Wheel Story 5: Indahnya ‘Land Of Eternal Blue Sky’ Mongolia

Perjalanan Mario Iroth dalam ‘Wheel Story 5’ pasca melewati Ukraina dan Rusia untuk mengurus berbagai perlengkapan dokumen perjalanan, kini Mario tiba di “Land Of Eternal Blue Sky” yakni Monogolia pada hari ke-353 (41.648 KM). Dan ini kisahnya.

Masuk ke Mongolia dengan kendaraan asing tidaklah sulit. Setelah melapor ke Custom dan motor dicek lalu mereka akan memasukan data motor ke dalam system computer dan mengambil voucher Carnet lalu stamp dan langkah terakhir beli asuransi sebelum keluar area perbatasan dan langsung gas. Proses ini hanya memakan waktu sekitar 1 jam termasuk proses imigrasi. Saya masuk dari Altanbulag border di bagian utara.

Hari itu saya riding mengarah ke Ulan Bator namun hari keburu sore dan sepanjang mata memandang hanya padang rumput dan pegunungan berlatar langit biru yang indah tanpa polusi. Terlihat kawanan sapi dan domba. Angin bertiup semakin dingin sudah memasuki musim gugur temperature sekitar 9°C sore itu, sekitar 100 Km sebelum Ulan Bator saya memutuskan untuk ‘wild camping’. Saya keluar dari jalan raya mengikuti jalur offroad sekitar 800 meter nampak ada 2 rumah tradisional ‘Ger’.

Saya meminta izin agar bisa berkemah sebelah Ger dan mereka pun menyambut dengan hangat. Ini pengalaman pertama saya berbaur dengan warga lokal di Mongolia. Saya melihat bagaimana mereka menggembalakan ternak mereka (sapi dan domba) sambil berkuda dan dibantu anjing besar berbulu tebal. Sore itu menjadi pengalaman berharga melihat kehidupan orang Mongolia dengan latar belakang alam yang indah.

Langit sangat indah di Mongolia bagai melihat lukisan. Sekitar 250 hari setiap tahun di Mongolia akan selalu cerah dengan langit biru yang indah hingga Mongolia sendiri dijuluki ‘Land of the Blue Sky’ walau Ulan Bator sebagai ibu kota negara dengan rata-rata suhu terendah di dunia. Bayangkan saja kalau musim dingin bisa sampai -30°C. Ketika tiba di Ulan Bator cuaca berubah, salju turun selama 2 hari hingga menumpuk di motor saya sekitar 10 cm dengan temperature -8°C ini. Di Ulan Bator sendiri kami membuat transit visa Russia untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Vladivostok.

Ketika cuaca kembali cerah dan kembali hangat, saya riding ke arak timur sekitar 55 Km dari Ulan Bator, saya mengunjungi the Genghis Khan Equestrian Statue,Melihat dari dekat golden eagle, hingga merasakan sensasi berkendara di jalur offroad dengan latar belakang pegunungan di Gorkhi Terelj National Park. Sebelum matahari terbenam, saya kembali riding ke Ulan Bator disambut kemacetan parah. Saya sangat puas menikmati keindahan yang ditawarkan negri ini. Suatu hari saya akan kembali menjelajah Mongolia dan ingin merasakan berkendara di gurun Gobi dimana bagian barat yang saya tidak kunjungi kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *