Wheel Story Season 5: Rute menuju Cape Town sangat memanjakan

Perjalanan Mario Iroth di Afrika Selatan sudah memasuki hari ke 39-42 dengan jarak tempuh 4790 Km. Berikut ini laporannya yang dikirim ke redaksi MotoBikerz.com

Perjalanan menuju Cape Town sangat memanjakan, disinilah surga para biker menurut saya. Perjalanan dari Cape Agulhas melewati daerah perkebunan Anggur hingga Hermanus dimana kita bisa melihat Humpback Whales hanya dari bibir pantai dan hari itu saya beruntung karena bisa melihat paus dari jarak dekat. Dan perjalanan dilanjutkan melewati Route 44 dengan pemandangan laut ( False Bay) disebelah kiri dan tebing batu sebelah kanan. Ini luar biasa! CRF250RALLY memang sangat lincah dijalanan ini.

Di Cape Town kami pun disambut Pak Konjen bersama Ibu di Wisma KJRI di Cape Town. Sambil makan malam bersama kami bercerita tentang adventure bermotor dan ragam budaya di Afrika. Salah satu staff merekomendasikan rute bermotor ke arah Cape Peninsula yang keren dan saya langsung memasukan rute tersebut di GPS di motor saya.

Petualangan berlanjut. Bermula dari Simon’s Town kami mampir di museum mengenai sejarah kota Simon’s Town sebagai kota para pelaut.Di Boulders beach kita melihat Penguin koloni. African Penguin sudah ada disini sejak tahun 1982 dimulai dari sepasang Penguin dan saat ini sudah ada lebih dari 2000 Penguin.

Setelah puas melihat Penguin lanjut gas melewati jalanan berkelok dengan pemandangan laut dan tebing batu mengikuti jalan M6 agak deg-degan melewati kalur sempit ini karena jalan dibuat dari tebing batu yang dibelah dipinggir jurang yang dalam hingga berujung di laut, ditambah lagi angin dari samping yang kencang disertai udara dingin bikin kita harus konsentrasi penuh untuk bermotor disini namun dengan menggunakan oli Castrol Power 1.

Saya sangat percaya diri mengendarai motor dengan akselerasi superior. pemandangan yang disuguhkan memang luar biasa, nama jalur ini Chapman’s Peak. Hingga sore hari kami tiba di Camps Bay sambil menikmati sunset dan kita bisa melihat Table Mountain yang spektakuler terlihat jelas seolah menyapa kehadiran pemotor dari Indonesia.

Cape Town dan sekitarnya memang bikin betah, namun sudah waktunya kita melanjutkan petualangan. Kami pun mampir di KJRI di Cape Town untuk memberi salam perpisahan kepada pak Konjen bersama jajaran staff. Pagi yang cerah memberi kehangatan di udara yang dingin ala Cape Town. Halaman depan kantor KJRI ramai dan penuh canda. Pak Konjen (Pak Krishna Adi Poetranto) bersama Ibu lengkap dengan staff KJRI melepas Wheel Story ke destinasi berikutnya yaitu Namibia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *