KNCI: Jajal Sirkuit Kenjeran Surabaya

_DSC0438

Kembali Bro Wahid dari Kawasaki Ninja Club Indonesia (KNCI) berbagi cerita tentang perjalanan rombongan KNC Indonesia Team 3 Explore Sulawesi yang berada di sekitar Jawa Timur. Menariknya selama mereka menunggu waktu penyebrangan dengan kapal laut ke Makassar, merek sempat menjajal trek balap Sirkuit Kenjeran Surabaya yang sering dipakai balapan. Nih.. cerita lengkapnya.

Setelah 1 hari 1 malam, KNC Indonesia Team 3 Explore Sulawesi menghabiskan waktu untuk singgah dan beristiharat serta menikmati malam di kota Kudus. Sekitar pukul 4.30 pagi team bersiap meninggalkan kota Kudus dan melanjutkan perjalanan menuju kota Surabaya. Kembali Road Captain team mengambil keputusan untuk memulai perjalanan dipagi hari karena ingin menghindari kemacetan dan padatnya lalu lintas sebuah kota dipagi hari.

Setelah berpamitan dan berdoa bersama team yang di dampingi oleh rekan-rekan dari KNC Kudus bergegas memulai kembali perjalanan meninggalkan kota kudus menuju Surabaya. Etape ini adalah etape dengan jarak yang cukup dekat karena hanya akan melibas jarak sekitar 200an kilometer. Perjalanan team sedikit santai karena kami tidak mengejar apa-apa.

Kapal yang akan membawa kami menuju Makasar pun baru akan berangkat ke esokan pagi harinya. Selepas dari kota Kudus kami singgah sebentar di beberapa region di Kota Pati dan Rembang untuk bersilaturahmi dan mempererat tali silahturahmi dikota-kota tersebut. Beberapa regional KNCI di wilayah Jawa Timur memang sedang berkembang pesat dengan lahirnya beberapa regional baru di kota-kota di sekitar Jawa Timur.

Sekitar jam 7.30 pagi kami tiba diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, team pun berhenti sejenak untuk sedikit beristirahat dan menghisap sebatang rokok sambil membuat dokumentasi di tugu selamat datang propinsi Jatim. Setelah sekitar hampir satu jam kami bersantai-santai diperbatasan, road captain pun mengomandokan team untuk prepare melanjutkan perjalanan karena KNC Surabaya sudah menunggu di batas kota.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota Tuban, Gresik dan Surabaya. Laju perjalanan team masih cukup santai ninja-ninja kami hanya dipacu sekitar 80-90 KM/Jam. Tak lama kami ridding, tugu selamat datang kota Tuban pun sudah terlihat, tadinya tersirat untuk berhenti sejenak di jalur utama kota Tuban di pesisir pantai itu, namun karena situasi tidak memungkinkan kami pun hanya melintasi saja lalu mengarah ke kota Lamongan.

Road captain memilih jalur untuk masuk kota Lamongan dibanding mengikuti jalur pesisir pantura yang kondisi kontur jalannya biasanya hancur karena banyak di lewati truk-truk besar yang menuju pelabuhan Tanjung Perak. Setelah rombongan team berbelok kekanan ke arah Lamongan, mendadk road captain dari kejauhan terlihat mengepalkan tangan yang menandakan team akan berhenti, ke sebuah rumah makan khas Jawa Timur. “Rupanya captain bisa lapar juga” celoteh salah satu anggota team sambil berkelakar bersama anggota team yang lain.

Team kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Rasa kantuk mulai sedikit menghampiri karena sebagian besar dari team memang begadang di Kudus hingga kami, kecepatan laju motor team pun sedikit dinaikan. Sekitar 2 jam dari Lamongan kami pun sudah di tiba di kota Gresik dan mengarah ke Surabaya. Di gapura batas kota Gresik kamipun di sambut dan ditunggu oleh anggota-anggota Regional KNC Surabaya tepatnya di perbatasan kota Gresik.

Setelah saling menyapa sebentar kami diarahkan langsung menuju Juanda Surabaya untuk langsung menuju rumah salah satu anggota KNC Surabaya tempat kami akan beristirahat sambil menunggu jadwal kapal yang akan tiba esok hari. Satu malam pun dihabiskan team di Kota Pahlawan sementara beberapa anggota melakukan bongkar motor untuk pengecekan ulang, ada juga yang berwisata kuliner malam Surabaya dan yang lainnya hanya tidur bermalas-malasan.

Pada esok paginya team bersiap menuju pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan perjalanan laut menuju Makasar di Sulawesi Selatan, karena jadwal kapal yang kami diterima adalah jam 8 pagi dimana kapal akan berlayar. Maka kami pun bergegas menuju pelabuhan Tanjung Perak. Namun sesampainya di pelabuhan sebuah kekecewaan besar yang kami terima, jangankan untuk berlayar bahkan kapal yang akan membawa kami ke Makasar pun belum tiba.

Hampir 2 jam kami menunggu info lebih lanjut perihal keberangkatan kapal, karena hari semakin panas dan udara pelabuhan yang membuat dada sesak karena debu dari lalu lalang truk-truk besar. Akhirnya salah satu anggota KNC Surabaya mengajak kami menghabiskan waktu di Sirkuit Kenjeran Surabaya. “Bang gimana kalo kita ke Kenjeran dulu sambil nunggu kapal dan bisa sekalian test ban,” ujar Bro Firman KNC Surabaya seraya memberikan sebuah solusi bagus tuk menghapuskan kejenuhan kami dipelabuhan.

_DSC0401

Cuaca cukup terik dan sangat panas akhirnya kami sudah tiba di Kenjeran. Sebagian team langsung diajak kesalah satu sudut sirkuit untuk beristirahat dan sisa team lainnya prepare melepas barang-barang yang menempel dimotor, dan bersiap menjajal sirkuit untuk pertama kalinya. Bentuk sirkuit sebenarnya tidak terlalu cocok untuk kelas motor kami yang berlatar belakang sport 150cc ataupun 250cc, dan sebagian besar dari motor-motor tim pun sudah mengganti gir dengan rasio perbandingan yang lebih berat dibanding standartnya.

Ini hanya dilakukan sebatas hanya untuk mengisi waktu luang sambil menunggu kapal dan melakukan test beberapa jenis dan merk ban yang kami pakai. Lagian acara Kenjeran ini memang diluar scedule team ekspedisi yang jelas prioritas perjalanan adalah touring eksplorasi Pulau Sulawesi, namun demikian hal ini cukup menghibur dan mengisi waktu luang kami di Surabaya.

Bro Rian dan Bro dante dari KNC Bandung langsung memulai menjajal aspal Sirkuit Kenjeran, mereka berdua menggunaka ban yang sama yaitu MICHELIN Pilot Street Bias dengan ukuran yang berbeda, lalu disusul oleh Bro Diki Bejo KNC Jakarta dengan ban Battlax S20, Bro Putra KNC Cianjur dengan Ban Battlax 090, Bro Ichal KNC Cibinong dengan Ban Battlax 45F dan Bro Gandhi KNC Jakarta dengan ban FDR XR Soft Compound.

Mereka bergantian menjajal aspal Kenjeran Surabaya yang siang itu terasa cukup panas. Setelah melibas 3 lap Bro rian masuk ke dalam tenda, “Tekanan angin ban kekerasan musti dikurangin dulu,” ujar Bro Rian kepada road captain yang saat itu hanya memantau anggota team ekspedisi yang sedang terlihat asyik meliuk-liuk di tikungan Sirkuit Kenjeran.

_DSC0323

Tak lama berselang Bro Dante dan yang lainnya pun mengikuti langkah mengurangi tekanan angin ban, karena cuaca cukup panas tekanan angin pada ban-ban mereka memang harus dikurangi karena tekanan awal tidak diperuntukan untuk di trak sirkuit. Bro Diki dan Bro Putra terus memutari sirkuit, kedua jenis ban yang mereka pakai memang sebenarnya diperuntukan untuk trak seperti ini.

“Keluar masuk tikungan gampang banget, ban ngerip abis” ucap Bro Diki yang disambut dengan hal yang sama yang dirasakan Bro Putra. “Musti tunggu temperatur ban hangat dulu baru bisa dapat grip yang maksimal,” potong bro Rian dan Dante yang menggunakan Michelin Pilot Street Bias. Mereka memang terlihat merapat ke barisan depan yang rata-rata menggunakan ban Brigestone Battlax setelah menghangatkan ban 1 lap.

Bagi kami performa ban Michelin Pilot Street bias cukup luar biasa karena meski dengan karakteristik spek ban yang berbeda tetapi dapat menghasilkan grip yang bagus apalagi saat ban sudah mencapai titik didih compoundnya. Disela diskusi dan share diantara mereka tiba-tiba Road captain ditemani Bro Firman KNC Surabaya juga turun menjajal aspal sirkuit. Tanpa basa basi mereka terlihat membetot habis motor mereka memaksimalkan tenaga mesin di setiap keluar masuk tikunga.

Bro Wahid KNC Jakarta sebagai Road Captain Team menggunakan Ban Michelin Pilot Street RADIAL terlihat tetap didepan setelah melewati beberapa lap. Raungan mesin dari keduanya terdengar seperti sedang benar-benar balap. Setelah melibas beberapa lap keduanya pun bergabung di pit sirkuit untuk share pengalaman mereka menjajal sirkuit kenjeran dengan ban mereka masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *