Bagaimana Cara Mengatasi Baju Kotor Saat Touring Jauh?

Lokasi: Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam

Ada pertanyaan dari pembaca, bagaimana cara saya mengatasi baju kotor saat menjalani touring jauh? Artikel ini sekedar berbagi cerita berdasarkan pengalaman pribadi Solo Rider Stephen Langitan. Sebenarnya jawabannya ada 3 hal yaitu:

  1. Cuci baju kotor sendiri
  2. Minta bantuan orang
  3. Gunakan jasa laundry

Cuci Baju Kotor Sendiri

Ya.. ini adalah pengalaman yang paling seru yaitu ngurusin baju kotor sendiri, bikin repot tetapi sangat berguna untuk kebersihan diri sendiri. Mencuci baju sendiri harus diniatkan, dan biasanya hal ini baru bisa saya lakukan pada malam hari sebelum tidur. Terus pakaiannya mau jemur dimana? Lagian besoknya kan harus riding lagi?

Soal jemuran harus diakali dan saya biasanya menggantung baju yang sudah dicuci tersebut dekat dengan arah kipas angin atau AC, atau dekat jendela. Oleh karena itu, sewaktu saya menjalani kegiatan touring maka saya akan selalu membawa:

  • pakaian/bahan cepat kering (t’shirt. buff, masker, celana dalam, jeans & kaos kaki)
  • sabun cuci/sabun colek/detergen dan sikat yang selalu siap dipakai

Inilah salah satu alasan, mengapa saya lebih suka memilih menginap di penginapan atau hotel, yaitu agar saya bisa mencuci baju kotor sendiri dan juga bisa menjemur dengan bebas dikamar. Soalnya kalau saya menginap dirumah teman, biasanya kegiatan mencuci sendiri sudah tidak sempat lagi, karena keasyikan ngobrol sama yang punya rumah atau sudah ketiduran. Lagian saya memiliki rasa segan.. apalagi kalau dilihat mencuci baju dimalam hari, rasanya ngga enak. Hahaha.

Minta Bantuan Orang

Lokasi: Makale Toraja Sulawesi Selatan

Minta bantuan orang mencuci baju kotor boleh saja, dan hal ini biasanya saya lakukan bilamana saya lagi menginap dirumah rekan biker setempat, dan juga besoknya saya memang tidak menjalani aktifitas riding. Artinya saya menginap 2 malam di kota tersebut.

Nah, disini saya meminta bantuan kepada tuan rumah dipagi hari dan biasanya saya selalu mendapat pertolongan soal mencuci baju kotor. Misalnya sewaktu saya Solo Touring Sulawesi dan ketika itu menginap dirumah Bro Christian Topan Byonic di Makale Toraja Sulsel. Secara kebetulan dirumahnya ada mesin cuci dan baju kotor milik sayapun diperkenankan untuk ikut dicuci, kemudian saya yang menjemur sendiri. Hehehe.

Kemudian pada saat saya menginap dirumah penduduk di Simanggaris Nunukan Kaltara, dimana tuan rumah memminta kepada pembantunya agar mau mencuci baju kotor milik saya, padahal celana jeans kotor banget karena sebelumnya saya melintas hutan perbatasan penuh dengan tanah liat Artinya, bantuan selalu ada jika kita bersikap baik dan sopan dengan warga setempat.

Kalau menginap di hotel tidak ada salahnya pakai jasa laundry hotel untuk mencuci baju kotor.. tetapi tentu saja biayanya mahal. Sayapun tidak pernah pakai jasa laundry hotel karena menurut saya mencuci sendiri akan lebih menghemat biaya. Maklumlah.

Pakai Jasa Laundry

Lokasi:  Miri, Sarawak Malaysia

Selama menjalani touring keliling Borneo, saya sempat mencari jasa laundry yang ada di Pontianak, Kuching, dan Miri. Kalau di Pontianak, masih konvensional dimana baju kotor harus ditinggal dan besoknya diambil. Kalau di Malaysia, seperti di Kuching dan Miri, saya sempat menggunakan jasa “Coin Laundry” dimana saya mengerjakan sendiri. Masukin uang coin, dan tunggu 45 menit untuk proses cuci dan pengeringan. Lihat foto pada saat saya sedang menunggu proses mesin cuci bekerja pukul 23.00.

Bagaimana soal seterika pakaian bersih? Hahaha.. selama turing saya ngga pernah menyeterika baju sendiri. Bagi saya yang paling penting adalah pakaian kotor sudah kembali bersih, tidak bau, kering dan bisa dipakai untuk perjalanan berikutnya.

Dalam perjalanan touring jauh, yang paling sering menjadi pakaian kotor dan sangat perlu untuk dicuci ulang, adalah helm cap (tutup kepala untuk helm), maskers, buff, baju t’shirt, celana dalam, base layer, pants layer, kaos kaki, handuk mandi, sapu tangan, dan celana jeans.

Mendirkan Tenda dan Mencuci Baju Kotor?

Bagaimana dengan camping atau mendirikan tenda selama touring jauh? Apakah hal ini pernah saya lakukan? Jawabnya sama sekali tidak pernah.. karena faktanya ketika saya mencari lokasi camping yang benar-benar ideal khususnya pada rute-rute yang saya lewati adalah sangat sulit.

Dari pengalaman pribadi selama menjalani turing jauh di Indonesia, saya lebih mudah mencari rumah penduduk setempat untuk sekedar menumpang, atau mencari penginapan yang mana fasilitasnya sudah lengkap, termasuk urusan cuci baju kotor maupun urusan kakus/WC.

2 thoughts on “Bagaimana Cara Mengatasi Baju Kotor Saat Touring Jauh?

  1. thx Om sharing pengalamannya 🙂

Your comment: