MICHELIN gelar program Sekolah Mengemudi bagi siswa SMU terpilih di Jakarta

IMG_8643

Meningkatnya populasi kendaraan bermotor di Indonesia telah mendorong risiko berkendara semakin tinggi. Sementara tingkat kepatuhan masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih sangat rendah. Akibatnya, angka kecelakaan yang menimbulkan kematian dan luka-luka di jalan raya terus meningkat setiap tahun.

Sebagai gambaran, Korlantas Mabes Polri mencatat dari Januari hingga Juni tahun 2014 dari total kecelakaan sebanyak 52 ribu kejadian, yang meninggal 12 ribu jiwa, luka berat sekitar 14 ribu jiwa dan luka ringan sebanyak 58 ribu jiwa.

Diantara sekian banyak korban kecelakaan di Indonesia, sebanyak 20% anak usia dibawah 17 tahun merupakan salah satu korban terbesar. Jumlah tersebut belum termasuk korban luka dan kerugian materi yang jumlahnya jauh lebih besar.

Namun sebaliknya, data terbaru yang dirilis bulan Juli 2014 oleh Korlantas Polri menyebutkan, faktor pelaku pelanggaran lalu lintas terbesar adalah usia 16-30 tahun yang mencapai 3.033 dari total pelanggaran sebanyak 7.597 kasus.

Dan kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kelalaian yang disebabkan pengemudi seprti lelah, lengah, tidak tertib dan lainnya tercatat sebanyak 6.830 kasus.

Sementara data WHO mencatat, di tahun 2011 jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada anak usia dibawah 25 tahun mencapai sekitar 400.000 atau lebih dari 1000 anak usia produktif meninggal di jalan raya.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab untuk meningkatkan kepatuhan tertib berlalu lintas dan mengurangi risiko berkendara di jalan raya, PT Michelin Indonesia (MICHELIN) kembali menggelar kampanye road safety dengan melaksanakan serangkaian kegiatan.

Mulai 11 Oktober – 8 November 2014 ini MICHELIN menggelar kegiatan Sekolah Mengemudi untuk siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) di Jakarta. Sebanyak 200 peserta yang terpilih dari 5 SMU  akan mengikuti pembekalan dan praktik mengenai tata cara mengemudi (driving school) di Taman Lalu Lintas, Cibubur, dan area GOR Ragunan Jakarta.

Kegiatan Driving School ini merupakan salah satu dari rangkaian tiga kegiatan utama dalam kampanye road safety yang digelar MICHELIN  sejak tanggal 3 September 2014 hingga 7 Desember 2014 mendatang.

Sebelumnya MICHELIN telah menggelar program edukasi ke 5 SMU di Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Psikolog. Dari kegiatan edukasi itulah terpilih 200 siswa untuk mengikuti driving school dan selanjutnya ujian untuk mendapatkan SIM.

Komitmen MICHELIN

Country Director MICHELIN Indonesia Jean Charles SIMON mengatakan, sebagai perusahaan produsen ban kelas dunia, MICHELIN memiliki kepedulian yang sangat besar atas tingginya angka kecelakaan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Oleh karena itu, MICHELIN terus berusaha melakukan edukasi dan kampanye road safety secara konsisten dan berkelanjutan di Indonesia.

“MICHELIN sangat prihatin dengan risiko lalu lintas di Indonesia yang begitu tinggi. Karena itu kami akan terus berupaya mewujudkan komitmen MICHELIN dalam hal keamanan berkendara melalui teknologi ban terdepan serta kampanye keselamatan untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan,” kata Jean Charles di Jakarta, Minggu (19/10).

Menurut Jean Charles, kegiatan edukasi ke sekolah merupakan wujud atas komitmen dan konsistensi MICHELIN untuk terus memberikan pemahaman kepada pelajar SMU betapa pentingnya tertib berlalu lintas sebagai faktor utama keselamatan berkendara di jalan raya.

MICHELIN juga berusaha untuk memberikan informasi yang tepat mengenai proses pembuatan SIM agar pelajar tersebut memiliki pengetahuan secara utuh dan menyeluruh. Mulai dari teori hingga ke praktek dan pada akhirnya mereka harus mengikuti Ujian SIM sebelum dapat mengendarai kendaraan dan memperoleh SIM.

Selama ini tingkat kepatuhan untuk tertib berlalu lintas dan pemahaman  terhadap keamanan berkendara pada pelajar sangat rendah. Data dari Polda Metro Jaya menyebutkan, sekitar 90% pelajar yang terkena razia operasi tertib lalu lintas tidak memiliki SIM. Hal tersebut terjadi pada pelajar yang sudah cukup umur maupun yang belum cukup umur untuk memiliki SIM.

Jean Charles berharap kegiatan kampanye road safety yang dilakukan MICHELIN di sekolah-sekolah ini akan menginspirasi dan mendorong pihak sekolah dan pihak-pihak lain untuk semakin peduli dengan keselamatan anak sekolah di jalan raya.

“Sebagai negara dengan penduduk usia produktif yang sangat besar, Indonesia memiliki aset yang sangat strategis untuk menjadi negara maju. Road safety adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan aset strategis itu, terutama dalam mengurangi kecelakaan di jalan raya yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa tapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar,” tutur Jean Charles.

MICHELIN Indonesia secara rutin menggelar kampanye kesadaran berlalu lintas untuk segala usia. Sejak resmi berdiri tahun 2011, MICHELIN telah menggelar program Road Safety sebanyak 7 kali. Setelah peluncuran Komik Road Safety yang diadakan akhir Juni lalu, kali ini MICHELIN Indonesia bersama Kepolisian RI mengadakan kegiatan edukasi berupa seminar ke anak usia sekolah menengah.

Your comment: