IMOS 2014 Resmi Dibuka di JCC Senayan Jakarta

irc-tire-adbanner

IMG_3753

Pameran otomotif sepeda motor “Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2014” yang dihelat Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah dibuka secara resmi pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 di Jakarta Covention Center, Jakarta. Pameran berlangsung selama lima hari dan berakhir pada hari Minggu, 2 November 2014.

Pembukaan IMoS 2014 dilakukan secara resmi oleh Bapak Ferry Yahya, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri yang disaksikan Bapak Gunadi Sindhuwinata , Ketua Umum Asoasiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), serta Bapak Romi Direktur PT Amara Pameran Indonesia (API)  yang bertindak selaku pelaksana pameran, dan tak ketinggalan Brigjen Pol Drs. Condro Kirono, MM, KORLANTAS POLRI.

Dalam kata sambutan Ketua AISI, Gunadi Sidhuwinata mengatakan, “Berkat kerjasama yang baik antara AISI dan API maka acara hari ini dapat dipersiapkan dengan baik. Pengurusan AISI yang membawahi 5 perusahaan-perusahaan sepeda motor dalam negeri merasa bersyukur dan bangga atas terpilihnya pemimpin baru negara kita dibawah kepemimpinan Presiden RI ketujuh Bpk. Ir. Jokowi Widodo dan Wakil Presiden RI Bpk. Drs. Hj. M. Jusuf Kalla.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami ingin mengucapkan selamat dan sukses atas kepemimpinan yang baru dan juga atas Kabinet Kerja membawa Indonesia menjadi Indonesia yang hebat,” tambahnya.

Indonesia Motorcycle Show (IMoS) yang ketujuh tahun 2014 adalah pameran dan pengkhususan tekat mengangkat industri dan produk sepeda motor menjadi salah satu bagian dari lokomotif ekonomi Indonesia. Selain kontribusinya kepada pendapatan negara melalui pajak PPN yang diperkirakan bisa mencapai sekitar 90 triliun, dan ini belum termasuk pajak-pajak yang lainnya.

Sumbangsih industri sepeda motor atas penyediaan lapangan kerja di Tanah Air tidak dapat diabaikan. Paling tidak sekitar 2 juta penduduk Indonesia tergantung secara langsung melalui industri perakitan dan industri penunjang dibidang industri sepeda motor.

“Kini dengan volume pasar sebesar 8 juta pada tahun ini dan diperkirakan terus meningkat menjadikan Indonesia sebagai pemain ketiga terbesar di dunia setelah RRT dengan 20 juta unit dan India 11 juta unit per tahun pada tahun 2014 ini,” beber Ketua AISI.

Di ASEAN, Indonesia adalah pasar terbesar jauh diatas negara-negara anggota lainnya.  Pameran IMoS 2014 ini semula bernama Jakarta Motorcycle Show dan kini dinobatkan menjadi Indonesia Motorcycle Show mengingat supplai yang begitu besar, baik menyangkut pajak dan lapangan tenaga kerja.

“Sungguh sesuatu kebetulan yang sangat bermakna bagi AISI dan IMoS yang ketujuh ini karena pemerintah presiden Indonesia saat ini juga adalah yang ketujuh, jadi pas semuanya. Pastilah industri sepeda motor akan berjaya dan menjadi perhatian pemerintah untuk terus didukung  perkembangan dan pengembangannya,” pungkas Gunadi Sindhuwinata.

Sementara itu menurut Romi, Direktur PT API yang dipercayakan AISI dalam pelaksanaan IMoS 2014 mengatakan, “Pada pameran yang berlangsung selama 5 hari ini, kami menggunakan area seluas 8300 m2 lebih dan menghadirkan merek-merek sepeda motor anggota AISI antara lain Honda, Suzuki, Kawasaki, Yamaha, serta lebih dari 30 perusahaan pendukung industri sepeda motor roda dua.”

“Satu merek Non-AISI yang tampil adalah SYM (sepeda motor Taiwan), dan TDR International sebagai penyedia aksesories juga menempati lobil utama ruang pameran IMoS 2014. Selebihnya adalah merek pendukung yang terdiri dari perusahaan helm, jaket, serta beberapa komponen dan aksesori yang berhubungan dengan kegiatan sepeda motor,” kata Romi.

Tema yang diusung pameran IMoS 2014 adalah “Teknologi, Keselamatan dan Sikap”, dengan sub tema masing-masing untuk Teknologi adalah Hijau yang berarti ramah lingkungan, Keselamatan adalah cara berkendara dan ketrampilan mengemudi, dan Sikap adalah disiplin berlalu lintas.

Menurut Gunadi Sidhuwinata hal ini terinspirasi oleh semangat pemerintahan RI baru 2014-2019 dan Kabinet Kerja untuk mewujudkan Indonesia Hebat melalui KERJA, KERJA, KERJA, dimana AISI menterjemahkan sebagai berikut,

KERJA Pertama adalah investasi dan produksi. Sepeda motor dengan peningkatan teknologi hijau yang berarti ramah lingkungan .

KERJA Kedua adalah terus menerus mengembangkan pasar ini memenuhi kebutuhan keperluan mobilitas masyarakat dengan meningkatkan akan keselamatan berkendara bagi para pemakai sepeda motor. Pasar Indonesia diperkirakan akan terus meningkat mencapai 10 juta lebih pada tahun 2017.

KERJA Ketiga adalah pameran ini sendiri dengan pesan-pesan edukatif tentang perkembangan teknologi dan inovasi terkini maupun mengajak pengendara sepeda motor di Indonesia untuk bersikap disiplin. Untuk itu pameran sepeda motor terbesar di Indonesia ini hanya menghadirkan produk terkini dari para produsen sepeda motor di tanah air.

Hal senada diunkapkan oleh Ferry Yahya, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri bahwa melalui forum pameran ini diharapkan konsumen dan masyarakat luas dapat mengenal lebih jauh tentang perkembangan terkini dari teknologi sepeda motor. Termasuk hasil pengembangan industri baik dalam negeri maupun luar negeri yang berorientasi pada isu keselamatan dan penanganan permasalahan perlindungan mahkluk hidup.

“Sepeda motor merupakan salah satu alternatif sarana transportasi yang vital dan merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia bahkan dunia hingga saat ini. Meningkatnya kebutuhan akan sarana transportasi khususnya alat transportasi darat berperan dalam memacu tumbuh kembangnya industri kendaraan bermotor  termasuk industri sepeda motor tersebut,” ungkap Ferry Yahya dalam sambutannya.

Iapun menjelaskan bahwa pengembangan industri kendaraan bermotor memiliki multiflyer efek yang cukup luas disamping menciptakan aktifitas ekonomi  pada kegiatan perakitan dan manufaktur komponen juga menimbulkan kegiatan ekonomi pada sektor distribusi sampai dengan aktifitas pelayanan purnajualnya.

“Tema Indonesia Motorcycle Show 2014 ini sudah sangat tepat dan sejalan dalam upaya untuk menciptakan produk sepeda motor yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang ditandai dengan semakin tingginya tuntutan akan aspek keselamatan, kenyamanan, serta ramah lingkungan dan hemat energi. Untuk itu industri dalam negeri terus berupaya dalam mencari terobosan teknologi mesin sepeda motor yang efisien dan rendah emisi gas buang sehingga ramah lingkungan,” jelas Ferry Yahya.

Pemerintah Republik Indonesia sangat menyadari bahwa produk sepeda motor nasional beberapa tahun terakhir akan mampu mencapai angka sekitar 8 juta unit per tahun. Perkembangan ini diperkirakan akan terus bergerak terus secara persistens dalam beberapa tahun mendatang dan memberikan rasa optimis yang baik bagi Indonesia sebagai produsen sepeda motor ketiga terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Ferry Yahya sangat concern akan industri komponen sebagai kekuatan industri bermotor nasional diharapkan akan mengurangi ketergantungan industri perakitan kendaraan bermotor terhadap komponen impor yang pada akhirnya menghemat devisa negara.

“Sejalan dengan itu, Pemerintah RI tetap mengharapkan industri perakitan dalam negeri agar terus meningkatkan kegiatan pembinaan terhadap industri komponen berskala kecil menengah, agar mampu menghasilkan mutu barang yang diterima luas, tutupnya.

One thought on “IMOS 2014 Resmi Dibuka di JCC Senayan Jakarta

  1. Its a very nice article. I love to read it. Keep it up. Thanks for sharing.

Your comment: