Duet TVS Rockz-Sri Lestari Bahagiakan Kaum Penderita Paraplegia

perjalanan di medan

Rasa haru tak tertahankan, saat Sri Lestari dan TVS Rockz-nya menginjakkan kaki di Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2014, menandai akhir dari perjalanan penuh inspirasi “Turing Lintas Sumatra” (Banda Aceh – Jakarta) 2014, melewati 26 kota.

Keberhasilan Sri Lestari ini menjadi amat istimewa, lantaran ia seorang penderita paraplegia. Ya, dengan segala keterbatasannya, siapa yang mengira Sri Lestari bakal mulus sampai di Jakarta?

Paraplegia merupakan penurunan motorik atau fungsi sensorik dari gerak tubuh, biasanya disebabkan oleh kecelakaan yang menyebabkan cedera sumsum tulang belakang atau bisa juga bawaan sejak lahir.

Orang dengan paraplegia lazimnya mengalami kelumpuhan pada kedua tungkai kaki dan mati rasa pada bagian perut hingga ujung kaki.

unnamed (3)

Namun Sri Lestari, didukung komunitas roda dua lokal dan jaringan Sales & Service TVS Motor Company Indonsia (TMCI) di sepanjang Sumatra, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk melakukan hal-hal luar biasa (yang bahkan tak terpikirkan oleh orang tanpa keterbatasan).

Di setiap kota yang dikunjungi, duet Sri Lestari dan TVS Rockz-nya dengan penuh percaya diri bertandang ke sekolah-sekolah dan komunitas difabel, menginspirasi dan memompa motivasi mereka untuk tetap bersemangat, berprestasi, dan memelihara mimpi.

Suksesnya turing Sri Lestari sekaligus menjadi bukti ketangguhan, kekuatan, dan keiritan motor besutan TVS, Rockz, yang telah teruji sepanjang perjalanan Tur Lintas Sumatra 2014 ini. Tim TVS bekerja dengan sangat sigap mendukung Sri. Di Medan misalnya, Tim TVS memberikan layanan home service dengan melakukan kunjungan ke tempat Sri menginap untuk menservis motor yang digunakannya.

Di Palembang, pada saat Sri Lestari baru saja tiba di kota tersebut, dia langsung menuju bengkel TVS yang berlokasi di dealer TVS di jalan Kolonel Burlian.

Ditemani komunitas motor yang dengan meriah menyambutnya, Tim TVS memberikan servis tidak hanya untuk motor yang digunakan Sri Lestari, tapi juga motor-motor yang digunakan oleh anggota komunitas motor yang mengelu-elukan Sri Lestari.

Sementara di dealer TVS Batu Raja, Sri Lestari mampir untuk memeriksa kondisi gigi motornya yang mengalami sedikit masalah.

Tim mekanik TVS lagi-lagi dengan sigap memeriksa kondisi motor Sri Lestari dan memberikan servis yang dibutuhkan. Tunggangan Sri Lestari itu bisa meneruskan perjalanan tanpa masalah.

Puncaknya, di Jakarta, Sri yang berangkat dari Banda Aceh sejak awal September 2014 lalu dijadwalkan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta untuk menyampaikan salam dan pesan para difabel yang ditemuinya di 26 kota. Sekaligus mendorong Pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sama kepada kaum difabel agar bisa berprestasi seperti layaknya orang normal.

Perjuangan Sri Lestari itu sangat sejalan dengan nilai-nilai yang telah lama diusung TMCI, yakni senantiasa menghormati kemanusiaan.

Kali ini dengan mendukung komunitas difabel, sehingga mereka bisa memaksimalkan potensinya dan memotivasi diri, lewat perjuangan Sri Lestari yang luar biasa dan kisah turingnya yang telah menginspirasi banyak orang.

Dalam skala yang lebih besar, apa yang dilakukan Sri Lestari juga senada dengan misi TMCI yang tak hanya memikirkan cara memasarkan produk-produk roda dua terbaik, tapi juga memikirkan cara untuk membantu masyarakat, agar lebih produktif dan berkembang di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan infrastruktur.

One thought on “Duet TVS Rockz-Sri Lestari Bahagiakan Kaum Penderita Paraplegia

  1. semangat didukung motor yg hebat.
    sayang, banyak dealer kurang merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *