Antasari Jaya Ban khusus jualan ban motor.. termasuk merek Michelin

IMG_20140415_162101

Jalan Arteri Pangeran Antasari Cilandak pada sore hari (Selasa, 15/4/14) memaksa Motobikerz.com singgah disebuah bengkel ban “Antasari Jaya Ban” di Jl. P. Antasari No 21E Cilandak Barat Jakarta Selatan (persisnya di sebelah kiri jalan antara Pasar Cipete hingga Jl. TB Simatupang). Ada apa disana?

Namanya juga bengkel ban khusus untuk sepeda motor.. tentu saja yang dijual adalah ban motor dari berbagai macam merek ban ditambah dengan jualan oli dan beberapa aksesories motor. Namun yang bikin kaget Motobikerz.com adalah bengkel Antasari Jaya Ban juga menjual ban motor premium, yaitu Michelin dengan sebuah rak khusus (terpisah dengan merek ban yang lain).

Setelah ngobrol-ngobrol dengan juragan bengkel Antasari Jaya Ban bernama Bang Rudi, ternyata dia secara tak sengaja selalu memberikan rekomendasi pilihan ban baru kepada konsumen dengan merek Michelin.

“Sebenarnya yang mau ganti ban baru sering bingung sendiri. Saya selalu bilang kekonsumen untuk pilih sendiri pada rak sebelah kiri. Tapi akhirnya konsumen bertanya kepada saya, diantara ban disini mana yang bagus. Akhirnya saya harus bilang kalau ban yang bagus itu ada dirak sono tuh.. maksudnya merek Michelin,” kata bang Rudi sambil mempraktekan kebiasannya ketika melayani konsumen.

Ketika ditanya apakah konsumen mempertimbangkan soal harga? Maka iapun mengakui hal itu bahwa konsumen memang sangat kritis soal harga.

“Konsumen selalu nanya harga.. tapi mereka bingung ketika mau memutuskan. Saya hanya bilang bahwa ban itu adalah nyawa bagi pengendaranya. Jadi konsumen sadar bahwa nyawa lebih berharga dari pada soal harga ban. Nah.. kalau begitu akhirnya mereka putuskan memilih ban yang terbaik. Lagi-lagi yang dipilih Michelin,” ujarnya kepada Motobikerz.com.

Bicara soal merek ban Michelin yang sudah kita kenal asal Perancis, Bang Rudi mengatakan bahwa para konsumen ngga pada tau yang begituan (red=soal merek dari mana). Menurutnya kebanyakan mereka hanya percaya pilihan ban yang sudah direkomendasikan oleh bang Rudi. dan mereka maunya cepat dan cari gampangnya saja.

“Disini saya jualan.. jadi yang penting ban juga cepat laku dan saya ngga mau stok ban terlalu lama nginap di bengkel. Untungnya distribusi ban Michelin lancar, khususnya buat ban motor untuk matik dan bebek yang paling cepat laku,” tambahnya.

Bang Rudi menjelaskan kadang-kadang ia menghadapi konsumen yang sok tau. Kalau ketemu konsumen yang sok pintar ia lebih banyak diam. Tapi untungnya di bengkelnya tersebut ada brosur edukasi tentang pilihan ban motor dari Michelin.

“Ujung-ujungnya konsumen yang belagu suka terdiam sendiri ketika mereka sudah membaca informasi tentang apa itu Michelin yang saya tempel ditembok.. hehehe..” jelas bang Rudi sambil tertawa.

Motobikerz.com mengamati sebuah mesin yang dipergunakan bengkel Antasari Jaya Ban, dan mesin inilah yang mejadi assest bang Rudi ketika mengganti ban motor konsumen. “Hari gini koq bengkel masih bekerja secara manual.. pake mesin dong.. biar ganti bannya lebih cepat dan tidak merusak ban atau pelek motor,” ujar bang Rudi sambil bergaya mau ganti ban.

Eh.. ketika bang Rudi mau difoto Motobikerz.com, iapun segera mengambil ban Michelin yang masih dibungkus. “Buat fakta nih.. bahwa bengkel kecil begini.. sudah pake mesin.. dan ban yang dijualpun termasuk ban premium Michelin.. mantap kan?!” guraunya. Yups.. sukses deh buat bang Rudi semoga usahanya lancar dan aman.

Mau mampir ke bengkel Antasari Jaya Ban di Cilandak Barat? Silahkan kontak bang Rudi via HP 0813 80283995 / 021 5112 8843. Usaha bengkel ini termasuk melayani penjualan pelek baru, isi angin nitrogen, balancing, tambal ban tubeles dan sebagainya.

 

One thought on “Antasari Jaya Ban khusus jualan ban motor.. termasuk merek Michelin

  1. Sebagian besar artikel modifikasi Honda Spacy agar tidak mentok tanggul jalan kok masih referensi lama yah atau mungkin hanya copas yah.
    .
    Contoh :
    1. pake shock Vario 125, ini trik tetap dipakai meski di beberapa forum diskusi ada beberapa keluhan tentang pemakaian shock Vario 125 (masih mentok, kurang stabil, cepat rusak, dll), tapi tetap dipertimbangkan bisa dipakai.
    2. Ban asli belakang 90/90-14 dipindah jadi ban depan, trik ini ini masih dipakai.
    2. mesti ganti ban belakang ukuran 100/90-14, lah ukuran ini kan sudah jarang dijual produsen. mestinya diupdate jadi 100/80-14 atau 110/80-14 atau 120/17-14 yg masih banyak merk ban menjual ukuran segitu.
    3. ukuran ban tidak ikut diterangkan cara menghitungnya.
    4. Mengganti ukuran ban depan dan belakang menjadi lebih lebar, kemungkinan konsumsi bahan bakar menjadi agak boros karena tapak ban lebih lebar + ban lebih berat (meski di beberapa forum bilang hanya berkurang sedikit)
    .
    neh cara ngukur angka di ban motor Honda Spacy (ring Velg 14″) dan motor lain :
    ukuran asli ban depan Honda Spacy 80/90-14 berarti lebar ban 80 mm atau 8 cm, tinggi ban dari bibir velg 80 X 90 % = 72 mm atau 7,2 cm.
    ukuran asli ban belakang Honda Spacy 90/90-14 berarti lebar ban 90 mm atau 9 cm, tinggi ban dari bibir velg 90 X 90% = 81 mm atau 8,1 cm.
    jadi angka kedua itu menunjukkan persentase dari angka pertama untuk tinggi ban, bukan langsung menunjukkan angka ukuran tinggi ban.
    .
    beberapa forum menganjurkan ban belakang diganti ukuran 100/80-14 (lebar ban 10 cm, tinggi ban 8 cm), tapi saya lebih suka kondisi lebih tinggi mengingat ban belakang asli Spacy tingginya 8,1 cm yg pindah menjadi ban depan sehingga ban belakang pengganti seharusnya lebih tinggi dari ban depan (8,4 cm atau 8,8 cm atau 9,6 cm).
    .
    Dengan kondisi shock masih asli 300 mm Spacy, maka ban belakang pindah ke depan dng tinggi 8,1 cm, lalu ban belakang mungkin bisa pakai ukuran maksimal 110/80-14 atau 120/80-14 yg berarti 110 X 80% = 88 mm atau 8,8 cm atau 120 X 80% = 96 mm atau 9,6 cm.
    jadi ukuran ban depan berubah dari tinggi 7,2 cm menjadi 8,1 cm (ban asli belakang pindah ke depan).
    dan ukuran ban belakang berubah dari tinggi 8,1 cm menjadi 8,8 cm atau 9,6 cm.
    secara teori, perubahan tinggi jok belakang tidak terlalu terlihat jika berubah dari 8,1 cm menjadi 8,8 cm. Baru terlihat berubah tinggi jika tinggi ban belakang 8,1 cm menjadi 9,6 cm.
    secara teori juga, ukuran maksimal ban belakang 120/80-14 karena perbedaan lebar ban dari 9 cm menjadi 12 cm = 3 cm (dibagi dua menjadi 1,5 cm sisi kiri dan kanan ban), dan masih ada celah 2 cm di sisi kiri ban sebelum mentok ke plastik body Spacy (mungkin Cover PGM-F1 Honda).
    Kalo ukuran 130/70-14 kemungkinan terlalu mepet bahkan menempel dng cover plastik Spacy.
    .
    Finally, tergantung budget pengguna, jika banyak money ya ganti kedua ban depan belakangnya dengan spec yg lebih tinggi dan merk yg berkualitas, tapi jika budget mepet dan sejak awal motor baru dibeli, ya ban belakang jadi ban depan dan ban belakang beli ukuran minimal 100/80-14 atau 110/80-14 atau 120/80-14.
    Diusahakan beli merk lain seperti Michelin, Swallow, Zeneos / IRC (Gajah Tunggal), Corsa, dll. Sebisa mungkin hindari merk asli bawaan motor yg terkenal di beberapa forum sebagai ban tahu (akibat mudah tertusuk paku bahkan hanya paku payung dan mudah habis kembang bannya, hihihi)
    .
    thanx 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *