila tahun lalu Kadex yang sempat mencicip finish di urutan 8, dan gagal karena mengalami masalah pada tunggangannya, kali ini ia patut berharap lebih baik karena motornya terbilang segar.

Kadek Ramayadi akan menggunakan Husqvarna FE 250 2014. Sedangkan Rudy Poa menunggang Husaberg 250 tahun yang sama dengan milik Kadex. Sedangkan di kategori roda empat, Lody Francis Natasha serta  co-driver Memen Linggau percaya diri untuk mewakili merah putih di ajang rally terbesar di Asia ini dengan Isuzu D-Max. Rabu, 2 Agustus Tim Furukawa Battery Indonesia menggelar konferensi pers di dealer motor Triumph, Kemang Raya, Jakarta.

Kadex yang kebagian pertanyaan pertama dari awak media menjelaskan, “Motor saya kali ini lebih baik karena selain terbilang baru, motor tahun 2014 tetapi masih segar karena hanya saya gunakan untuk berlatih. Jadi saya dan motor sudah saling memahami karakter masing-masing. Beda dengan tahun lalu ketika kami harus menyewa di Thailand. Saya dan mas Rudy harus menyesuaikan diri dulu dan ketika tiba di sana pun, motor sewaan yang tidak lagi muda itu tidak kami ketahui kondisinya. Kali ini persiapan kami jauh lebih matang dengan motor yang kami kirim dari Indonesia,” ujar pria tinggi besar yang murah senyum ini.

Sementara Rudy Poa yang bertindak sebagai manajer sekaligus racer tahun lalu menambahkan tentang pengiriman dan persiapan tim. “Kami belajar dari pengalaman tahun lalu, kami ingin motor yang kami kenal dan persiapkan dengan baik. Artinya harus dikirim dari Indonesia. Kali ini kami banyak dibantu oleh KADIN dan JNE karena Thailand tidak masuk sebagai member CDP, tetapi mereka menerima ATA Carnet untuk dokumen kendaraan. Indonesia masuk sebagai anggota untuk CDP dan ATA Carnet. Sedangkan ATA Carnet bekerjasama dengan KADIN Indonesia. Mengurusnya pun mudah di KADIN, hanya setengah jam,” jelas ayah tiga anak ini.

Kali ini Tim Furukawa Battery Indonesia mendapat lebih banyak dukungan ketimbang tahun lalu. Selain dari Furukawa Battery, Pikoli–produsen pelumas, Isuzu D-Max, dan IOF, JNE, salah satu perusahaan ekspedisi terkemuka di tanah air juga memberikan support untuk mengirimkan semua kendaraan dan perlengkapan tim ke Thailand, dan kembali ke Indonesia.

“Kami tidak mematok target terlalu tinggi, finish dan masuk dalam 10 besar sudah sangat realistis saat ini. Ini adalah keikutsertaan kami yang kedua, yang pertama tidak terlalu sukses, kami harap bulan ini kami dapat membawa nama baik Indonesia di ajang AXCR ini.” Ungkap Rudy.

Keikutsertaan mereka di ajang AXCR tahun ini dipenuhi optimisme untuk lebih baik dari tahun lalu karena persiapan yang lebih matang. Rudy juga membocorkan salah satu trik mereka terutama pada sistem navigasi yang baru dengan kalibrasi lebih akurat dan mampu merevisi kesalahan jarak atau auto-calibration ketika pembalap melenceng dari jalur.

“Motor tidak terlalu banyak kami ubah. Motor kami sudah ready-to-race sejak keluar dari pabrik. Kami hanya mengubah pada sistem bahan bakar, tangki yang memuat bahan bakar lebih banyak, jok lebih nyaman dan mounting atau tower untuk dashboard motor. Itu saja. Internal engine, suspensi dan kelistrikan tidak kami sentuh.” Papar pria atletis ini.

Asia Cross Country Rally adalah rally terbesar di Asia yang digelar sejak tahun 1996. Lebih hemat dari segi finansial ketimbang rally Dakar, AXCR memberikan tantangan bervariasi khas alam Asia Tenggara. AXCR dirancang untuk mencakup banyak jenis medan seperti hutan, rawa, menyeberangi sungai dan juga padang pasir.

Selama beberapa tahun terakhir, telah mencakup hampir semua jenis tantangan yang ditawarkan oleh alam di Asia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang melintasi berbagai negara seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Vietnam hingga Myanmar dan RRC, AXCR kali ini hanya akan diselenggarakan di Thailand pada tanggal 13 Agustus dimulai di Kanchanaburi dan selesai di Ayutthaya, 19 Agustus 2017.

Disinggung apakah mungkin membujuk penyelenggara AXCR untuk menggelar rally tersebut di Indonesia, Rudy menjelaskan, “Rally ini rally yang dirancang sebagai ujian untuk mengemudi dan keterampilan navigasi, daya tahan dan kerja sama tim, serta persiapan, ketahanan dan ketangguhan para peserta dan kendaraannya. Mobil dan motor bisa melaju dengan kecepatan 100 hingga 170 km/jam di jalan off-road dan jalan perkampungan atau bahkan jalan raya kelas 3.”

“Saya yakin bisa saja mereka menyelenggarakan di tanah air, tetapi dengan kepadatan penduduk Indonesia, mungkin formatnya akan berbeda. Tidak mungkin kami melaju dengan kecepatan hingga 170km/jam di pemukiman di pelosok Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi. Saya beberapa kali ikut ajang off-road di ketiga pulau itu, hampir semuanya banyak penonton,” pungkasnya.

Optimisme juga tersirat di raut wajah Lody Francis Natasha dan co-driver Meme Linggau. Mereka yang baru kali ini berkiprah mewakili Merah Putih di kelas mobil tidak mematok target terlalu tinggi. “Finish sudah realistis untuk kami. Jangan sampai kami gagal finish karena mobil rusak atau kendala lain. Untuk driving skill persiapan kami cukup matang karena telah lama berlatih di Serpong dengan mobil yang sama dengan yang akan kami gunakan di AXCR 2017 Thailand.” Ungkap Lody.

Sementara Memen Linggau menambahkan mengapa bukan dirinya yang menjadi driver karena selama ini Memen lebih dikenal sebagai driver di olahraga off-road roda empat. “Kami dari Tim Furukawa Battery Indonesia memang mendaftar untuk kategori roda empat di kelas wanita. Tetapi saya bukan menjadi navigator, saya akan menjadi co-driver. Jadi seandainya Lody lelah, konsentrasinya menurun atau berhalangan karena hal lain, saya bisa menggantikan Lody.” Jelas ayah dua anak ini.

“Berbeda dengan speed off-road yang biasa kami lakukan. Rally ini akan menempuh jarak lebih dari 2400km dalam beberapa SS. Dan kami bisa mengemudi seharian penuh dengan konsentrasi tinggi. Jadi fisik, mental dan kondisi kendaraan harus disiapkan dengan baik. Kami telah lama berlatih dengan bimbingan para off-roader senior di antaranya mas TB Adhi, pak Askar Kartiwa dan juga dukungan dari rekan-rekan di IOF.” tutupnya.

Sumber: Elsid Arendra

Your comment: