IMUD Exploride 2018 – Jelajah Lombok & Bromo

Dalam rangka mereayakan satu dekade berdirinya Independent Motorcycle United (IMUD) Balikapan, para biker IMUD melakukan turing bertajuk “IMUD Exploride 2018 – Jelajah Lombok & Bromo”. Kegiatan yang telah berlangsung pada 12 Agustus – 17 Agustus bulan lalu ini diikuti oleh tim yang terdiri dari 7 bikers yang menggunakan motor 250cc – 800cc lansiran Kawasaki & Suzuki. Berikut adalah kisahnya yang ditulis oleh bro Agus Widodo (salah satu peserta kepada kami.

Perjalanan berangkat pada 11 Agustus dari Bandara Sultan Aji Mahmud Sepinggan Balikpapan ke Surabaya. Sebelumnya semua tunggangan telah dikirim via kapal laut ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara Bro Bagus dan istrinua berangkat terpisah dari Jogja mengendarai Kawasaki W800.

Minggu pagi 12 Agustus, cuaca cerah semua biker telah bersiap-siap untuk menuju destinasi pertama yaitu Bali. Start dari Pasuruan, melewati Paiton dan kawasan hutan Baluran hingga waktu makan siang di Ketapang, Banyuwangi. Menyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk memakan waktu sekitar satu jam.

Ombak bulan Agustus ini lumayan besar. Untuk keamanan, semua motor IMUDer yang lumayan bongsor diikat dengan tali ke dinding kapal. Menjelang sore, dari Gilimanuk langsung gas menuju Denpasar melalui sisi Selatan. Walaupun jarak lebih pendek dari jalur Utara, tetapi lalu lintas cukup padat dengan kendaraan besar.

Keesokan hari, Selasa 13 Agustus perjalanan dilanjutkan ke Lombok melalui penyebrangan Padang Bai. Jalur Denpasar ke Padang Bai melalui jalan by-pass sangat mulus dan lancar sehingga para Imuder dengan leluasa menarik gas hingga diatas 100km/jam. Penyebrangan Padang Bai-Lembar, Lombok memakan waktu sekitar 4 jam lumayan melelahkan apalagi ditambah dengan ombak yang cukup besar. Hingga matahari tenggelam di ufuk barat, kapal belum merapat ke pelabuhan.

Waktu yang singkat dan juga suasana Lombok yang sedang berduka akibat gempa 7 skala richter, tidak memungkinkan IMUD untuk mengeksplore seluruh keindahan alam Lombok. Walaupun begitu IMUD sempat menyambangi desa adat Sasak Sade, pantai Kuta Mandalika, pantai Tanjung Aan dan taman pohon purba Sambelia di Lombok Timur.

Sepanjang perjalanan terlihat banyak tenda-tenda didirikan untuk tidur warga sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan. Pray for Lombok. 15 Agustus pagi tim kembali ke Bali.

Pagi hari 16 Agustus, tim minus Kawasaki W800 bergegas menembus kemacetan kota Denpasar menuju Gilimanuk untuk menyebrang ke Banyuwangi, kemudian Lumajang dilanjutkan hingga ke Jember. Keesokan hari, 17 Agustus lanjut menuju Probolinggo untuk merayakan momen Kemerdekaan RI di lautan pasir gunung Bromo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *