Wheel Story Season 5: Kembali Ke Paris

Perjalanan Wheel Story 5 yang dilakukan Mario Iroth kini tiba di Perancis. Dan untuk kedua kalinya Mario menghampiri ‘Kota Mode’ dunia yakni Paris dengan menggunakan sepeda motor. Mario pun menceritakan perjalanannya yang telah menempuh jarak total 28.990 kilometer pada hari yang ke-262 selama di Perancis. Berikut adalah kisah yang ditulis Mario Iroth secara khusus kepada Motobikerz.

SENA CAMERA

Setelah kami mengurus dan memperoleh visa Schengen di Kedutaan Belanda di London, kami pun langsung gas mengarah ke Dover, Inggris untuk menyeberang ke Calais, Perancis dengan kapal ferry. Cuacanya cerah kami menikmati pemandangan yang keren di selat Inggris dan lebih baik daripada menggunakan kereta melalui terowongan bawah laut.

Sewaktu turun dari kapal Ferry, saya riding mengikuti arah keluar dan tiba-tiba sudah tiba di kota Calais. kami bersama motor lainnya yang dari Inggris kebingungan karena ada yang kurang. Ya tidak terlihat adalah pos pemeriksaan paspor. Saya pun memutuskan harus riding balik ke pelabuhan sedangkan mereka tidak masalah karena akan kembali ke Inggris nantinya, sedangkan kami akan exit dari Eropa Timur kedepannya. Dan sewaktu melaporkan balik di pos polisi akhirnya paspor kami di stamp masuk dengan pelayanan yang ramah dari polisi pelabuhan. Dan sayapun langsung gas mengarah ke Paris yang masih berjarak sekitar 300 km, melewati daerah perkebunan dan pedesaan yang indah disambut cuaca cerah yang sejuk dan bunga warna-warni di sekeliling menandakan musim panas telah tiba.

Di Paris kami reunian dengan kawan lama Dave & Ghislaine yang pernah jumpa di tahun 2015 lalu dimana sewaktu kami sepakat untuk riding bareng melintasi Myanmar hingga Nepal & India. Waktu itu Dave & Ghislaine melakukan perjalanan dari Sydney ke London, sungguh luar biasa kami bisa jumpa kembali dengan mereka di Paris. Di hari berikutnya, tibalah saya untuk kembali menginjakkan kami di depan Menara Eiffel, dimana pernah menjadi garis finish petualangan Wheel Story 3 tahun 2015 lalu.

Riding di kota Paris, kembali membuka memory saya ketika berkendara disini beberapa waktu lalu. Riding di antara mobil dalam kemacetan kota hingga melewati terowongan dan ke arah Menara Eiffel dan Arc de Triomphe du Carrousel yang berlokasi di depan Museum Louvre.Paris sangat indah dengan bangunan tua bergaya Eropa, pertokoan megah, serta cafe dan restoran yang pernah saya datangi.

Kota ini hangat dan bersahabat, belum lagi mendengar orang berbicara bahasa Prancis yang seksi hingga sapaan biker lain yang berpapasan dengan khasnya (menjulurkan kaki kalau nyalip dan tangan menjulur dengan 2 jari terbuka) sebagai tanda ‘Hello!’ ke biker lainnya tanpa memandang jenis motor, ini keren sekali! Namun saya tidak bisa berlama-lama di kota Paris, saatnya menyusuri pedesaan dan pemandangan alam Perancis.

Kami pun riding ke arah utara, melewati daerah perkebunan yang luas dengan jalanan sepi dan asri hingga jalanan desa yang sempit dan dikelilingi bangunan tua. Speed limit harus 50 km/jam bahkan 30km/jam kalau dekat daerah pusat kota kecil dan juga daerah sekolah. Jalanan desa ini membawa kami hingga kota Reims yang indah dan sebelum sunset kami sudah bersantai membuka tenda di di campsite di desa Val-de-vesle yang dikelilingi pepohonan hijau dan perkebunan yang indah juga sungai yang menambah suasana makin betah hanya beberapa meter depan tenda kami. Kami pun duduk minum teh menikmati suasana desa hingga matahari terbenam sekitar jam 10 malam ketika musim panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *