Bro Gunadi, Solo Ride To Himalaya 15.000 Km

Sejalan dengan semangat hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 tahun, banyak ragam untuk mengisi kemerdekaan seperti yang akan dilakukan oleh Gunadi dengan Ekspedisi Solo Riding menuju puncak Himalaya mengendarai  sepeda motor karya anak bangsa yaitu Viar Vortex bermesin 250cc.

Prosesi pelepasan keberangkatan pada hari Minggu, 26 Agustus 2018 bertempat di kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta dengan dihadiri oleh Perwakilan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Polri, BMKG, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Kedutaan Besar Malaysia, Kedutaan Besar Thailand, Kedutaan Besar Myanmar, Kedutaan Besar Nepal, Kedutaan Besar India, Sekjen ASEAN, Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Perhubungan Darat, dan Direktur Marketing PT Triangle Motorindo, Sutjipto Atmodjo.

Gunadi yang merupakan pendiri komunitas FreeRiders akan melakukan perjalanan antar Negara dengan menempuh jarak 15.000 kilometer selama 70 hari yang direncanakan akan tiba di Himalaya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2018.

Mengusung tema aksi keselamatan jalan, pelestarian lingkungan hidup dan persahabatan antar bangsa Gunadi memaparkan bahwa tujuan perjalanan lintas negara ini untuk memperkenalkan keberagaman adat dan budaya masyarakat Indonesia.

“Selain memperkenalkan adat, budaya dan keberagaman masyarakat Indonesia, saya juga akan menunjukkan sepeda motor  Viar Vortex  sebagai produk karya anak bangsa kepada dunia, ” ujar Gunadi.

Perjalan seorang diri menuju Himalaya ini  dengan rute keberangkatan dari Jakarta  menuju Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera dilanjutkan menyeberang menuju Pelabuhan Klang Malaysia diteruskan melintasi kota  Kuala Lumpur  hingga menembus negara Thailand – Myanmar – Nepal dan India.  Dari kota New Delhi perjalan menuju Himalaya melalui rute Candigarh – Srinagar – Leh – Khardungla Pass – Pangong Lake – Manali – Dangerous Road  dan kembali ke  New Delhi.

“Perjalanan yang dilewati beragam medan mulai dari lintasan jalan dengan aspal mulus, bebatuan, pasir, merambah hutan dan pegunungan, hingga salju dengan cuaca ekstrim di bawah minus 10 derajat celcius diwailayah pegunungan Himalaya,” papar Gunadi.

Direktur Marketing PT. Triangle Motorindo, Sutjipto Atmodjo mengungkapkan bahwa menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi PT Triangle Motorindo sebagai produsen sepeda motor Viar Vortex  yang telah dipercaya oleh putra bangsa, Gunadi untuk mengarungi perjalanan dari  Jakarta – Himalaya dengan misi memperkenalkan Indonesia di mata dunia sekaligus untuk membuktikan ketangguhan Viar Vortex  digunakan untuk melintasi beragam medan dan cuaca.

“Terima kasih kami sampaikan kepada sdr Gunadi atas kepercayaannya memilih Viar Vortex dalam perjalanan menuju Himalaya. Tetap utamakan keselamatan di jalan dan berjalan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan dan sukses menunaikan perjalanan bersejarah menuju Himalaya,” tutur Deden.

Sekilas Tentang Vortex 250

Viar Vortex 250 merupakan sepeda motor bergenre dual purpose yang didesain untuk penggunaan di beragam kondisi jalan. Menggunakan mesin satu silinder berkubikasi 249,6cc 4 valve SOHC berpendingin cairan sanggup menghasilkan tenaga 18,5Kw pada 9.000Rpm dengan torsi  sebesar 22,5Nm pada 7.000Rpm. Sistem suspensi depan Viar Vortex 250 menggunakan jenis Upside Down sedangkan pada bagian belakang menerapkan suspensi model Monoshock unitrack untuk memberikan kenyamanan berkendara.

Sebagai kendaran dual purpose, Viar Vortex 250 dilengkapi dengan  fitur multi fungsi untuk menunjang kemudahan berkatifitas seperti perpaduan model digital dan analog pada panel speedometer, soket USB dan GPS. Lampu utama menggunakan LED dilengkapi dengan projector, begitu juga dengan lampu sein dan lampu stop sudah mengaplikasikan lampu LED. Pengereman sudah mengaplikasikan rem tipe cakram pada kedua bagian roda sehingga memberikan keamanan menjadi lebih baik.

Viar Vortex dipasarkan dengan harga Rp 51.500.000 dilengkapi dengan garansi mesin selama 3 (tiga) tahun. Pada paket penjulalan Viar Vortex 250 sudah dilengkapi dengan bok samping (side box) dan box atas (top box) sehingga semakin memberikan kemudahan bagi pengendara untuk membawa barang dalam jumlah lebih banyak.

2 thoughts on “Bro Gunadi, Solo Ride To Himalaya 15.000 Km

  1. Sukses untuk bro Gunadi, semoga aman di perjalanan dan tiba di tujuan dengan selamat.

  2. berapa harga jual dipasaran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *