Jakarta – London: melintas Thailand dan Myanmar pakai kendaraan asal Indonesia

Ajang Solo Ride Adventure Jakarta – London 30.000 Km yang dimulai dari Jakarta tanggal 25 Maret 2018  finish di London, Inggris pada 17 Agustus 2018 mengisahkan banyak cerita dan pengalaman. Rider Stephen Langitan telah berkendara seorang diri akhirnya sukses melewati 2 benua, Asia dan Eropa sekaligus melewati 22 negara.

Pada prinsipnya Stephen Langitan sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak lama, sedikitnya 6 bulan sebelum tanggal start, dimulai dari segi administrasi, dokumentasi, keuangan, dan mengumpulkan berbagai informasi tentang rute yang akan dilewati, sekaligus syarat-syarat apa saja yang diperlukan.

Artikel ini hanya membahas sebagian kecil dari pengalaman tersebut, yaitu ketika Stephen Langitan melintas negara Thailand dan Myanmar menggunakan sepeda motor asal Indonesia, pasalnya rutenya adalah harus melewati kedua negara tersebut yang sering dianggap susah, dan inipun sering ditanyakan oleh banyak para travelers, bikers, maupun overlander di seluruh dunia. Bagaimana caranya bisa lewat Thailand tanpa menggunakan jasa agent?

Perlu diketahui bahwa syarat utama untuk kemudahan Lintas Negara adalah membawa dokumen Paspor dan CARNET. Apakah itu doukment Carnet, mohon baca artikel ini: “CARNET, syarat utama dokumen turing lintas negara” http://motobikerz.com/archives/20327

Thailand

Negara ini memiliki peraturan baru yang sangat memberatkkan bagi mereka yang membawa kendaraan sendiri (kecuali bagi warga Malaysia, Singapore dan Laos mereka tidak perlu mengikuti peraturan baru Thailand). Sebagai referensi silahkan baca peraturan terbaru dari Department Land of Transportation Thailand (DLT Thailand).

Jika mau mengikuti peraturan tersebut setidaknya masbro sebagai warga negara Indonesia yang mau lewat Thailand dari arah Malaysia harus memiliki kontak/agent dari negara Thailand yang mungkin akan membantu. Dalam hal ini Solo Ride Stephen Langitan pernah mendapatkan sebuah penawaran dari Agent Thailand sebagaimana dapat dibaca pada dokumen ini.

Namun pada saat Solo Rider Stephen Langitan masuk negara Thailand, tidak mengikuti peraturan DLT tersebut diatas maupun tidak menggunakan jasa agent masalahnya sangat ribet dan membutuhkan biaya besar. Beruntung Stephen Langitan bisa masuk negara Thailand melalui pintu belakang, bukan gerbang utama.

Ibarat sebuat rumah, pastinya setiap rumah memiliki gerbang utama tetapi juga punya pintu kecil, pintu belakang, atau pintu darurat. Jika melewati pintu gerbang akan banyak peraturan, tetapi jika lewat pintu belakang maka peraturan tidak terlalu ketat seperti di pintu gerbang.

Seperti itulah negara Thailand, tips bagi bikers asal Indonesia yang ingin masuk negara Thailand jangan lewat jalan utama, yaitu gerbang utama perbatasan Bukit Kayu Hitam Kedah Malaysia – Sadao Thailand. Masbro pastinya diminta harus mengikuti peraturan DLT tersebut, jadi urusannya bakal ribet.

Dari pada buang waktu di border point Bukit Kayu Hitam – Sadao, maka disarankan agar masbro masuk lewat border post yang lain, antara lain post Wang Kelian, Padang Besar, Kota Putra (Durian Burung), Bukit Berapit, Pengkalan Hulu, Bukit Bunga, Rantau Panjang, Betong, Buketa, ataupun Sungai Kolok.Tinggal pilih satu sesuai dengan rencana rute yang akan dilewati.

Pengalaman Stephen Langitan pada bulan April 2018 adalah melewati boder post Betong Thailand. Bagaimana urusannya disana? Sederhana saja, setelah urusan paspor/imigrasi Thailand selesai, kemudian motor diarahkan ke gedung custom/pabean Betong Thailand, dan disini biker hanya menunjukkan dokumen Carnet, dan STNK. Itu saja. Pada lembar Carnet, isian yang diperlukan pada bagian Importation, dan ini sudah sah sebagai dokumen Import Declaration.

Ada dokumen sementara yang diberikan oleh petugas Custom Thailand, yaitu Simplified Custom Declaration dan Information of Conveyance (lembar TM2). Kedua dokumen ini nantinya akan diminta lagi alias dikembalikan pada saat keluar/exit Thailand. Jadi jangan sampai hilang atau rusak kena air.

Pada saat itu Stephen Langitan keluar/exit Thailand melalui border Maesot untuk selanjutnya masuk negara Myanmar. Setelah urusan cap paspor exit Thailand selesai, maka urusan berikutnya adalah cap dokumen Carnet sekaligus mengembalikan dokumen Simplified Custom Declaration dan TM2. Halaman Carnet yang harus dicap pihak custom Thailand adalah pada bagian Exportation, dan dokumen ini menjadi sah sebagai Export Declaration.

Myanmar

Bagaimana melintas Myanmar? Sebenarnya untuk urusannya sama saja, membawa paspor dan Carnet. Tetapi masbro asal Indonesia wajib sebelumnya sudah membuat janji dengan agent negara Myanmar. Pasalnya masuk negara Myanmar, masbro sama sekali tidak boleh jalan sendirian, dan harus dikawal dengan tour agent.

Dari pengalaman Solo Ride Adventure Stephen Langitan, saat masuk Myanmar sudah membuat janji 4 (empat) bulan sebelumnya. Masalahnya bila jalan sendirian lewat Myanmar bakal sangat mahal harus membayar ongkos Tour Agent, dan mau tidak mau Stephen Langitan harus mencari teman, bikin grup riding, dan bayar secara patungan.

Bagaimana mencari teman/grup riding untuk melewati Myanmar, yaitu minta bantuan Tour Agent Zawmin (Instagram @zawmin.tun615) atau mencari lewat forum Horizon Unlimited search Travelers seeking Travelers dan cari saja negara Myanmar. Paket tour yang ditawarkan Zawmin adalah menginap di hotel, mengunjungi lokasi wisata, perjalanan 7 hari di Myanmar, dengan ongkos USD 750 per orang (lumayan mahal dengan jumlah 4 orang).

Mudah-mudahan masbro bisa mendapatkan grup dengan jumlah orang yang lebih banyak setidaknya lebih dari 5 – 6 orang, maka bayar patungannya akan bakal jauh lebih murah. Untuk pembayaran, harus melakukan pembayaran uang muka (DP) sebesar 20% dengan cara transfer, dan sisanya bayar tunai saat bertemu Tour Agent Zawmin di perbatasan.

Oh ya, Myanmar termasuk anggota negara ASEAN dan seharusnya bebas visa. Tetapi dari pengalaman Solo Ride Adventure Stephen Langitan, harus membeli VISA secara online seharga USD 50. Informasi selengkapnya tentang permohonan Visa Tourist Myanmar silahkan klik ini.

Sebagai catatan:

Peraturan bisa saja berubah setiap waktu, jadi artikel ini tidak bisa menjadi referensi/patokan untuk waktu tertentu. Bagi bikers asal Indonesia khususnya menggunakan kendaraan dari Indonesia (bukan sewa motor di Malaysia), harap masbro senantiasa mencari informasi terbaru yang mungkin sudah ada perubahan. Termasuk harga penawaran, biaya tour agent, dan biaya visa Myanmar. Harap maklum.

Ok bro.. begtu saja. Kalau ada pertanyaan silahkan tulis dibagian komen. Sebagai referensi simak video perjalanan Solo Ride Adventure Stephen Langitan berikut ini:

One thought on “Jakarta – London: melintas Thailand dan Myanmar pakai kendaraan asal Indonesia

  1. Badiek luh dewa says:

    Jika masuk melewati gerbng blakang udah pasti masuk om kalo dengan menbawa dokumen paspor,visa,stnk ?
    Om punya kenalan agent yang d thailand ? Biar bisa mencari informasi terbaru ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *