Wheel Story Season 5: Melintas Namibia

Perjalanan Mario Iroth di Afrika sudah memasuki hari ke 43-54 dengan jarak tempuh 8163 Km. Berikut ini laporannya yang dikirim ke redaksi MotoBikerz.com:

Namibia menjadi negara ke-4 petualangan Wheel Story season 5. Negara dengan jumlah populasi sekitar 2,4 juta jiwa menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona. Setiba di Windhoek ibu kota Namibia, kami disambut oleh Duta Besar bersama staff di kantor KBRI di Windhoek. Kami juga sempat diwawancara media lokal di Windhoek.

Dan dari sini petualangan Namibia dimulai. Perjalanan pertama kami lewati jalan gravel (C26) mengarah ke Barat Daya, ban motor saya sengaja dikempesin sedikit untuk mendapat traksi dan kontrol motor lebih baik di jalan gravel. kami lewati daerah peternakan di gurun, lama kelamaan jalan gravel menjadi berpasir tebal setelah masuk ke jalan distrik (D1265) kontrol motor menjadi lebih rumit, harus konsentrasi penuh dan jaga keseimbangan.

Disana kami lewati Spreetshoogte Pass sekitar 2005 mdpl dengan pemandangan gurun yang indah namun udara kering dan oksigen yang tipis membuat cepat lelah kalau terlalu banyak bergerak. Dan 220 km kemudian kami tiba di Solitaire, kota kecil yang menarik. Disana tempat stop para tourist dan overlander karena terdapat pom bensin dan restaurant. Setelah makan siang kami lnjut ke Sesriem sekitar 80 km dari Solitaire.

Masih dengan kondisi jalan gravel pintu masuk “Namib Naukluft National Park”. Disanalah Sossuvlei dimana daratan garam dan tanah liat  dikelilingi oleh bukit pasir berwarna merah yang terletak dibagian selatan gurun Namib. Namun sayang sekali motor tidak diijinkan masuk sekitar 40 km menuju Sossuvlei dan kita harus menyewa paket tour bersama mobil 4×4 dan tergolong mahal. Hari sudah sore dan kamipun riding kembali ke Solitaire untuk kamping.

Keesokan paginya angin digurun bertiup kencang namun hari begitu cerah, angun samping bertiup kencang membuat kita harus sedikit miring menjaga keseimbangan motor ditambah jalanan gravel yang kadang berpasir tebal dan kadang bebatuan tajam membuat saya harus ekstra waspada.

Dalam perjalanan menuju Walvis Bay saya berhenti tepat di ‘Tropic of Capricorn’ merupakan garis lintang paling selatan dimana matahari bisa berada di zenith. Banyak turis berhenti untuk mengabadikan moment ini. Dan tak jauh dari sana mengarah ke utara melewati formasi baru yang indah di Kuiseb Pass berasa seperti berasa di planet lain.

Total jarak dari Solitaire hingga Walvis Bay lewat jalur ini (C14) sekitar 230 km gravel namun 100 km terakhir menjadi sangat bosan yang terlihat hanya padang pasir berwarna putih yang silau terkena paparan sinar matahari bikin mata cepat capek ditambah fatamorgana membuat kita lebih ekstra hati-hati sesekali motor oleng karena roda menghantam gundukan pasir dan korugasi yang tak pernah habis, belum lagi ketika disalib atau berpapasan dengan mobil membuat pandangan terhalang karena debu tebal berterbangan dan sesekali saya harus berhenti sampai pandangan kembali bersih dan lanjut gas.

Hingga di Walvis Bay hari sudah sore, melihat pasang pasir berwarna emas terkena sinar matahari sore memang menjadi daya tarik tersendiri. Saya gas terus hingga Swakopmund karena kebetulan penginapan yang kami book ada disana. Kota ini sepi namun udara sangat dingin dan berkabut. Sebelum matahari terbenam motor sudah saya parkir di garasi dan menutup setiap cela diruangan karena angin dingin yang menusuk.

Hari berikutnya kami mengunjungi Cape Cross sekitar 140 km utara Swakopmund. Uniknya melewati jalan garam yang padat serasa jalan aspal padahal berasa di gurun dengan pemandangan laut Atlantic sepanjang jalur Skeleton Coast. Di Cape Cross terdapat koloni anjing laut. Kita bisa berdiri sangat dekat dengan mereka walaupun bau amis dari badan anjing laut ini bikin gak tahan. Sekitar 1 jam berada disana kami pun kembali ke Swakopmund.

Dan perjalanan sebelum kembali ke Windhoek melewati jalan raya (B2) kami mampir dan memutuskan kemping di Spitzkoppe dimana terdapat gunung batu berusia 120 juta tahun ditengah gurun dengan pemandangan spektakuler membuat betah berasa disini. Malam hari kita bisa menikmati Milkyway karena  langit di Namibia tergolong bersih tanpa polusi. Namibia memang surganya para adventurer sejati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *