Wheel Story Season 5: Uganda

Kembali Petualang Mario Iroth “Wheel Story Season 5” mengabarkan keberadaannya di Benua Afrika dimana ia sudah melakukan pejalanan hari ke 123-128 dengan jarak 17.636 dan lokasi yang diceritakan pada artikel ini pada saat ia berada di Uganda. Ini dia petikan ceritanya:

Kami masuk Uganda dari border Cyanika, border kecil sebelah selatan Uganda. Proses gampang dan tidak rumit. Namun kami sudah memegang ‘East Africa visa’ yang mencakup negara Rwanda – Uganda – Kenya dalam satu visa, selanjutnya mengurus Temporary Import Permit di custom dan terakhir melaporkan diri ke polisi. Posisi riding kembali di sebelah kiri yang sebelumnya sebelah kanan sewaktu di Rwanda.

Uganda juga dikenal sebagai ‘the pearl of Africa’. Hari pertama kami menginap di kota Kabale. Jalur menuju Kabale memang memanjakan mata, jalur berkelok serta melewati puluhan pegunungan dan ladang pertanian berada di ketinggian 2000 mdpl dengan udara sejuk memang asik.

Kebanyakan sepeda motor di Uganda difungsikan sebagai ojek atau ‘boda-boda’ sebutan sini. Cara mereka mengendarai motor memang ekstrim maka kita perlu waspada dan jaga jarak aman, belum lagi banyak check point kepolisian namun untunglah polisi disini tidak tertarik dengan motor jadinya kita tidak pernah distop.

Kami melewati garis Khatulistiwa sekitar 80 km sebelum Kampala ibu kota Uganda. Di Uganda kami disambut Harits seorang pemuda asal Magelang yang bekerja di Uganda dan kebetulan juga Harits senang motoran. Ini merupakan moment langkah bisa jumpa orang Indonesia di Uganda. Harits mengajak kami kuliner tradisional Uganda sambil berbagi pengalaman dan cerita perjalanan touring kami.

Pagi harinya di kampala disambut macet dan semrawut kota ini. Kami menuju arah timur, dan memang butuh perjuangan untuk keluar dari Kampala. Sekitar 1,5 jam riding, kami tiba di Jinja, kota paling selatan di Uganda ini merupakan sumber mata air dari sungai Nil dan disini juga terdapat patung monumen Mahatma Gandhi, yang pada tahun 1948 sebagian abu dari Mahatma Gandhi ditabur di sungai Nil. Dan dari sini petualangan kami lanjutkan ke Kenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *